Karya Tiga Dosen DKV ISI Surakarta Tembus Pameran Desain Internasional di Palestina

1 day ago 7
Karya dosen FSRD ISI Surakarta berhasil lolos dalam ajang 2nd International Design Challenge and Exhibition 2025 “Threads of Creativity” yang digelar di Bab idDeir Art Gallery, Bethlehem, Palestina | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Karya kreatif dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tiga dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), berhasil meloloskan karya visual mereka dalam ajang 2nd International Design Challenge and Exhibition 2025 “Threads of Creativity” yang digelar di Bab idDeir Art Gallery, Bethlehem, Palestina.

Ajang berskala global tersebut menjadi ruang pertemuan para desainer dan seniman lintas negara dengan fokus pada upaya melindungi, merawat, dan menafsirkan ulang warisan budaya Palestina melalui praktik kreatif kontemporer.

Pameran itu juga merupakan bagian dari inisiatif riset yang dikembangkan oleh University of Porto, ID+ Research Institute for Design, Media and Culture, bekerja sama dengan Palestine Technical University Kadoorie, Cabang Aroub.

Tiga dosen DKV ISI Surakarta yang karyanya lolos kurasi dan dipamerkan yakni M. Harun Rosyid Ridlo, Indriati Suci Pravitasari, dan Basnendar Herry Prilosadoso. Karya mereka dipamerkan bersama puluhan karya desainer dan seniman dari berbagai negara pada 25–27 November 2025 lalu.

Indriati Suci Pravitasari menampilkan karya berjudul “Blooming Through Diversity (Mekar dalam Masa Sulit)”, sebuah visual yang memadukan sulaman khas Palestina, Tatreez, dengan simbol bunga teratai. Karya ini merefleksikan filosofi tentang ketangguhan dan harapan yang tumbuh dari situasi sulit.

Menurut Vita—sapaan akrabnya—bunga teratai dipilih karena melambangkan keindahan yang lahir dari kondisi penuh tantangan.

“Kelopak berwarna merah oranye melambangkan vitalitas dan energi, sementara daunnya yang

berwarna hijau melambangkan pertumbuhan dan keseimbangan,” ujarnya. Pola geometris berbasis piksel dalam karya tersebut dimaknai sebagai benang-benang kehidupan yang saling terhubung, menegaskan bahwa keindahan sejati sering lahir dari proses yang tidak mudah.

Sementara itu, M. Harun Rosyid Ridlo mengusung karya berjudul “Roots and Rhythm”, yang terinspirasi dari dua simbol penting budaya Palestina: pohon zaitun dan tari tradisional Dabke. Pohon zaitun dimaknai sebagai simbol keteguhan, daya tahan, serta keterikatan masyarakat dengan tanah dan air, sedangkan Dabke merepresentasikan irama kebersamaan dan semangat kolektif.

Dalam pernyataannya, Harun menegaskan bahwa karyanya selaras dengan misi utama pameran. “Melindungi, melestarikan, dan membayangkan kembali warisan budaya Palestina melalui praktik kreatif kontemporer,” ungkapnya. Ia mengeksplorasi motif Tatreez tradisional dan menginterpretasikannya secara modern agar tetap relevan bagi generasi masa depan tanpa kehilangan autentisitas simboliknya.

Adapun Basnendar Herry Prilosadoso menghadirkan karya bermotif dasar tanaman gandum, simbol kesejahteraan dan kemakmuran. Dengan dominasi warna kuning, karya berjudul “Threads of Creativity” ini menegaskan gandum sebagai elemen penting dalam sejarah, budaya, dan keberlangsungan hidup masyarakat Palestina.

Ketua Program Studi DKV ISI Surakarta, Rendya Adi Kurniawan, menyebut pencapaian ini sebagai kebanggaan sekaligus motivasi bagi sivitas akademika. Ia menilai keberhasilan para dosen menembus ajang internasional menunjukkan konsistensi Prodi DKV dalam berkarya dan berkontribusi di tingkat global.

“Pencapaian ini sangat penting dan membanggakan, khususnya bagi civitas akademik di tingkat Prodi DKV ISI Surakarta yang selalu punya motivasi untuk berkarya baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ungkap Rendya melalui rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM .

Prestasi ini sekaligus menegaskan peran dosen seni tidak hanya sebagai pendidik dan peneliti, tetapi juga sebagai kreator aktif yang terus menghadirkan karya bermakna di panggung dunia. [*]Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|