SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Mempertahankan warisan bukan perkara mudah, namun tidak berarti mustahil. Seperti dilakukan pemilik Kebaya Mbok Dhe, Gusti Ian yang membangun usaha kebaya tradisional dari rumah hingga memiliki kios sendiri di Pasar Triwindu Solo.
Kebaya Mbok Dhe ditekuni Gusti Ian sejak 2007. Memiliki misi membuktikan bahwa kebaya bukan hanya pakaian masa lalu, Kebaya Mbok Dhe sekaligus menunjukkan upaya menjaga warisan budaya tetap relevan, anggun, dan dapat menjadi bagian dari gaya hidup perempuan masa kini.
Di awal perjalanan usahanya, Gusti Ian sempat menghadapi pandangan skeptis dari lingkungan sekitar. Kebaya kerap dianggap sebagai busana lama yang hanya digunakan oleh generasi tertentu. Namun, hal tersebut justru memperkuat keyakinannya untuk menghadirkan kebaya dengan pendekatan yang lebih modern, simpel, dan tetap menjaga nilai tradisi Indonesia.
Pandemi sempat menjadi tantangan besar bagi usaha Kebaya Mbok Dhe. Namun, pada 2022, Gusti Ian mulai membangun kembali bisnisnya dengan visi yang lebih kuat, yaitu menghadirkan produk fashion yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memiliki nilai budaya dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Gusti Ian mengenal Amartha pada tahun 2022. Dukungan permodalan dari Amartha membantunya membeli berbagai kebutuhan usaha, seperti etalase, patung display, hanger, serta perlengkapan untuk menata produk secara lebih profesional. Dari modal awal 4 juta rupiah, kini Gusti Ian telah menerima bantuan pembiayaan Amartha hingga 13 juta rupiah.
Kebaya Mbok Dhe kini berkembang menjadi brand kebaya yang dikenal oleh pelanggan dari berbagai daerah dan mancanegara. Gusti Ian tidak lagi mengerjakan seluruh proses produksi sendiri. Saat ini, delapan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya turut terlibat dalam membantu memenuhi permintaan pelanggan yang mencapai puluhan pesanan setiap bulan. Rata-rata per bulan, Gusti Ian berhasil memperoleh omset hingga tiga puluh juta rupiah.
Kepercayaan terhadap Kebaya Mbok Dhe juga terus tumbuh. Karya kebayanya telah digunakan oleh pelanggan dari dalam dan luar negeri seperti Amerika Serikat dan Eropa. Beberapa figur publik dan artis Tanah Air juga pernah menggunakan karya Kebaya Mbok Dhe.
Sementara itu, Amartha telah mendukung sekitar 4 juta UMKM perempuan di lebih dari 50.000 perdesaan di Indonesia. Sejak 2019, Amartha telah hadir di Surakarta dan mendukung ribuan UMKM perempuan, termasuk pengusaha kebaya dan batik. Salah satunya adalah Gusti Ian melalui Kebaya Mbok Dhe.
Amartha percaya bahwa dukungan terhadap perempuan pelaku usaha mikro tidak hanya membantu pertumbuhan usaha individu, tetapi juga mendorong ekonomi akar rumput yang lebih inklusif. Melalui akses permodalan, pendampingan, dan ekosistem yang mendukung, pelaku usaha seperti Gusti Ian dapat mengembangkan bisnis, menciptakan lapangan kerja, serta membawa produk berbasis budaya lokal ke pasar yang lebih luas. Prihatsari
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

8 hours ago
9
















































