Suasana haru dan penuh syukur mewarnai kepulangan 358 jamaah haji dan petugas Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Medan yang kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan para Duyufurrahman disambut langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Medan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di Gedung Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Senin (8/6/2026).
Pesawat yang membawa rombongan lebih dahulu mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada pukul 02.55 WIB sebelum menuju Asrama Haji Medan. Tangis bahagia keluarga yang menanti bercampur rasa syukur para jemaah yang akhirnya kembali ke kampung halaman setelah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Medan, Kloter 6 berjumlah 358 orang yang terdiri dari 352 jamaah dan enam petugas kloter. Mayoritas jamaah berasal dari Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 339 orang, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Toba, Nias Selatan, Nias Utara, dan Kota Medan.
Penyambutan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr H Zulkifli Sitorus MA, Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution SH MM, serta sejumlah pejabat dan unsur penyelenggara haji lainnya.
Dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr H Torang Rambe MAg, Ketua PPIH mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah berhasil menunaikan rukun Islam kelima.
“Selamat datang kembali di Tanah Air. Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah. Kemabruran haji hendaknya tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah kepada Allah SWT, akhlak yang semakin baik, serta kepedulian sosial yang semakin tinggi terhadap sesama,” ujarnya.
Menurut Torang, haji mabrur bukan hanya tercermin dari keberhasilan menuntaskan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat. Kedekatan kepada Allah SWT, akhlak yang mulia, serta kepedulian terhadap sesama menjadi indikator utama kemabruran haji.
Momen penyambutan semakin istimewa ketika PPIH memberikan penghargaan kepada petugas Kloter 6 atas dedikasi dan pengabdian mereka selama mendampingi jemaah. Pengalungan selempang dilakukan langsung oleh Ketua PPIH bersama Bupati Mandailing Natal kepada Ketua Kloter Imron Rosadi dan Dokter Kloter dr Ahmad Zhohir Sitompul.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, tanggung jawab, dan kerja keras para petugas dalam memberikan pelayanan, pembinaan, perlindungan, hingga pendampingan kepada jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.
PPIH juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Petugas Haji Daerah (PHD), Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu), serta seluruh jemaah yang telah menjaga kekompakan dan ketertiban selama menjalankan ibadah haji.
Selain penyambutan, para jamaah juga menerima edukasi kesehatan pascahaji dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan. Jamaah diimbau memantau kondisi kesehatan selama 21 hari setelah tiba di Indonesia, menjaga pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.
Di tengah kebahagiaan kepulangan tersebut, terselip kabar duka. Seorang jamaah asal Kabupaten Mandailing Natal, Isron Baitul, wafat di Tanah Suci dan dimakamkan di Makkah. Dalam kesempatan itu, seluruh hadirin diajak mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para jamaah diarahkan mengambil bagasi sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.(mag-2/ila)
Suasana haru dan penuh syukur mewarnai kepulangan 358 jamaah haji dan petugas Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Medan yang kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan para Duyufurrahman disambut langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Medan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di Gedung Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Senin (8/6/2026).
Pesawat yang membawa rombongan lebih dahulu mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada pukul 02.55 WIB sebelum menuju Asrama Haji Medan. Tangis bahagia keluarga yang menanti bercampur rasa syukur para jemaah yang akhirnya kembali ke kampung halaman setelah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Medan, Kloter 6 berjumlah 358 orang yang terdiri dari 352 jamaah dan enam petugas kloter. Mayoritas jamaah berasal dari Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 339 orang, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Toba, Nias Selatan, Nias Utara, dan Kota Medan.
Penyambutan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr H Zulkifli Sitorus MA, Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution SH MM, serta sejumlah pejabat dan unsur penyelenggara haji lainnya.
Dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr H Torang Rambe MAg, Ketua PPIH mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah berhasil menunaikan rukun Islam kelima.
“Selamat datang kembali di Tanah Air. Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah. Kemabruran haji hendaknya tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah kepada Allah SWT, akhlak yang semakin baik, serta kepedulian sosial yang semakin tinggi terhadap sesama,” ujarnya.
Menurut Torang, haji mabrur bukan hanya tercermin dari keberhasilan menuntaskan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat. Kedekatan kepada Allah SWT, akhlak yang mulia, serta kepedulian terhadap sesama menjadi indikator utama kemabruran haji.
Momen penyambutan semakin istimewa ketika PPIH memberikan penghargaan kepada petugas Kloter 6 atas dedikasi dan pengabdian mereka selama mendampingi jemaah. Pengalungan selempang dilakukan langsung oleh Ketua PPIH bersama Bupati Mandailing Natal kepada Ketua Kloter Imron Rosadi dan Dokter Kloter dr Ahmad Zhohir Sitompul.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, tanggung jawab, dan kerja keras para petugas dalam memberikan pelayanan, pembinaan, perlindungan, hingga pendampingan kepada jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.
PPIH juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Petugas Haji Daerah (PHD), Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu), serta seluruh jemaah yang telah menjaga kekompakan dan ketertiban selama menjalankan ibadah haji.
Selain penyambutan, para jamaah juga menerima edukasi kesehatan pascahaji dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan. Jamaah diimbau memantau kondisi kesehatan selama 21 hari setelah tiba di Indonesia, menjaga pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.
Di tengah kebahagiaan kepulangan tersebut, terselip kabar duka. Seorang jamaah asal Kabupaten Mandailing Natal, Isron Baitul, wafat di Tanah Suci dan dimakamkan di Makkah. Dalam kesempatan itu, seluruh hadirin diajak mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para jamaah diarahkan mengambil bagasi sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.(mag-2/ila)

13 hours ago
9

















































