Tim pengabdian berfoto bersama kelompok mitra dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Ngargoyoso, Tawangmangu, Karanganyar | Foto: Dok. UNSKARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengembangan potensi kawasan Ngargoyoso-Tawangmangu berbasis ekoeduwisata terus diperkuat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Program tersebut dilaksanakan melalui skema hibah Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 PTNBH dengan mengusung tema “Pengembangan Potensi Kawasan Ngargoyoso, Tawangmangu, Berbasis Ekoeduwisata untuk Meningkatkan Perekonomian Berkelanjutan”.
Melalui program tersebut, tim pengabdian berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelompok UMKM pembudidaya anggrek melalui introduksi teknologi produksi, pemanfaatan energi terbarukan, serta penguatan keterampilan dalam pemeliharaan dan perawatan peralatan.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), terutama melalui peningkatan produktivitas dan kapasitas usaha masyarakat.
Sesi paparan materi mengenai pengoperasian dan maintenance peralatan produksi kepada kelompok UMKM pembudidaya anggrek di Ngargoyoso | Foto: Dok. UNSSalah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah introduksi berbagai peralatan pendukung produksi, termasuk enkas yang digunakan untuk mendukung proses produksi agar lebih terkontrol, higienis, dan optimal.
Introduksi peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas produk yang dihasilkan oleh kelompok UMKM. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penerapan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), khususnya melalui pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat di kawasan ekoeduwisata.
Selain teknologi produksi, program pengabdian tersebut juga memperkenalkan lampu tenaga surya sebagai bentuk pemanfaatan energi terbarukan yang dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.
Pemanfaatan sumber energi terbarukan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kawasan yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi. Hal ini sejalan dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau).
Penerangan kawasan juga diharapkan dapat mendukung aktivitas pemasaran dan pengembangan potensi wisata sehingga produk-produk UMKM memiliki ruang promosi yang lebih baik.
Ketua tim pengabdian, Prof. Okid Parama Astirin, menjelaskan bahwa introduksi peralatan tidak semestinya berhenti pada proses pemberian atau serah terima teknologi.
Menurut dia, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mampu menggunakan, merawat, dan melakukan maintenance terhadap peralatan yang dimiliki, termasuk peralatan yang baru diperkenalkan melalui program tersebut.
“Introduksi peralatan merupakan bagian dari proses peningkatan kapasitas masyarakat. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mampu menggunakan, merawat, dan melakukan maintenance terhadap peralatan yang dimiliki, termasuk peralatan yang baru kami introduksikan. Dengan demikian, teknologi yang diberikan dapat digunakan dalam jangka panjang dan benar-benar memberikan dampak terhadap produktivitas serta keberlanjutan usaha,” ungkapnya.
Untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan teknologi tersebut, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pelatihan penggunaan dan maintenance peralatan bersama anggota pengabdian dari bidang Teknik Mesin, Prof. Syamsul Hadi.
Materi pelatihan diberikan secara aplikatif, mulai dari pengenalan komponen dan prinsip kerja alat, prosedur pengoperasian yang benar, pemeriksaan kondisi peralatan, perawatan berkala, hingga identifikasi gangguan sederhana.
Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas masyarakat yang berbasis pada kebutuhan nyata.
Program tersebut mendapatkan respons positif dari kelompok UMKM mitra.
Ketua kelompok Kemuning Orchid, Yanuar, menyampaikan bahwa keberadaan peralatan baru memberikan peluang bagi kelompoknya untuk meningkatkan kualitas sekaligus kapasitas produksi.
“Dengan adanya alat dan pelatihan ini, kami tidak hanya mendapatkan peralatan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara menggunakan dan merawatnya. Hal ini penting agar alat dapat terus digunakan dan membantu usaha kami dalam jangka panjang,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua Pabongan Orchid, Miftah. Menurutnya, program tersebut memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dan energi terbarukan dalam pengembangan usaha.
“Kami berharap alat yang diberikan dapat meningkatkan produksi sekaligus membantu pemasaran. Dengan adanya pendampingan dari perguruan tinggi, kami menjadi lebih memahami bahwa pengembangan UMKM tidak hanya mengenai produksi, tetapi juga bagaimana menjaga peralatan, meningkatkan kualitas, dan mengembangkan potensi kawasan,” ungkapnya.
Kolaborasi UNS, UNNES, dan UGM dalam program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan ekoeduwisata membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, dengan mempertemukan aspek teknologi, sumber daya manusia, lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal.
Pemanfaatan teknologi produksi yang tepat, pemeliharaan peralatan secara berkala, serta penggunaan energi terbarukan menjadi langkah strategis untuk menciptakan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), melalui upaya mendorong praktik produksi yang lebih efisien dan berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui skema hibah pengabdian tersebut, sinergi tiga perguruan tinggi bersama masyarakat dan kelompok UMKM diharapkan dapat membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kemitraan lintas perguruan tinggi dan masyarakat tersebut sekaligus memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), dengan menggabungkan keahlian akademik, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong kawasan Ngargoyoso-Tawangmangu menjadi kawasan ekoeduwisata yang produktif, inovatif, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

3 hours ago
3















































