Longsor di Langkat Meluas, Jalan Penghubung Tiga Desa Terancam Putus

2 hours ago 6

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat dan sekitarnya, berdampak terhadap kondisi infrastruktur. Setelah Jalan Alternatif Langkat-Karo yang berdampak, kali ini ruas penghubung desa di Kecamatan Salapian ikut terkena.

Kondisinya mengkhawatirkan dan bahkan terancam putus. Ada tiga desa yang dapat terhubung pada ruas ini, yakni menuju Dusun Telko, Desa Pamah Tambunan dan Desa Ujung Bandar. Saat ini longsor karena curah hujan yang tinggi dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kades Perkebunan Tambunan, Egid, mengakui hal tersebut. Kata dia, longsor sebenarnya telah terjadi sejak Juli 2026 dan kembali meluas pada Sabtu (12/9) kemarin. Buntutnya, kondisi jalan semakin parah.

“Sebenarnya longsor sudah terjadi sekitar bulan Juli 2026. Pada hari Sabtu (12/9), longsor melebar atau meluas, mengakibatkan jalan nyaris putus sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Egid, Senin (14/9).

Dia menyebut, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan perangkat kecamatan. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan proposal kepada PT Kinar Lapiga terkait upaya penanganan longsor.

Namun hingga saat ini belum mendapat jawaban dari perusahaan. Bahkan Pemerintah Desa Perkebunan Tambunan bersama Desa Pamah Tambunan dan Desa Ujung Bandar berencana melakukan pertemuan dengan pihak manajemen PT Kinar Lapiga, untuk membahas langkah penanggulangan longsor.

Egid menambahkan, jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat Desa Ujung Bandar dan Desa Pamah Tambunan, terutama untuk mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat.

Terkait laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Egid mengatakan, informasi mengenai longsor tersebut telah disampaikan melalui Pemerintah Kecamatan Salapian.

“Informasi dari Camat Salapian, alat berat dari PUTR Kabupaten Langkat akan dibawa ke lokasi longsor untuk penanggulangan longsor tersebut agar dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Egid.

Terpisah, Camat Salapian, Ramlan Tarigan membenarkan adanya penanganan terhadap longsor tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kecamatan Salapian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat.

“Sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat. Alat berat dari PUTR Kabupaten Langkat segera meluncur ke lokasi longsor untuk penanggulangan,” tukasnya (ted)

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat dan sekitarnya, berdampak terhadap kondisi infrastruktur. Setelah Jalan Alternatif Langkat-Karo yang berdampak, kali ini ruas penghubung desa di Kecamatan Salapian ikut terkena.

Kondisinya mengkhawatirkan dan bahkan terancam putus. Ada tiga desa yang dapat terhubung pada ruas ini, yakni menuju Dusun Telko, Desa Pamah Tambunan dan Desa Ujung Bandar. Saat ini longsor karena curah hujan yang tinggi dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kades Perkebunan Tambunan, Egid, mengakui hal tersebut. Kata dia, longsor sebenarnya telah terjadi sejak Juli 2026 dan kembali meluas pada Sabtu (12/9) kemarin. Buntutnya, kondisi jalan semakin parah.

“Sebenarnya longsor sudah terjadi sekitar bulan Juli 2026. Pada hari Sabtu (12/9), longsor melebar atau meluas, mengakibatkan jalan nyaris putus sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Egid, Senin (14/9).

Dia menyebut, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan perangkat kecamatan. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan proposal kepada PT Kinar Lapiga terkait upaya penanganan longsor.

Namun hingga saat ini belum mendapat jawaban dari perusahaan. Bahkan Pemerintah Desa Perkebunan Tambunan bersama Desa Pamah Tambunan dan Desa Ujung Bandar berencana melakukan pertemuan dengan pihak manajemen PT Kinar Lapiga, untuk membahas langkah penanggulangan longsor.

Egid menambahkan, jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat Desa Ujung Bandar dan Desa Pamah Tambunan, terutama untuk mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat.

Terkait laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Egid mengatakan, informasi mengenai longsor tersebut telah disampaikan melalui Pemerintah Kecamatan Salapian.

“Informasi dari Camat Salapian, alat berat dari PUTR Kabupaten Langkat akan dibawa ke lokasi longsor untuk penanggulangan longsor tersebut agar dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Egid.

Terpisah, Camat Salapian, Ramlan Tarigan membenarkan adanya penanganan terhadap longsor tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kecamatan Salapian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat.

“Sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat. Alat berat dari PUTR Kabupaten Langkat segera meluncur ke lokasi longsor untuk penanggulangan,” tukasnya (ted)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|