USU Perkuat Implementasi Pembangunan Rendah Karbon di Sumut Melalui Pembentukan CoE PRKBI

1 hour ago 3

Universitas Sumatera Utara (USU) menegaskan komitmen mendukung implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Center of Excellence (CoE) PRKBI. FGD ini berlangsung di Ruang Senat Rektorat Kampus USU, Senin (14/9).

Pembentukan CoE PRKBI merupakan langkah strategis dan kolaborasi antara USU dengan Oxford Policy Management (OPM) dan PT Hatfield Indonesia melalui Program Low Carbon Development Initiative Phase 2 (LCDI-2). Kehadiran CoE PRKBI diharapkan menjadi wadah pengembangan riset, penguatan kebijakan, pengembangan kapasitas serta kolaborasi multipihak dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di Sumut.

FGD dibuka Wakil Rektor III USU Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T yang menegaskan komitmen USU untuk mendukung penuh pembentukan dan pengembangan CoE PRKBI. “Kita siap mensupport penuh pembentukan CoE PRKBI,” katanya.

Inisiatif ini sangat sejalan dengan misi USU dalam memastikan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud. Pembentukan CoE PRKBI menjadi salah satu fokus penting USU kedepan. “Melalui pusat unggulan ini, USU dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat implementasi PRKBI di Sumut,” harap Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T.

Senior Provincial Coordinator LCDI-OPM Dr. Agus Marwan, M.SP mengapresiasi dukungan USU dalam mendorong penguatan agenda pembangunan rendah karbon di daerah dimana CoE PRKBI diharapkan menjadi pusat unggulan yang berperan dalam berbagai fungsi strategis.

Mulai dari riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, dukungan kebijakan strategis, pengembangan data, pemodelan dan sistem Monitoring, Reporting and Verification (MRV) serta pengembangan kapasitas, inovasi dan pengembangan hingga menjadi pusat pengetahuan dan kemitraan.

“Komitmen USU untuk membentuk kelembagaan CoE PRKBI merupakan langkah strategis yang sangat penting. Kami berharap pusat unggulan ini dapat menjadi simpul kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha dan mitra pembangunan dalam mendukung transformasi menuju pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumut,” ungkapnya.

Andriadi dari Bapperida Provsu menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan mitra pembangunan dalam memperkuat implementasi PRKBI di tingkat regional.

Keberadaan CoE PRKBI di USU, lanjutnya, diharapkan memberi dukungan teknis dan ilmiah bagi pemerintah daerah dalam proses perencanaan. Kemudian implementasi program penguatan kapasitas, serta pengembangan berbagai inovasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

FGD yang difasilitasi oleh Hamdani Harahap selaku Public Policy Specialist PT Hatfield Indonesia ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pejabat di USU serta perwakilan Bapperida dari Provsu, Medan, Bapperida Binjai dan Deliserdang.

Melalui forum diskusi ini, peserta memberi berbagai masukan terkait model kelembagaan, fungsi strategis, mekanisme kerja dan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam CoE PRKBI. Hasil diskusi menjadi dasar dalam penyusunan kerangka kelembagaan dan rencana pengembangan pusat unggulan tersebut.

Pembentukan CoE di USU menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem PRKBI di Sumut. CoE PRKBI diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi, rekomendasi kebijakan, pengembangan kapasitas dan dukungan teknis yang berkontribusi terhadap terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sedangkan LCDI merupakan program kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dalam mendorong implementasi pembangunan rendah karbon di Indonesia. (dmp)

Universitas Sumatera Utara (USU) menegaskan komitmen mendukung implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Center of Excellence (CoE) PRKBI. FGD ini berlangsung di Ruang Senat Rektorat Kampus USU, Senin (14/9).

Pembentukan CoE PRKBI merupakan langkah strategis dan kolaborasi antara USU dengan Oxford Policy Management (OPM) dan PT Hatfield Indonesia melalui Program Low Carbon Development Initiative Phase 2 (LCDI-2). Kehadiran CoE PRKBI diharapkan menjadi wadah pengembangan riset, penguatan kebijakan, pengembangan kapasitas serta kolaborasi multipihak dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di Sumut.

FGD dibuka Wakil Rektor III USU Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T yang menegaskan komitmen USU untuk mendukung penuh pembentukan dan pengembangan CoE PRKBI. “Kita siap mensupport penuh pembentukan CoE PRKBI,” katanya.

Inisiatif ini sangat sejalan dengan misi USU dalam memastikan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud. Pembentukan CoE PRKBI menjadi salah satu fokus penting USU kedepan. “Melalui pusat unggulan ini, USU dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat implementasi PRKBI di Sumut,” harap Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T.

Senior Provincial Coordinator LCDI-OPM Dr. Agus Marwan, M.SP mengapresiasi dukungan USU dalam mendorong penguatan agenda pembangunan rendah karbon di daerah dimana CoE PRKBI diharapkan menjadi pusat unggulan yang berperan dalam berbagai fungsi strategis.

Mulai dari riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, dukungan kebijakan strategis, pengembangan data, pemodelan dan sistem Monitoring, Reporting and Verification (MRV) serta pengembangan kapasitas, inovasi dan pengembangan hingga menjadi pusat pengetahuan dan kemitraan.

“Komitmen USU untuk membentuk kelembagaan CoE PRKBI merupakan langkah strategis yang sangat penting. Kami berharap pusat unggulan ini dapat menjadi simpul kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha dan mitra pembangunan dalam mendukung transformasi menuju pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumut,” ungkapnya.

Andriadi dari Bapperida Provsu menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan mitra pembangunan dalam memperkuat implementasi PRKBI di tingkat regional.

Keberadaan CoE PRKBI di USU, lanjutnya, diharapkan memberi dukungan teknis dan ilmiah bagi pemerintah daerah dalam proses perencanaan. Kemudian implementasi program penguatan kapasitas, serta pengembangan berbagai inovasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

FGD yang difasilitasi oleh Hamdani Harahap selaku Public Policy Specialist PT Hatfield Indonesia ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pejabat di USU serta perwakilan Bapperida dari Provsu, Medan, Bapperida Binjai dan Deliserdang.

Melalui forum diskusi ini, peserta memberi berbagai masukan terkait model kelembagaan, fungsi strategis, mekanisme kerja dan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam CoE PRKBI. Hasil diskusi menjadi dasar dalam penyusunan kerangka kelembagaan dan rencana pengembangan pusat unggulan tersebut.

Pembentukan CoE di USU menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem PRKBI di Sumut. CoE PRKBI diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi, rekomendasi kebijakan, pengembangan kapasitas dan dukungan teknis yang berkontribusi terhadap terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sedangkan LCDI merupakan program kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dalam mendorong implementasi pembangunan rendah karbon di Indonesia. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|