Menag Terpukau Kerukunan Wonogiri, Sinyal Kuat STABN Raden Wijaya Naik Status Jadi Institut

1 day ago 7
MenteriMenag Nasaruddin Umar di STABN Raden Wijaya Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr Nasaruddin Umar, mengaku sangat terkesan dengan kuatnya persatuan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri. Daerah yang dikenal sebagai Kota Mete ini dinilai berhasil menjaga harmoni sosial, bahkan menjadi contoh konkret kehidupan beragama yang rukun di Indonesia.

Kesan mendalam itu disampaikan Menag saat meresmikan tiga gedung baru di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Sabtu (10/1/2026). Menurut Nasaruddin Umar, keberhasilan pembangunan kampus tersebut tidak lepas dari semangat kebersamaan lintas elemen masyarakat.

“Semua bersatu padu. Termasuk dalam pengadaan dan peresmian Kampus STABN ini. Ini bukti nyata toleransi dan persatuan masyarakat Wonogiri berjalan dengan baik,” ujarnya usai meninjau langsung bangunan gedung yang baru diresmikan.

Menag menegaskan, pembangunan fisik kampus harus sejalan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Ia berharap STABN Raden Wijaya tidak hanya melahirkan gedung yang megah dan indah secara visual, tetapi juga mencetak lulusan dengan pemikiran yang jernih, berkarakter lembut, serta mampu memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

“Kita akan mencetak kader-kader cendekiawan di sini. Bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar kembali mengajak seluruh elemen masyarakat Wonogiri untuk terus memelihara kerukunan dan kedamaian. Ia menilai stabilitas sosial yang terjaga dengan baik menjadi modal utama pembangunan, termasuk dalam pengembangan pendidikan keagamaan.

Wonogiri, menurut Menag, layak dijadikan rujukan daerah lain dalam merawat toleransi antarumat beragama. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi intelektual yang berpikir terbuka dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Tak hanya itu, Menag juga menyinggung rencana besar transformasi kelembagaan STABN Raden Wijaya. Ia menegaskan, status perguruan tinggi tersebut direncanakan naik dari sekolah tinggi menjadi institut. Namun, prosesnya akan dilakukan secara bertahap dan tidak tergesa-gesa.

“Kami tidak ingin mengkarbit. Kami ingin semuanya berjalan normal dan matang. Karena sesuatu yang dikarbit itu biasanya tidak bertahan lama,” tandasnya.

Selain isu pendidikan, Nasaruddin Umar turut memaparkan konsep ekoteologi yang kini menjadi perhatian Kementerian Agama. Ia menekankan bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa alam, sehingga tidak boleh memperlakukan lingkungan secara semena-mena. Konsep ini diharapkan menjadi bagian integral dalam pengembangan kurikulum dan aktivitas akademik di STABN Raden Wijaya.

Tiga Gedung Baru, Fondasi Menuju Institut

Peresmian tiga gedung baru di STABN Raden Wijaya Wonogiri menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan akademik dan pengembangan institusi. Pembangunan ini tidak sekadar seremoni, melainkan langkah strategis menuju transformasi kelembagaan menjadi Institut Agama Buddha Negeri di masa mendatang.

Adapun tiga gedung yang diresmikan memiliki fungsi berbeda namun saling terintegrasi dalam satu visi besar pengembangan pendidikan Buddhis modern, yakni:

✓ Gedung Adinata — Difungsikan sebagai pusat layanan akademik dan administrasi pendidikan
✓ Gedung Hayam Wuruk — Menjadi pusat kegiatan Fakultas Dharmaduta
✓ Gedung Manjushri — Laboratorium keagamaan sekaligus sentra ekoteologi dan inovasi lingkungan

Ketua STABN Raden Wijaya, Dr Sulaiman, PhD, menjelaskan bahwa pembangunan gedung-gedung tersebut berangkat dari prinsip ajaran Buddha Idappaccayatā Paṭicca Samuppāda, yaitu hukum sebab-akibat yang saling bergantungan.

Menurutnya, kehadiran fasilitas baru ini merupakan hasil dari kebijakan yang tepat, kerja keras kolektif sivitas akademika, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari kolaborasi dan kepercayaan yang dibangun bersama,” ungkapnya.

Kolaborasi Global dan Kesiapan Dunia Kerja

Selain memperkuat infrastruktur, STABN Raden Wijaya Wonogiri juga fokus pada pengembangan program unggulan berbasis praktik dan kolaborasi internasional. Upaya ini diarahkan agar lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja global.

Sejumlah program strategis yang telah dan sedang dikembangkan antara lain:

✓ Internasionalisasi pendidikan melalui studi independen di Zhunglin University, Taiwan, dengan dukungan beasiswa Fo Guang Shan
✓ Program magang industri di hotel bintang lima Taiwan serta magang mengajar di wilayah 3T
✓ Pengembangan ekoteologi dan energi terbarukan melalui pemanfaatan Gedung Manjushri sebagai pusat inovasi daur ulang sampah menjadi energi berbasis teknologi pirolisis

Langkah-langkah ini mempertegas arah STABN Raden Wijaya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang adaptif terhadap tantangan zaman, berwawasan global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, serta jejaring internasional yang terus diperluas, STABN Raden Wijaya Wonogiri kian mantap melangkah menuju perubahan status menjadi institut, sekaligus menjadi simbol kuat toleransi, pendidikan, dan masa depan hijau di Indonesia. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|