Nikmati Masa Pensiun: Tatag Prabawanto Mantan Sekda Sragen Sulap Lahan Mati Jadi Kebun Buah

23 hours ago 5
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto. Foto: Huri Yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kabar mengejutkan datang dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto, usai pensiun Tatag mulai memiliki kesibukan dengan mencoba menghidupkan lahan mati dengan ditanami berbagai pohon buah buahan di Dukuh Sidomulyo, Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Lahan tandus di kawasan tersebut dengan luas 6.000 meter persegi, kini tengah disulap menjadi lahan produktif penghasil buah buahan dan sayuran.
Tatag Prabawanto sedang menulis babak baru dalam hidupnya. Bukan dengan pena dan kertas seperti saat ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, melainkan dengan cangkul dan bibit pohon.

Sejak April 2025, Tatag memutuskan untuk “menyelamatkan” sepetak lahan kritis yang hampir kehilangan nyawanya akibat tren galian C di wilayah Sumberlawang. Dia ingin mengubah tanah yang tadinya gersang menjadi hutan buah yang rimbun, mulai dari alpukat, kelengkeng, hingga pohon zaitun yang legendaris karena ketangguhannya.

“Tanah ini sudah cukup menderita karena terus dikupas dan diambil isinya. Jika kita hanya mengambil tanpa pernah memberi kembali, apa yang tersisa untuk anak cucu nanti,” kata Tatag Prabawanto Rabu (7/1/2026).

Pengabdian pasca-pensiun ini dilakukan seperti rutinitas saat masih menjabat. Setiap hari dia berangkat saat fajar baru menyingsing dan pulang dari kebun miliknya ketika matahari menjelang terbenam.

“Dulu saya melayani masyarakat melalui kebijakan di balik meja. Sekarang, pengabdian saya adalah melayani bumi. Saya ingin membuktikan bahwa tanah yang dianggap ‘rusak’ sekalipun, jika kita sentuh dengan kesabaran dan telaten akan memberi kita kehidupan kembali,” jelasnya.

Hal yang dilakukan Tatag Prabawanto adalah sebuah pengingat keras bagi semua orang bahwa Pelestarian alam seringkali dianggap sebagai proyek besar pemerintah atau organisasi internasional. Padahal tindakan akumulasi dari langkah-langkah kecil di halaman rumah sendiri.

Terjun langsung ke praktek pelestarian alam bukan sekadar tentang menanam pohon, tapi tentang memperbaiki hubungan dengan sumber kehidupan. “Saat kita menanam satu bibit, kita sedang membangun benteng pertahanan melawan bencana, menyediakan oksigen bagi sesama, dan memulihkan ekosistem yang sempat hancur. Sekarang, sudah mulai banyak burung, ada juga kadal dan ular, ya dibiarkan saja datang dengan alami,” ujar Ketua PSI Sragen ini.

Tatag menegaskan jangan menunggu lahan menjadi gurun untuk mulai peduli. Setiap orang tidak perlu menjadi pejabat untuk mulai memperbaiki, hanya perlu menjadi manusia yang tahu berterima kasih pada bumi. Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|