MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) memastikan akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan di Kabupaten Asahan. Saat ini, proses perencanaan pembangunan tengah dipersiapkan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027.
Kepala Dinas BMBKCK Sumatera Utara Chandra Dalimunthe, mengatakan bahwa ruas jalan yang berada di wilayah Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, hingga Kecamatan Air Joman telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan pemerintah provinsi.
Menurutnya, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan tahapan perencanaan teknis sebagai langkah awal sebelum proses pembangunan fisik dilaksanakan. “Memang kita telah usulkan untuk perbaikan jalan itu. Beberapa bulan lagi akan masuk tahap perencanaan untuk pembangunan jalan di sana,” kata Chandra Dalimunthe saat memberikan keterangan, Rabu (24/6/2026).
Chandra menegaskan, rencana perbaikan jalan tersebut bukanlah respons sesaat terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat Asahan beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan bahwa upaya pemetaan dan perbaikan jalan rusak milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menjadi program yang dijalankan sejak lama berdasarkan arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Menurutnya, seluruh ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan telah didata untuk selanjutnya dilakukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Jadi memang bukan karena ada demo kita baru bergerak untuk melakukan perbaikan jalan. Seluruh jalan milik Provinsi Sumut, sebagaimana perintah dari Pak Bobby, memang sudah dipetakan untuk segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Chandra menjelaskan bahwa apabila tidak terjadi kendala maupun kondisi darurat seperti bencana alam yang memerlukan pergeseran anggaran, maka pembangunan jalan di Kabupaten Asahan direncanakan mulai dilaksanakan pada awal tahun depan.
“InshaAllah, jika tidak ada keadaan darurat seperti bencana alam atau hal lainnya, maka awal tahun depan kita sudah mulai bekerja untuk membangun jalan di Kabupaten Asahan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Chandra, gubernur telah memberikan instruksi agar seluruh ruas jalan provinsi yang rusak dapat ditangani secara bertahap dan terukur sehingga hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang. “Jalan-jalan yang rusak memang sudah masuk dalam arahan Pak Gubernur untuk dilakukan perbaikan secara matang. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan akibat akses jalan yang rusak,” jelasnya.
Selain menyiapkan pembangunan jalan di Kabupaten Asahan, Dinas BMBKCK Sumut juga saat ini tengah mempercepat pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur lainnya, termasuk pembangunan jalan di kawasan Sipiongot yang menghubungkan beberapa daerah di Sumatera Utara.
Proyek tersebut dinilai strategis karena akan meningkatkan akses transportasi masyarakat serta mempercepat distribusi barang dan jasa antarwilayah. “Saat ini kita juga tengah mengebut pekerjaan pembangunan jalan di Sipiongot yang menghubungkan beberapa daerah. Ini merupakan harapan Pak Gubernur agar mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” kata Chandra.
Chandra meminta masyarakat Kabupaten Asahan dan daerah lainnya untuk bersabar karena pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Sebelumnya, ratusan warga Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro, Medan, pada Selasa (23/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera merealisasikan perbaikan Jalan Lintas Provinsi yang melintasi Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, hingga Kecamatan Air Joman.
Warga menilai kondisi jalan tersebut telah lama mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan yang maksimal. Sejumlah spanduk berisi kritik dan tuntutan perbaikan jalan turut dibawa peserta aksi sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. (san/ila)
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) memastikan akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan di Kabupaten Asahan. Saat ini, proses perencanaan pembangunan tengah dipersiapkan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027.
Kepala Dinas BMBKCK Sumatera Utara Chandra Dalimunthe, mengatakan bahwa ruas jalan yang berada di wilayah Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, hingga Kecamatan Air Joman telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan pemerintah provinsi.
Menurutnya, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan tahapan perencanaan teknis sebagai langkah awal sebelum proses pembangunan fisik dilaksanakan. “Memang kita telah usulkan untuk perbaikan jalan itu. Beberapa bulan lagi akan masuk tahap perencanaan untuk pembangunan jalan di sana,” kata Chandra Dalimunthe saat memberikan keterangan, Rabu (24/6/2026).
Chandra menegaskan, rencana perbaikan jalan tersebut bukanlah respons sesaat terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat Asahan beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan bahwa upaya pemetaan dan perbaikan jalan rusak milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menjadi program yang dijalankan sejak lama berdasarkan arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Menurutnya, seluruh ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan telah didata untuk selanjutnya dilakukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Jadi memang bukan karena ada demo kita baru bergerak untuk melakukan perbaikan jalan. Seluruh jalan milik Provinsi Sumut, sebagaimana perintah dari Pak Bobby, memang sudah dipetakan untuk segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Chandra menjelaskan bahwa apabila tidak terjadi kendala maupun kondisi darurat seperti bencana alam yang memerlukan pergeseran anggaran, maka pembangunan jalan di Kabupaten Asahan direncanakan mulai dilaksanakan pada awal tahun depan.
“InshaAllah, jika tidak ada keadaan darurat seperti bencana alam atau hal lainnya, maka awal tahun depan kita sudah mulai bekerja untuk membangun jalan di Kabupaten Asahan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Chandra, gubernur telah memberikan instruksi agar seluruh ruas jalan provinsi yang rusak dapat ditangani secara bertahap dan terukur sehingga hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang. “Jalan-jalan yang rusak memang sudah masuk dalam arahan Pak Gubernur untuk dilakukan perbaikan secara matang. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan akibat akses jalan yang rusak,” jelasnya.
Selain menyiapkan pembangunan jalan di Kabupaten Asahan, Dinas BMBKCK Sumut juga saat ini tengah mempercepat pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur lainnya, termasuk pembangunan jalan di kawasan Sipiongot yang menghubungkan beberapa daerah di Sumatera Utara.
Proyek tersebut dinilai strategis karena akan meningkatkan akses transportasi masyarakat serta mempercepat distribusi barang dan jasa antarwilayah. “Saat ini kita juga tengah mengebut pekerjaan pembangunan jalan di Sipiongot yang menghubungkan beberapa daerah. Ini merupakan harapan Pak Gubernur agar mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” kata Chandra.
Chandra meminta masyarakat Kabupaten Asahan dan daerah lainnya untuk bersabar karena pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Sebelumnya, ratusan warga Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro, Medan, pada Selasa (23/6/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera merealisasikan perbaikan Jalan Lintas Provinsi yang melintasi Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, hingga Kecamatan Air Joman.
Warga menilai kondisi jalan tersebut telah lama mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan yang maksimal. Sejumlah spanduk berisi kritik dan tuntutan perbaikan jalan turut dibawa peserta aksi sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. (san/ila)

5 hours ago
4

















































