WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (8/1/2026), membuka kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di daerah. Salah satu ruang kelas di SD Negeri 3 Tempursari dilaporkan ambruk setelah tidak mampu menahan beban akibat guyuran hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat hujan deras mengguyur kawasan Tempursari, struktur bangunan ruang kelas 1 tiba-tiba roboh. Material bangunan berupa atap dan bagian dinding runtuh ke dalam ruangan, membuat kondisi kelas tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh siswa telah pulang ke rumah masing-masing saat ruang kelas ambruk. Meski demikian, dampak kerusakan bangunan ini langsung dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik karena ruang belajar utama tidak bisa lagi difungsikan.
Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah terpaksa mengambil langkah darurat dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar siswa kelas 1 ke ruang perpustakaan. Ruang yang sejatinya digunakan untuk membaca dan literasi kini disulap menjadi kelas sementara agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Kepala SDN 3 Tempursari, Dian Mayasari, membeberkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan ruang perpustakaan dilakukan sebagai solusi sementara di tengah keterbatasan fasilitas. Menurutnya, kondisi tersebut jelas jauh dari ideal, namun pihak sekolah berupaya agar hak belajar siswa tetap terpenuhi.
Pihak sekolah juga bergerak cepat dengan melaporkan kejadian ambruknya ruang kelas tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri. Laporan resmi telah disampaikan sebagai dasar penanganan lanjutan, termasuk perbaikan bangunan dan pengamanan area sekolah agar tidak membahayakan siswa maupun guru.
Menanggapi laporan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri menyatakan telah melakukan langkah awal penanganan. Kerusakan sarana dan prasarana sekolah dasar di Wonogiri memang masih menjadi persoalan besar yang membutuhkan penanganan bertahap dan berkelanjutan.
Data Dinas Pendidikan menunjukkan, dari total sekitar 758 sekolah dasar di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 561 SD terdeteksi mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam, mulai dari rusak sedang hingga rusak berat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan fasilitas pendidikan yang layak dan aman.
Untuk kasus SDN 3 Tempursari, Dinas Pendidikan telah menyiapkan beberapa opsi penanganan. Salah satunya melalui pengamanan sementara bangunan dengan mengoptimalkan penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), agar area sekitar bangunan yang rusak tidak membahayakan aktivitas sekolah.
Selain itu, SDN 3 Tempursari juga telah diusulkan masuk dalam program rehabilitasi bangunan sekolah. Meski kuota rehabilitasi terbatas, sekolah tersebut telah dimasukkan dalam daftar prioritas untuk mendapatkan penanganan perbaikan secara menyeluruh.
Ambruknya ruang kelas ini kembali menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama di daerah yang rawan hujan deras. Keamanan dan kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar menjadi faktor utama yang tidak bisa ditawar, mengingat sekolah adalah tempat anak-anak menimba ilmu setiap hari. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

16 hours ago
5

















































