SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi penodongan diduga menggunakan pistol dialami seorang pengemudi ojek online (ojol) bersama penumpangnya di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Kabupaten Sleman. Insiden tersebut bermula dari tabrakan antara sepeda motor korban dengan sebuah mobil yang datang dari belakang.
Berdasarkan informasi yang beredar, sepeda motor yang dikendarai driver ojol melaju normal dan tidak berada di tengah jalan. Namun, kendaraan roda dua itu tiba-tiba ditabrak mobil hingga korban terjatuh ke aspal.
Pengemudi mobil sempat turun dari kendaraannya. Akan tetapi, bukan untuk memberikan pertolongan. Situasi justru memanas setelah korban diduga mendapat ancaman menggunakan senjata api.
“Justru terjadi makian, intimidasi dengan pistol, bentakan, bahkan diludahi (ke arah korban),” tulis keterangan yang beredar, dikutip dari akun Facebook @Informasi Yogyakarta dengan sumber Azizah Putri Ayu via ICJ.
Tak lama kemudian, seorang perempuan berjilbab yang berada di dalam mobil ikut turun. Ia disebut ikut memarahi korban sambil merokok serta mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas.
Korban yang diketahui bernama Ahmad mengaku mengalami luka sekaligus trauma akibat peristiwa tersebut. Ia menyebut tidak sempat merekam kejadian karena takut terhadap ancaman yang diterima.
“Mohon maaf, tidak sempat merekam video karena takut adanya ancaman. Saya hanya bisa mengambil satu foto sebagai dokumentasi,” jelasnya.
Ciri-ciri terduga pelaku yang disampaikan korban yakni sepasang pria dan perempuan berkacamata. Perempuan berjilbab bertubuh gemuk, sedangkan pria berambut pendek dengan perut gemuk. Keduanya menggunakan sebuah mobil saat kejadian.
Menanggapi kabar tersebut, Polresta Sleman menyatakan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Kasihumas Polresta Sleman, AKP Salamun, mengatakan petugas gabungan telah menyusuri area Jalan Palagan untuk memastikan informasi yang beredar.
“Polsek Ngaglik dibackup Satlantas dan Samapta Polresta Sleman melakukan pengecekan TKP (Tempat Kejadian Perkara) disepanjang jalan Palagan. Namun tidak diketemukan kejadian tersebut,” kata AKP Salamun, Kamis (15/1/2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian juga belum menerima laporan resmi dari korban terkait insiden tersebut.
“Sampai sekarang juga belum ada laporan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Ojol Yogyakarta Bergerak, Rie Rahmawati, membenarkan adanya informasi mengenai peristiwa tersebut yang ramai dibicarakan. Ia mengatakan pihaknya masih berupaya melacak keberadaan pengemudi ojol yang diduga menjadi korban.
“Belum (laporan). Sampai saat ini kami dan teman teman driver lain masih mencari keberadaan korban,” ungkapnya.
Peristiwa dugaan penodongan ini kemudian menjadi perhatian publik setelah narasinya menyebar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran soal keamanan pengemudi ojol di jalan raya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 day ago
8


















































