TEFLIN Gandeng UNS dan Universitas Bengkulu Bekali Guru Bahasa Inggris Hadapi TKA Lewat Pelatihan Hybrid

10 hours ago 6
Narasumber dan peserta berfoto bersama usai kegiatan Training of Trainers (ToT) Leveraging Students' English Competencies yang diselenggarakan TEFLIN Divisi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Bengkulu. Khusus di Kota Solo, kegiatan tersebut berlangsung di SMKN 6 Surakarta, Selasa (28/7/2026) | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Upaya meningkatkan kompetensi guru bahasa Inggris dalam menghadapi implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) “Leveraging Students’ English Competencies” yang diselenggarakan The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Bengkulu, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang digelar secara hybrid itu  berlangsung serentak di SMKN 6 Surakarta dan Bengkulu, sehingga memungkinkan guru dari dua wilayah itu mengikuti pelatihan dalam waktu bersamaan. Program tersebut merupakan inisiatif TEFLIN Divisi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan profesionalisme pendidik bahasa Inggris di Indonesia.


Suasana Training of Trainers (ToT) Leveraging Students’ English Competencies yang digelar secara hybrid oleh TEFLIN Divisi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Bengkulu, Selasa (28/7/2026). Melalui konferensi video, peserta di Surakarta dan Bengkulu mengikuti sesi pelatihan secara bersamaan untuk memperkuat strategi pembelajaran bahasa Inggris serta pendalaman materi Tes Kemampuan Akademik (TKA) | Foto: Istimewa

Pelaksanaan kegiatan juga menggandeng MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Surakarta dan MGMP Bahasa Inggris SMK Kabupaten Karanganyar. Sekitar 40 guru dari Solo Raya dan Bengkulu tercatat mengikuti pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi pengajaran bahasa Inggris, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran sekaligus persiapan TKA.

Empat narasumber dari berbagai perguruan tinggi hadir membagikan pengalaman dan strategi pembelajaran. Mereka adalah Dr. Nur Arifah Drajati, M.Pd. dan Dr. Sri Haryati, M.Pd. dari UNS, Dr. Syafryadin, M.Pd. dari Universitas Bengkulu, serta Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd. dari UIN Raden Fatah Palembang.


Peserta mengikuti rangkaian Training of Trainers (ToT) Leveraging Students’ English Competencies yang diselenggarakan secara hybrid oleh TEFLIN Divisi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Bengkulu, Selasa (28/7/2026). Pelatihan ini mempertemukan guru bahasa Inggris dari berbagai daerah untuk memperkuat strategi pembelajaran serta meningkatkan kompetensi dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) | Foto: Istimewa

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai strategi pembelajaran bahasa Inggris yang berorientasi pada peningkatan kompetensi siswa, khususnya keterampilan membaca dan penyusunan soal yang relevan dengan karakteristik TKA. Selain memperoleh materi seminar, peserta juga mendapatkan e-sertifikat serta kesempatan memperluas jejaring profesional dengan guru dan dosen dari berbagai daerah.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai kesan yang disampaikan setelah mengikuti workshop. Banyak guru mengaku memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Eny Rahmawati, salah satu peserta,  menyebut workshop tersebut sangat membantu meningkatkan pemahaman guru terhadap indikator soal TKA sehingga dapat disampaikan kepada peserta didik secara lebih tepat.


Layar konferensi video menampilkan peserta dari berbagai daerah yang mengikuti Training of Trainers (ToT) Leveraging Students’ English Competencies secara hybrid, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan TEFLIN Divisi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Bengkulu ini menjadi wadah berbagi strategi pembelajaran bahasa Inggris serta penguatan kompetensi guru dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Hal senada disampaikan Himawan Adi. Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru mengenai penyusunan soal berbasis bacaan yang dapat langsung diaplikasikan di sekolah. Ia berharap kegiatan serupa dapat diadakan lagi menjadi agenda rutin.

Peserta yang lain, Ismi Puji Hastuti juga menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan guru SMK saat ini. Baginya, pembahasan mengenai strategi pembelajaran membaca menjadi bekal penting dalam mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi TKA.

Pada kesempatan yang sama, peserta lainnya, Erma Nurhayati Firdaus, mengaku memperoleh banyak manfaat, terutama terkait penyusunan soal TKA. Ia berharap pelatihan seperti ini dapat terus diselenggarakan karena memberikan dampak nyata bagi guru.

Apresiasi serupa datang pula dari Dewi Yunianti, guru SMK Negeri Jatipuro. Ia mengatakan workshop tersebut membuat guru memahami lebih rinci karakteristik dan jenis-jenis soal TKA yang sebelumnya belum banyak diketahui.

Neni Komandi Setyowati dari SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar menilai materi yang diberikan sangat berguna untuk membantu guru menjelaskan bentuk-bentuk soal TKA kepada siswa di kelas.

Sementara itu, Anastasia Dhian Maulana Sari dari SMK YP Colomadu mengaku mendapatkan banyak inspirasi dan strategi pembelajaran baru yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.


Peserta dan narasumber berfoto bersama usai mengikuti Training of Trainers (ToT) Leveraging Students’ English Competencies yang diselenggarakan TEFLIN Divisi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Bengkulu.  Khusus di Kota Solo, kegiatan tersebut berlangsung di SMKN 6 Surakarta, Selasa (28/7/2026)  | Foto :  Istimewa

Sejumlah peserta lainnya, seperti Alfin Amaliah Zahroh, Nurhidayati, Siti Arifatun Nisak, Yuliana Happy, Wening Handayani, Hartuti, Risti Nur Imansari, hingga Kristyaningsih, juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop. Mereka menilai materi yang disampaikan praktis, inspiratif, komprehensif, serta berharap TEFLIN kembali mengadakan pelatihan lanjutan, khususnya untuk mendukung peningkatan kompetensi guru SMK.

Melalui kegiatan tersebut, TEFLIN berharap kolaborasi lintas institusi dan lintas daerah yang melibatkan Kota Solo  dan Bengkulu dapat terus berlanjut. Jejaring profesional yang terbangun diharapkan mampu memperkuat kualitas pengajaran bahasa Inggris di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja.  [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|