Unik, Ada Festival Bothok di Selogiri, Makna Filosofis di Balik Bungkusan Daun Pisang itu Bikin Merinding!

8 hours ago 5
BothokFestival bothok Selogiri memperingati Hari Kartini 2026. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peringatan Hari Kartini tahun ini di Kecamatan Selogiri Wonogiri benar-benar beda dari biasanya. Bukan sekadar seremoni, suasana di GOR Desa Pule mendadak panas oleh kreativitas dan aroma masakan tradisional yang menggoda.

Pemerintah Kecamatan Selogiri bersama TP PKK Kecamatan Selogiri menggelar “Festival Bothok” Selasa (21/04/2026), dan hasilnya: meriah, penuh makna, sekaligus bikin publik tersentak.

Camat Selogiri, Fredy Sasono, tidak menutup-nutupi tujuan besar di balik acara ini. Ia menegaskan festival ini bukan cuma soal dapur dan masak-memasak, tapi punya misi lebih dalam.

“Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi memasak, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya pangan lokal,” tegasnya.

Ledakan antusiasme langsung terlihat dari jumlah peserta. Sedikitnya 22 tim ikut ambil bagian, datang dari berbagai unsur di wilayah Selogiri. Mereka tidak sekadar hadir, tapi benar-benar menunjukkan totalitas dalam setiap olahan bothok yang disajikan.

Peserta yang turun gelanggang antara lain:
✓ TP PKK Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Selogiri
✓ UPTD Puskesmas Selogiri
✓ Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD)
✓ Perwakilan instansi pendidikan dan sekolah

Pilihan bothok sebagai menu utama ternyata bukan asal tunjuk. Di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan filosofi yang dalam dan jarang disadari banyak orang.

“Bothok dipilih karena mencerminkan kebersamaan dan kesederhanaan. Bahan-bahan yang menyatu dalam bungkusan daun pisang menggambarkan harmoni, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Kartini yang menjunjung tinggi persatuan dan martabat dalam kesederhanaan,” ujar salah satu penyelenggara di sela-sela acara.

Justru di titik ini letak kekuatannya. Saat kuliner modern makin mendominasi, festival ini seperti tamparan halus bahwa warisan leluhur tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Bothok bukan sekadar makanan, tapi identitas—dan Selogiri berhasil mengangkatnya kembali ke permukaan dengan cara yang tidak membosankan.

Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini juga jadi ajang silaturahmi yang terasa hangat. Antarinstansi saling berbaur, melebur dalam suasana khas Hari Kartini yang penuh keakraban, tanpa sekat formalitas.

Penilaian dari dewan juri pun tidak main-main. Mereka menguji setiap hidangan dari berbagai aspek:
• Cita rasa yang kuat dan khas
• Kreativitas dalam penyajian
• Kebersihan dan kerapian

Hasilnya? Bukan cuma pemenang yang jadi sorotan, tapi seluruh peserta yang berhasil membuktikan bahwa kuliner tradisional masih punya tempat istimewa—bahkan bisa tampil lebih “nendang” dibanding tren kekinian.

Festival Bothok Selogiri ini jadi bukti satu hal: ketika tradisi dikemas dengan cara yang tepat, hasilnya bukan hanya ramai, tapi juga membekas. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|