Universitas Murni Teguh meresmikan Fakultas Kedokteran yang terdiri atas Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi di Auditorium Universitas Murni Teguh, Jalan Kapten Batu Sihombing, Medan Estate, Jumat (26/6/2026).
Acara yang dihadiri ratusan undangan dari berbagai unsur pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan mitra kerja sama itu merupakan tindak lanjut atas terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 598/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi pada Universitas Murni Teguh yang diselenggarakan oleh Yayasan Tapeumulia Bangsa.
Ketua Pembina Yayasan Tapeumulia Bangsa, Tjhin Ten Chun, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Yayasan Tapeumulia Bangsa untuk mengelola Fakultas Kedokteran.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui pendidikan kedokteran berkualitas. “Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan pasien. Karena itu, kami tidak hanya mencetak dokter yang kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki empati, kepemimpinan, kemampuan sumber daya manusia yang baik, serta mampu mengikuti perkembangan digitalisasi,” ujarnya dalam press conference ceremony usai peresmian tersebut.
Ia menambahkan, Universitas Murni Teguh akan mencetak dokter-dokter yang memiliki kompetensi tinggi melalui kolaborasi dengan berbagai rumah sakit pendidikan serta institusi pendidikan kedokteran di dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa Dr dr Mutiara, MHA, MKT, mengatakan kebutuhan dokter di Indonesia masih sangat besar. Rasio dokter yang masih sekitar 0,45 dokter untuk seribu penduduk jauh di bawah standar ideal 1 dokter untuk 1.000 penduduk membuat pemerintah terus mendorong pembukaan Fakultas Kedokteran yang memenuhi standar mutu.
Oleh karena itu, lanjutnya, Murni Teguh University ingin menghasilkan dokter yang tidak hanya menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan sains yang kuat, inovatif dalam digitalisasi dan Artificial Intelligence, serta memahami konsep precision medicine.
“Murni Teguh memiliki keunggulan di bidang pelayanan jantung dan kanker. Karena itu kami ingin menghasilkan dokter-dokter yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Walaupun masih menempuh pendidikan sarjana, tetapi kita ingin mahasiswa kedokteran kita sudah mulai diperkenalkan dengan dua penyakit tersebut,” katanya.
Ia juga menjelaskan, Universitas Murni Teguh didukung dokter-dokter pakar di berbagai bidang dan telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan layanan kesehatan di Amerika Serikat, India, Belanda, Taiwan, Singapura serta sejumlah negara lainnya. “Banyak para pakar dan dosen-dosen kita lulusan luar negeri,” ungkapnya.
Anggota Pengurus Yayasan Tapeumulia Bangsa, dr Sharon Hanny Angel, MRes, MPM, MARS, mengatakan banyak dokter yang ingin bergabung sebagai tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Murni Teguh. Namun, seluruh dosen akan melalui proses seleksi yang ketat sehingga benar-benar memenuhi standar kualitas. “Kami ingin dosen yang benar-benar berkualitas. Kami juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, 11 Rumah Sakit yang dimiliki Murni Teguh akan menjadi wadah besar bagi lulusan Fakultas Kedokteran. Meski demikian, setiap lulusan tetap harus melalui proses seleksi yang ketat, seperti uji kompetensi, psikologi bahkan mengacu pada standar internasional agar menghasilkan dokter-dokter terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.”Kita ingin mendapatkan gen-gen yang berkompeten dalam proses seleksi tersebut,” tegasnya.
Sedangkan Rektor Universitas Murni Teguh Prof Seriga Banjarnahor, PhD, menjelaskan perjalanan Universitas Murni Teguh hingga memiliki Fakultas Kedokteran. Ia mengatakan pada 2017 Yayasan Tapeumulia Bangsa mengelola Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan serta perguruan tinggi di Pematangsiantar yang memiliki program studi Manajemen dan Akuntansi.
Selanjutnya pada 2023 institusi tersebut resmi bertransformasi menjadi Universitas Murni Teguh dengan membuka sejumlah program sarjana, yakni Fisioterapi, Hukum dan Manajemen. “Tahun 2025 kami mengajukan pembukaan Fakultas Kedokteran. Namun sebenarnya seluruh persiapan sudah kami rancang jauh sebelumnya. Akhirnya pada 2 Mei 2026 kami memperoleh izin operasional membuka Fakultas Kedokteran,” ujarnya.
Saat ini Universitas Murni Teguh telah memiliki 11 program studi dan terus mengembangkan kualitas pendidikan melalui dosen profesional, laboratorium modern serta sarana pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi.
Seriga menambahkan Fakultas Kedokteran Universitas Murni Teguh didukung sumber daya manusia yang berkualitas, laboratorium terkini, prasarana kampus modern, serta jaringan 11 rumah sakit Murni Teguh Group yang tersebar di Medan, Pematangsiantar, Pekanbaru, Jakarta, Bandung dan Bali. Dalam waktu dekat, Murni Teguh Group juga akan membuka rumah sakit baru bertaraf internasional di Kota Medan.
Sedangkan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Murni Teguh, dr Erwin Handoko, MEd, PhD, menegaskan proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik klinis. “Kami memiliki sebelas rumah sakit dengan sarana dan prasarana yang sangat memadai sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif. Harapannya, ketika lulus masyarakat langsung percaya terhadap kualitas dokter lulusan Universitas Murni Teguh,” ujarnya.
Pada tahun akademik pertama, Fakultas Kedokteran membuka kuota untuk 50 mahasiswa. Universitas juga menyediakan berbagai program beasiswa, di antaranya beasiswa senilai Rp40 juta, potongan 20 persen uang kuliah bagi pendaftar pertama mulai 3 Juli 2026, serta beasiswa prestasi hingga 40 persen.
Untuk memenuhi standar pembukaan Fakultas Kedokteran, Universitas Murni Teguh telah menyiapkan 26 dosen, terdiri atas 14 dosen Program Sarjana dan 12 dosen Program Profesi Dokter. Meski Program Profesi baru akan berjalan sekitar empat tahun mendatang, seluruh tenaga pengajar telah dipersiapkan sejak awal. “Kami juga didukung penuh oleh yayasan dalam mengembangkan Fakultas Kedokteran sehingga seluruh persyaratan telah dipenuhi,” kata Erwin.
Ia menegaskan Fakultas Kedokteran Universitas Murni Teguh siap menghasilkan lulusan dokter yang unggul dalam bidang promotif, preventif, serta deteksi dini onkologi.
Sementara itu, dalam peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Murni Teguh, Martua Sitorus yang hadir sebagai tamu kehormatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Universitas Murni Teguh dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. (ila)

4 hours ago
2

















































