Unpri Gelar Talkshow Kewirausahaan: Dorong Mahasiswa jadi Entrepreneur

3 hours ago 4

Dalam upaya mendorong mahasiswa menjadi entrepreneur, Career Entrepreneurship Development Centre Universitas Prima Indonesia (CEDC Unpri) menggelar talkshow kewirausahaan dengan menghadirkan narasumber sejumlah pengusaha, Kamis (25/6). Kegiatan ini diikuti seribu mahasiswa yang menjadi peserta talkshow tersebut.

Dalam pertemuan di Main Hall Lantai 10 kampus tersebut, Rektor Unpri Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes diwakili Wakil Rektor III Unpri Refi Ikhtiari, M.Sc, Ph.D menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga perusahaan.

MoU dengan PT. Adarista Amita Sintesa Azizan ditandatangani Khair S.H, M.Kn (direktur yang juga dewan pengurus Japnas Sumut), PT. Bintang Tiga Jaya ditandatangani Susilawati (direktur utama) dan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut ditandatangani Saidul Alam, S.S, M.I.Kom (ketua).

Talkshow kewirausahaan tampil sebagai pembicara pertama Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Medan Ryalsyah Putra, S.E, M.Si dengan moderator Dede Ansyari Guci, M.Sc, Ph.D (dosen FEB Unpri). Ryalsyah Putra, S.E, M.Si pun memaparkan bagaimana menyusun strategi membangun bisnis.

“Jelas dulu apa visi dan misi kita. Saya berharap visi mahasiswa Unpri jangan hanya ingin mendapatkan lapangan kerja. Tapi juga bisa berwirausaha yang pada akhirnya akan membuka lapangan kerja baru. Bergabunglah dengan komunitas yang positif. Seperti komunitas bisnis dan komunitas investasi supaya mandiri,” ujarnya.

Pembicara kedua, Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Sumut Erwin Bumi S.E, M.M diwakili Zulham Effendi S.T, M.Sc, Eng (direktur Badan Otonomi inkubasi bisnis dan pembinaan wirausaha). Ia menjelaskan tentang skala usaha dengan jejaring nasional dari Usaha Kecil Menengah (UKM) ke pasar yang lebih luas.

“Mulailah dari keberanian bermimpi alias menentukan visi atau arah yang mau kita tuju. Lalu lakukan misi atau aksi tindak lanjut dari mimpi itu. Lakukan kolaborasi dengan berbagai pihak atau jejaring yang lebih luas,” rincinya.

Dalam kesempatan ini
Dede Ansyari Guci, M.Sc, Ph.D, alumni pendidikan strata 3 dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Dede Ansyari Guci, M.Sc, Ph.D bertanya perihal kebanyakan mahasiswa takut gagal ketika mau buka usaha?

Ryalsyah Putra, S.E, M.Si mengakui bahwa buka usaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Buka usaha itu butuh semangat tinggi. Semangat untuk maju. Semangat menghadapi tantangan.

Termasuk semangat menerima hasil (untung atau rugi). Kalau sudah punya semangat itu, lanjutnya, optimis mahasiswa yang buka usaha itu akan berhasil. Karena memang tidak ada yang berhasil secara instan ketika buka usaha. “Mulailah buka usaha kecil-kecilan. Nanti ketika buka usaha besar sudah tahan banting,” teganya.

Ketua BPC Hipmi Medan menegaskan bahwa anggota Hipmi Medan punya mental baja, banyak belajar dari pengalaman anggota lainnya. Hipmi, menurutnya, membuka banyak akses dan pemikiran dari anggota yang sudah berhasil dan eksis.

“Inilah perlunya jaringan. Yang pada akhirnya bisa melakukan kerja sama bisnis dengan anggota HIPMI lainnya. Ini yang membantu kita terus berkembang dan saling membesarkan,” ujarnya.

Pada talkshow ini, Ryalsyah Putra, S.E, M.Si mengajukan tantangan kepada mahasiswa Unpri untuk membuka usaha F&B dengan mentornya adalah pengusaha F&B anggota Hipmi Kota Medan yang sudah sukses. Atau melakukan magang penyesuaian (apakah magang bersertifikat atau magang berdampak) atau dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa buat job fair yang lebih meriah.

Ditanya Dede Ansyari soal sikap adaptif buka usaha khususnya terhadap era digital, direktur Badan Otonomi Inkubasi Bisnis dan Pembinaan Wirausaha Japnas Sumut mengingatkan bahwa mau tak mau, siap tidak siap, harus siap beradaptasi dengan teknologi informasi.

“Mau pakai platform apapun yang penting tahu jelas segmen pasar dari usahanya. Misal di daerah tertentu sukanya menggunakan sosmed IG, ya jangan lagi promosi disana menggunakan aplikasi lain. Tim marketing kita dorong sesuai dengan platform yang disukai. Kemudian kita konsisten disertai dengan hospitality,” ungkapnya.

Soal implementasi sinergi Unpri dengan Japnas Sumut juga ditanyakan Dede Ansyari Guci, M.Sc, Ph.D. Pemateri kedua ini mengatakan bahwa mahasiswa bisa magang bisnis di berbagai perusahaan anggota Japnas Sumut. Bisa juga mengadakan workshop bisnis dalam enam bulan sambil kuliah yang dimentori oleh anggota Japnas Sumut.

Misal mahasiswa Unpri membuka usaha sambil dimentori anggota Japnas Sumut. Risiko gagal itu tetap ada, tapi kecil. Untuk itu mahasiswa jangan fokus pada hasil dulu, tapi fokus dulu pada prosesnya. Dalam proses itu kita akan dihadapkan pada sejumlah opsi.

“Ini akan melatih mindset mahasiswa. Misal kita berada di hutan dalam suasana caos, kita ditawari senjata, makanan dan harapan. Pakai senjata dan harapan bisa hidup walaupun tak ada makanan. Makan tanpa senjata tapi ada harapan juga bisa hidup. Jadi asal ada harapan kita bisa hidup, asal ada harapan kita bisa buka usaha dengan baik,” katanya.

Sejumlah mahasiswa yang memadati acara tersebut, khususnya mahasiswa FEB Unpri juga mengajukan pertanyaan seputar kewirausahaan dan modal yang dibutuhkan untuk buka usaha.

Ditempat terpisah Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Unpri Prof. Dr. Tommy Leonard, M.Kn mengatakan sangat mendukung acara tersebut. Sebab wirausaha merupakan sarana efektif bagi mahasiswa khususnya mahasiswa Unpri untuk mempraktikkan ilmu, melatih kemampuan pemecahan masalah dan membangun kemandirian finansial.

Informasi lebih lanjut mengenai program akademik Unpri dapat diakses melalui website: www.unprimdn.ac.id. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|