Usai Dikritik Dino Patti Djalal, Prabowo Akhirnya Terima Kredensial Dubes yang Berbulan-bulan Menunggu  

17 hours ago 8
Anis Matta | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah sempat menjadi sorotan karena sejumlah duta besar asing harus menunggu berbulan-bulan untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto, prosesi yang dinanti tersebut akhirnya terlaksana pada Senin (8/6/2026). Namun berbeda dari biasanya, acara berlangsung secara tertutup dan tidak dapat disaksikan langsung oleh media.

Sedikitnya delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara sahabat menyerahkan surat kredensial atau letter of credence kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta. Penyerahan surat kepercayaan itu menjadi tahapan penting sebelum para diplomat tersebut dapat menjalankan tugasnya secara resmi di Indonesia.

Prosesi kali ini menarik perhatian karena sebelumnya muncul kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Ia menyoroti lamanya antrean calon duta besar asing yang belum memperoleh kesempatan menyerahkan kredensial kepada Presiden RI. Menurut Dino, sedikitnya 17 calon duta besar telah menunggu selama berbulan-bulan sejak tiba di Indonesia.

Meski akhirnya digelar, pelaksanaan acara justru dilakukan secara tertutup. Wartawan tidak diperkenankan meliput langsung jalannya prosesi sebagaimana lazim terjadi pada kegiatan serupa sebelumnya.

Bahkan, siaran langsung yang sempat dijadwalkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden sekitar pukul 12.30 WIB tidak pernah terlaksana. Tautan siaran yang telah muncul sebelumnya diketahui dihapus sebelum acara dimulai.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan tidak ada hal khusus di balik keputusan tersebut. Menurutnya, penutupan acara dilakukan karena pertimbangan teknis.

“(Acara tertutup) itu biasa saja, tidak ada yang istimewa di situ,” kata Anis usai acara.

Ia menjelaskan para duta besar tetap mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan Presiden Prabowo dalam forum tersebut. Pertemuan berlangsung bersamaan setelah prosesi penyerahan surat kepercayaan dilakukan.

Menurut Anis, Presiden juga sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para duta besar karena proses penyerahan kredensial baru bisa dilaksanakan saat ini. Selama beberapa bulan terakhir, jadwal antara Presiden dan para diplomat disebut belum menemukan waktu yang sesuai.

Delapan negara yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden pada kesempatan itu berasal dari Filipina, Sri Lanka, Republik Ceko, Yunani, Korea Selatan, Palestina, Lebanon, dan Saint Lucia.

Penyerahan kredensial terakhir sebelumnya berlangsung pada 7 November 2025. Saat itu acara digelar secara terbuka dan dihadiri 12 duta besar dari berbagai negara, termasuk Polandia, Irlandia, Kuwait, dan Spanyol.

Sejak pelaksanaan terakhir tersebut, tidak ada lagi agenda penerimaan surat kepercayaan bagi duta besar negara sahabat hingga akhirnya digelar kembali pada Senin kemarin.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah memastikan bahwa para duta besar asing yang masih menunggu giliran memang akan segera dijadwalkan bertemu Presiden untuk menyerahkan kredensial mereka.

Menurut Sugiono, para diplomat tersebut datang ke Indonesia pada waktu yang berbeda-beda sehingga proses administrasi dan penjadwalannya juga berlangsung secara bertahap. Ia menegaskan keterlambatan penyerahan surat kepercayaan tidak mengganggu hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara yang bersangkutan.

“Yang pasti, substansi dari kerja sama bilateral tetap berjalan,” ujar Sugiono.

Ia juga memastikan komunikasi antara pemerintah Indonesia dengan para duta besar yang masih menunggu penyerahan kredensial selama ini tetap berlangsung dengan baik melalui berbagai jalur diplomatik yang tersedia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|