BPJPN Jayapura Pastikan Aliran Air Box Culvert Skyland Aman

18 hours ago 10

​JAYAPURA – Pemasangan box culvert di kawasan Skyland, tepatnya sekitar Tugu Theys, diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengendalikan debit air hujan sekaligus mencegah potensi longsor susulan. Namun, muncul kekhawatiran dari warga terkait dampak aliran air tersebut terhadap potensi luapan drainase maupun banjir di kawasan pemukiman yang berada di bagian bawah proyek.

  Menjawab kekhawatiran masyarakat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura memberikan penjelasan mendetail mengenai kondisi teknis di lapangan serta skema pengalihan dan antisipasi luapan air yang telah dirancang.

   Pihak BPJN Jayapura mengonfirmasi bahwa tepat di bawah area pemasangan box culvert baru memang terdapat alur pembuangan air alami. Sekalipun di lokasi tersebut sebenarnya sudah terdapat saluran gorong-gorong lama, ukurannya terbukti tidak memadai saat menghadapi lonjakan volume air dari bagian hulu.

   Keterbatasan kapasitas gorong-gorong eksisting tersebut diakui menjadi pemicu utama musibah bencana longsor yang sempat memutus sebagian bahu jalan utama Abepura-Skyland pada akhir tahun lalu.

  “Di bawah pasangan box culvert ada aliran air. Tidak jauh dari box culvert sudah ada gorong-gorong, namun dimensinya tidak cukup menampung aliran air dari bagian hulu box culvert,” ungkap PPK Balai Pelaksanaan Jalan Papua (BPJN) Jayapura, Zuananda Azami, menjelaskan evaluasi teknis penyebab longsoran terdahulu, Selasa (8/9).

   Zuananda memaparkan bahwa ketika curah hujan tinggi terjadi di wilayah hulu, gorong-gorong lama tidak mampu menyerap seluruh debit air secara optimal. Akibatnya, air melimpah ke permukaan aspal dan mengikis struktur penahan jalan secara masif.

  Proses pengikisan oleh air yang berlangsung terus-menerus itulah yang akhirnya merusak kestabilan tanah hingga mengakibatkan bahu jalan ambrol dan memicu longsoran besar.

​JAYAPURA – Pemasangan box culvert di kawasan Skyland, tepatnya sekitar Tugu Theys, diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengendalikan debit air hujan sekaligus mencegah potensi longsor susulan. Namun, muncul kekhawatiran dari warga terkait dampak aliran air tersebut terhadap potensi luapan drainase maupun banjir di kawasan pemukiman yang berada di bagian bawah proyek.

  Menjawab kekhawatiran masyarakat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura memberikan penjelasan mendetail mengenai kondisi teknis di lapangan serta skema pengalihan dan antisipasi luapan air yang telah dirancang.

   Pihak BPJN Jayapura mengonfirmasi bahwa tepat di bawah area pemasangan box culvert baru memang terdapat alur pembuangan air alami. Sekalipun di lokasi tersebut sebenarnya sudah terdapat saluran gorong-gorong lama, ukurannya terbukti tidak memadai saat menghadapi lonjakan volume air dari bagian hulu.

   Keterbatasan kapasitas gorong-gorong eksisting tersebut diakui menjadi pemicu utama musibah bencana longsor yang sempat memutus sebagian bahu jalan utama Abepura-Skyland pada akhir tahun lalu.

  “Di bawah pasangan box culvert ada aliran air. Tidak jauh dari box culvert sudah ada gorong-gorong, namun dimensinya tidak cukup menampung aliran air dari bagian hulu box culvert,” ungkap PPK Balai Pelaksanaan Jalan Papua (BPJN) Jayapura, Zuananda Azami, menjelaskan evaluasi teknis penyebab longsoran terdahulu, Selasa (8/9).

   Zuananda memaparkan bahwa ketika curah hujan tinggi terjadi di wilayah hulu, gorong-gorong lama tidak mampu menyerap seluruh debit air secara optimal. Akibatnya, air melimpah ke permukaan aspal dan mengikis struktur penahan jalan secara masif.

  Proses pengikisan oleh air yang berlangsung terus-menerus itulah yang akhirnya merusak kestabilan tanah hingga mengakibatkan bahu jalan ambrol dan memicu longsoran besar.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|