Wali Kota Soroti Kebocoran PAD dan Pangkas Birokrasi Penagihan

6 hours ago 9

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi perangkat daerah (OPD) kolektor dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukanlah sebuah prestasi, melainkan standar kinerja yang wajib dipenuhi.

  Menurut Abisai, prestasi baru dapat disebut sebagai pencapaian apabila realisasi PAD mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Karena itu, seluruh OPD kolektor diminta tidak berhenti bekerja hanya karena target PAD telah tercapai.

  Hal tersebut disampaikan Abisai saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PAD Pemerintah Kota Jayapura yang berlangsung di Hotel Horizon Kotaraja, Selasa (8/9). “Kalau capai target itu bukan prestasi. Itu standar yang memang harus kita capai. Prestasi itu kalau kita bisa melebihi target,” tegas Abisai.

  Ia meminta seluruh OPD yang memiliki tugas sebagai kolektor PAD agar tidak hanya bekerja untuk memenuhi angka target. Setiap potensi pendapatan daerah yang tersedia harus digali dan dikelola secara maksimal sesuai ketentuan.

   Abisai juga menyoroti potensi kebocoran PAD yang masih dapat terjadi. Menurutnya, pengawasan dan proses penarikan PAD harus dilakukan secara tertib dan transparan agar tidak ada penerimaan yang seharusnya masuk ke kas daerah justru tidak tertagih.

  “Yang paling penting adalah pengawasan dan penarikan harus tertib. Jangan sampai ada potensi yang seharusnya menjadi pendapatan daerah, tetapi justru tidak masuk,” ujarnya.

  Ia menegaskan, ketika OPD telah mencapai target PAD, bukan berarti tugasnya selesai. Jika masih terdapat potensi pendapatan yang dapat digali, OPD harus terus berupaya meningkatkannya.

   Dalam Rakor tersebut, Abisai juga meminta agar perkembangan realisasi PAD setiap OPD ditampilkan secara tertib dan transparan. Persentase capaian masing-masing OPD harus dapat diketahui sehingga terlihat mana yang belum mencapai target, sudah mencapai target maupun telah melampaui target.

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi perangkat daerah (OPD) kolektor dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukanlah sebuah prestasi, melainkan standar kinerja yang wajib dipenuhi.

  Menurut Abisai, prestasi baru dapat disebut sebagai pencapaian apabila realisasi PAD mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Karena itu, seluruh OPD kolektor diminta tidak berhenti bekerja hanya karena target PAD telah tercapai.

  Hal tersebut disampaikan Abisai saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PAD Pemerintah Kota Jayapura yang berlangsung di Hotel Horizon Kotaraja, Selasa (8/9). “Kalau capai target itu bukan prestasi. Itu standar yang memang harus kita capai. Prestasi itu kalau kita bisa melebihi target,” tegas Abisai.

  Ia meminta seluruh OPD yang memiliki tugas sebagai kolektor PAD agar tidak hanya bekerja untuk memenuhi angka target. Setiap potensi pendapatan daerah yang tersedia harus digali dan dikelola secara maksimal sesuai ketentuan.

   Abisai juga menyoroti potensi kebocoran PAD yang masih dapat terjadi. Menurutnya, pengawasan dan proses penarikan PAD harus dilakukan secara tertib dan transparan agar tidak ada penerimaan yang seharusnya masuk ke kas daerah justru tidak tertagih.

  “Yang paling penting adalah pengawasan dan penarikan harus tertib. Jangan sampai ada potensi yang seharusnya menjadi pendapatan daerah, tetapi justru tidak masuk,” ujarnya.

  Ia menegaskan, ketika OPD telah mencapai target PAD, bukan berarti tugasnya selesai. Jika masih terdapat potensi pendapatan yang dapat digali, OPD harus terus berupaya meningkatkannya.

   Dalam Rakor tersebut, Abisai juga meminta agar perkembangan realisasi PAD setiap OPD ditampilkan secara tertib dan transparan. Persentase capaian masing-masing OPD harus dapat diketahui sehingga terlihat mana yang belum mencapai target, sudah mencapai target maupun telah melampaui target.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|