WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengujung tahun 2025 jadi momen panas di lingkaran birokrasi Wonogiri. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno resmi menggelar mutasi besar-besaran, Rabu (31/12/2025). Bukan mutasi kaleng-kaleng, ratusan pejabat dari level eselon II hingga struktural di bawahnya ikut masuk dalam gerbong perombakan.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat arah pemerintahan Wonogiri lima tahun ke depan. Mutasi dilakukan di awal masa kepemimpinan periode 2025–2030, dengan satu pesan utama: birokrasi harus ngebut, adaptif, dan berhenti kerja biasa-biasa saja.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menegaskan jabatan bukan hadiah, apalagi hak pribadi. Jabatan adalah kepercayaan yang menuntut tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Wonogiri.
Ia menekankan bahwa target pembangunan ke depan jauh lebih menantang, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk bekerja lambat atau asal jalan.
Pelayanan publik menjadi fokus utama. Bupati secara tegas menyatakan tidak ingin lagi mendengar keluhan warga soal birokrasi berbelit, pelayanan lamban, dan koordinasi yang lemah. Ia mendorong birokrasi Wonogiri menjadi mesin pelayanan yang responsif, berbasis teknologi, dan benar-benar hadir untuk masyarakat.
Budaya Kerja Baru: Hasil, Bukan Formalitas
Setyo Sukarno juga menekan pentingnya budaya kerja berbasis hasil. Setiap pejabat wajib punya indikator kinerja yang jelas dan terukur. Orientasi kerja harus bergeser dari sekadar rutinitas administratif menjadi kinerja nyata yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat.
Pejabat dituntut kreatif, inovatif, dan berani keluar dari zona nyaman. Ego sektoral diminta untuk ditinggalkan. Kolaborasi antar-OPD menjadi kunci agar visi Wonogiri yang maju, mandiri, dan sejahtera tidak berhenti sebagai slogan.
Tak kalah keras, pesan soal integritas juga disampaikan. Pejabat diminta menjauhi praktik melanggar hukum, anti-korupsi, menjaga etika, dan tetap rendah hati dalam menjalankan kekuasaan.
Daftar Pejabat Baru Wonogiri Hasil Mutasi Akhir 2025
Berikut sejumlah pejabat strategis yang mengalami pergeseran jabatan:
✓ Heru Utomo: dari Kepala Bapperida menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Wonogiri
✓ Purwadi: dari Kepala Disperkimtan menjadi Kepala Bapperida
✓ Adhi Dharma: dari Direktur RSUD Wonogiri menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM
✓ Mubarok: dari Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan menjadi Kepala Dinas Kesehatan
✓ Bahari: dari Kepala DLH menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan dan Kawasan Permukiman
✓ Anton Tyas Harjanto: dari Kepala Dinsos menjadi Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan KB, serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
✓ Moch. Chozinuddin Holil: dari Kepala Badan Pengelolaan Keuangan menjadi Kepala BPKAD
✓ Prihadi Ariyanto: dari Kepala DPU menjadi Kepala DPUPR
✓ Eko Subagyo: dikukuhkan sebagai Kepala Dinas PMPTSP
✓ Heru Ismantoro: dikukuhkan sebagai Kepala Diskominfo
✓ Mardianto: dikukuhkan sebagai Inspektur
Selain itu, mutasi juga menyasar camat, kabag, kabid, sekcam, hingga jabatan administrasi dan fungsional lainnya.
Mutasi akhir tahun ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan sinyal keras bahwa Wonogiri sedang menyiapkan mesin birokrasi baru. Targetnya jelas: pelayanan publik lebih cepat, kebijakan berbasis data, koordinasi tanpa sekat, dan aparatur yang bekerja dengan hati.
Tahun 2025 menjadi titik awal ujian. Masyarakat kini menunggu, apakah gerbong mutasi ini benar-benar membawa perubahan nyata, atau sekadar ganti nama di papan jabatan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 day ago
6


















































