Dari Ide Menuju Publikasi: Rahasia Menulis Artikel Ilmiah yang Menarik dan Terstruktur

18 hours ago 7

Guru Besar Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Prof. Dr. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR berbagi pengalaman dan teknik terkait penulisan artikel ilmiah kepada para mahasiswa Universitas Satya Terra Bhinneka di Auditorium Bung Karno Medan, Jumat (29/5). Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I Universitas Satya Terra Bhinneka Hidayatna Putri, S.E, M.Si dan undangan lainnya.

Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR yang juga direktur Pascasarjana UMN Al-Washliyah dalam paparannya mengangkat tema berjudul ‘Dari Ide Menuju Publikasi: Rahasia Menulis Artikel Ilmiah yang Menarik dan Terstruktur’

Apa itu publikasi? Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR mengemukakan bahwa publikasi adalah proses membuat informasi, data atau karya tersedia untuk umum melalui berbagai media seperti cetak, elektronik atau digital. “Publikasi dapat berupa artikel, jurnal atau buku yang diterbitkan. Publikasi dapat juga berupa presentasi atau poster yang dipamerkan, data atau informasi yang dibagikan melalui internet atau media sosial serta laporan atau dokumen yang disebarluaskan,” katanya.

Sedangkan publikasi ilmiah, lanjutnya, adalah proses membagikan hasil penelitian atau karya ilmiah kepada komunitas ilmiah dan masyarakat luas melalui media yang tepercaya dan dapat diakses seperti jurnal ilmiah, konferensi ilmiah, buku ilmiah dan repositori digital.

“Tujuan publikasi ilmiah untuk membagikan pengetahuan baru dan hasil penelitian dan meningkatkan diskusi dan kolaborasi ilmiah. Tujuan lainnya adalah meningkatkan reputasi peneliti atau institusi dan memperkuat basis pengetahuan ilmiah,” katanya.

Rahasia menulis artikel ilmiah yang menarik dan terstruktur? Direktur Pascasarjana UMN Al-Washliyah memberi contoh judul skripsi antara lain bertema: bisnis digital, agribisnis dan kebidanan. “Unsur penulisan judul artikel ilmiah yang baik adalah singkat dan jelas, menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik serta tidak ambigu,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR juga menjabarkan tentang penulisan struktur abstrak, pendahuluan, rumusan masalah, tujuan, metodologi penelitian, pembahasan, kesimpulan dan penulisan kutipan.

Guru Besar UMN Al-Washliyah mengingatkan bahwa karya ilmiah harus bebas dari plagiarisme. “Gunakan Artificial Intelligence maksimum 20 persen sebagai bentuk literasi digital. Penggunaan AI yang berlebihan dapat menjadi plagiarisme. Analisis serta critical review penulis menjadikan tulisan menarik dan efektif,” rinci Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR.

Wakil Rektor I Universitas Satya Terra Bhinneka Hidayatna Putri, S.E., M.Si berterima kasih atas kehadiran Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR berbagi ilmu kepada para mahasiswa. Ia berharap dapat memahami sehingga dapat menuliskan karya ilmiah termasuk skripsi dengan lebih baik. (dmp)

Guru Besar Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Prof. Dr. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR berbagi pengalaman dan teknik terkait penulisan artikel ilmiah kepada para mahasiswa Universitas Satya Terra Bhinneka di Auditorium Bung Karno Medan, Jumat (29/5). Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I Universitas Satya Terra Bhinneka Hidayatna Putri, S.E, M.Si dan undangan lainnya.

Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR yang juga direktur Pascasarjana UMN Al-Washliyah dalam paparannya mengangkat tema berjudul ‘Dari Ide Menuju Publikasi: Rahasia Menulis Artikel Ilmiah yang Menarik dan Terstruktur’

Apa itu publikasi? Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR mengemukakan bahwa publikasi adalah proses membuat informasi, data atau karya tersedia untuk umum melalui berbagai media seperti cetak, elektronik atau digital. “Publikasi dapat berupa artikel, jurnal atau buku yang diterbitkan. Publikasi dapat juga berupa presentasi atau poster yang dipamerkan, data atau informasi yang dibagikan melalui internet atau media sosial serta laporan atau dokumen yang disebarluaskan,” katanya.

Sedangkan publikasi ilmiah, lanjutnya, adalah proses membagikan hasil penelitian atau karya ilmiah kepada komunitas ilmiah dan masyarakat luas melalui media yang tepercaya dan dapat diakses seperti jurnal ilmiah, konferensi ilmiah, buku ilmiah dan repositori digital.

“Tujuan publikasi ilmiah untuk membagikan pengetahuan baru dan hasil penelitian dan meningkatkan diskusi dan kolaborasi ilmiah. Tujuan lainnya adalah meningkatkan reputasi peneliti atau institusi dan memperkuat basis pengetahuan ilmiah,” katanya.

Rahasia menulis artikel ilmiah yang menarik dan terstruktur? Direktur Pascasarjana UMN Al-Washliyah memberi contoh judul skripsi antara lain bertema: bisnis digital, agribisnis dan kebidanan. “Unsur penulisan judul artikel ilmiah yang baik adalah singkat dan jelas, menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik serta tidak ambigu,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR juga menjabarkan tentang penulisan struktur abstrak, pendahuluan, rumusan masalah, tujuan, metodologi penelitian, pembahasan, kesimpulan dan penulisan kutipan.

Guru Besar UMN Al-Washliyah mengingatkan bahwa karya ilmiah harus bebas dari plagiarisme. “Gunakan Artificial Intelligence maksimum 20 persen sebagai bentuk literasi digital. Penggunaan AI yang berlebihan dapat menjadi plagiarisme. Analisis serta critical review penulis menjadikan tulisan menarik dan efektif,” rinci Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR.

Wakil Rektor I Universitas Satya Terra Bhinneka Hidayatna Putri, S.E., M.Si berterima kasih atas kehadiran Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, CIQaR berbagi ilmu kepada para mahasiswa. Ia berharap dapat memahami sehingga dapat menuliskan karya ilmiah termasuk skripsi dengan lebih baik. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|