Jalan menuju Desa Gading, Kecamatan Tanon, yang sebelumnya populer dengan julukan sindiran "Wisata Jeglongan Sewu", kini kondisinya semakin memprihatinkan dan berubah menyerupai kubangan kerbau. Huri YantoSRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kondisi infrastruktur di Kabupaten Sragen kembali menjadi sorotan tajam di media sosial. Jalan menuju Desa Gading, Kecamatan Tanon, yang sebelumnya populer dengan julukan sindiran “Wisata Jeglongan Sewu”, kini kondisinya semakin memprihatinkan dan berubah menyerupai kubangan kerbau.
Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM jalan rusak parah di Desa Gading Tanon memiliki panjang 1 KM.
Tidak hanya itu, usut punya usut rupanya jalan tersebut juga dibuat akses bisnis tambang galian C dan tanah huruk di desa tersebut. Terbukti banyaknya truk-truk muatan berat membawa tanah tambang galian C.
Setelah viral di media sosial, jalan berlubang itu lantas diurug dengan sirtu (pasir dan batu koral). Pengurugan lubang jalan diduga dari pihak pemilik tambang Galian-C.
Bukannya jalan berlubang semakin baik pasca diurug. Jalan tersebut malah semakin parah berlumpur bak kubangan kerbau setelah diguyur hujan semalaman. Kondisi jalan berlumpur pun kembali viral setelah diunggah masyarakat setempat ke medsos.
Meskipun sudah viral namun belum ada kepastian dari Pemerintah kapan infrastruktur itu akan diperbaiki.
Dihubungi wartawan, Kades Gading Puryanto membenarkan kerusakan jalan Tanon-Gading. Jalan yang rusak sepanjang 1km itu merupakan aset Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen.
“Iya benar jalan yang masuk ke Gading. Akses dari jalan raya ke Desa Gading 1 Km. Status jalan kabupaten,” kata Puryanto pada Selasa (13/1/2026).
Jalan menuju Desa Gading, Kecamatan Tanon, yang sebelumnya populer dengan julukan sindiran “Wisata Jeglongan Sewu”, kini kondisinya semakin memprihatinkan dan berubah menyerupai kubangan kerbau.Tak hanya itu Puryanto juga membeberkan jalan yang becek penuh lumpur itu, menurut Kades terjadi setelah diurug lantas turun hujan. Material urug dari sirtu menjadikan blethok atau berlumpur. Meskipun jalan penuh lubang dan berlumpur Puryanto menganggap itu tidak berbahaya.
“Itu diurug pakai sirtu. Hujan tidak turun deras, kalau deras malah keset dan terang jalannya malah baik. Jalan becek itu keras kok, bawahnya cor kok, terus hotmix itu cuma pas lubang diurug, gak ganggu,” bebernya.
Kades Puryanto tak bergeming meskipun jalan rusak sering diviralkan warganya ke media sosial.
“Yawes ben diviralkan saben dino, yawes gak papa. Tapi sudah mau diperbaiki 2026 ini kok,” kata Kades mengklaim.
Terpisah, menanggapi kondisi tersebut bupati Sragen Sigit Pamungkas mengklaim sudah mengetahui kondisi jalan Tanon-Gading yang rusak parah jauh sebelum viral. Namun rencana perbaikan masih menunggu prioritas penganggaran.
“Saya sudah melihat sebelumnya. Jadi di Sragen itu banyak sekali ruas-ruas jalan yang masih rusak dan itu sudah berlangsung bertahun-tahun ada 5 tahun, 7 tahun dan itu ada banyak tempat dan ada yang lebih buruk dari pada itu. Dari pada apa yang sudah dimunculkan di TikTok itu. Ada yang lebih buruk karena saya melihat sendiri. Itu kan masalah prioritas,” kata Bupati saat dijumpai di kawasan Butuh.
Perihal perbaikan jalan yang sudah rusak dan viral Bupati tidak bisa memastikan secara komprehensif. Dia beralasan karena banyak yang rusak tidak hanya ruas Tanon-Gading.
“Banyak jalan rusak berlangsung bertahun-tahun di Kabupaten Sragen. Nanti kalau mau jalan yang lebih ekstrem lagi sudah bertahun-tahun rusak bisa ikut saya,” ujarnya. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

3 days ago
7

















































