LUBUKPAKAM – Personel Polsek Birubiru Polresta Deliserdang mengamankan puluhan pelajar tingkat SMA/SMK yang terlibat aksi konvoi dan berkendara ugal-ugalan di Jalur Utama Delitua-Birbiru, Rabu (22/4) siang. Tindakan tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum serta membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kapolsek Birubiru Iptu Indra Kristian Tamba menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika rombongan pelajar yang baru selesai kegiatan sekolah melintas secara berkelompok dengan cara konvoi. Selain menggunakan badan jalan secara tidak tertib, sebagian pelajar juga melakukan aksi yang membahayakan keselamatan.
“Dalam perjalanan, salah satu sepeda motor rombongan menyenggol kendaraan angkutan umum yang datang dari arah berlawanan. Kejadian tersebut memicu ketegangan di lapangan,” jelas Kapolsek.
Akibat insiden itu, pengemudi angkutan umum sempat mengejar rombongan pelajar dan berhasil menghentikan sebagian dari mereka di depan Makoramil setempat. Namun, beberapa pelajar lainnya melarikan diri ke arah perladangan warga.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel piket Polsek Birubiru turun ke lokasi dan melakukan pengamanan. Sebanyak 49 pelajar berhasil diamankan bersama 20 unit sepeda motor di tempat kejadian.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu senjata tajam jenis samurai serta dua helai bendera yang dibawa oleh rombongan pelajar.
Adapun falam kejadian tersebut, beberapa warga mengalami kerugian mateiil maupun luka-luka, di antaranya kerusakan kendaraan angkutan umum serta luka cedera pada beberapa korban.
Personrl Polsek Birubiru bergerak cepat melakukan mediasi antara pihak pelajar dan masyarakat yang terdampak. Pada malam harinya, seluruh permasalahan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kerugian yang dialami korban telah diselesaikan dan diganti oleh orangtua pelajar. Kami juga mengumpulkan seluruh siswa dan orangtua untuk diberikan pembinaan langsung bersama unsur Forkopimcam,” ujar Kapolsek.
Kegiatan pembinaan berlangsung di aula kantor kecamatan hingga selesai pada pukul 23.00 WIB dalam keadaan tertib dan kondusif. Para orangtua kemudian membawa kembali anak-anak mereka ke rumah masing-masing.
Kini situasi di wilayah hukum Polsek Birubiru dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Kendaraan yang diamankan dapat diambil oleh pemiliknya dengan menunjukkan dokumen resmi.
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi melalui Kapolsek Birubiru menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah preventif dan pembinaan guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak melakukan konvoi atau aksi yang membahayakan. Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam melakukan pengawasan,” pungkasnya.(btr/azw)
LUBUKPAKAM – Personel Polsek Birubiru Polresta Deliserdang mengamankan puluhan pelajar tingkat SMA/SMK yang terlibat aksi konvoi dan berkendara ugal-ugalan di Jalur Utama Delitua-Birbiru, Rabu (22/4) siang. Tindakan tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum serta membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kapolsek Birubiru Iptu Indra Kristian Tamba menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika rombongan pelajar yang baru selesai kegiatan sekolah melintas secara berkelompok dengan cara konvoi. Selain menggunakan badan jalan secara tidak tertib, sebagian pelajar juga melakukan aksi yang membahayakan keselamatan.
“Dalam perjalanan, salah satu sepeda motor rombongan menyenggol kendaraan angkutan umum yang datang dari arah berlawanan. Kejadian tersebut memicu ketegangan di lapangan,” jelas Kapolsek.
Akibat insiden itu, pengemudi angkutan umum sempat mengejar rombongan pelajar dan berhasil menghentikan sebagian dari mereka di depan Makoramil setempat. Namun, beberapa pelajar lainnya melarikan diri ke arah perladangan warga.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel piket Polsek Birubiru turun ke lokasi dan melakukan pengamanan. Sebanyak 49 pelajar berhasil diamankan bersama 20 unit sepeda motor di tempat kejadian.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu senjata tajam jenis samurai serta dua helai bendera yang dibawa oleh rombongan pelajar.
Adapun falam kejadian tersebut, beberapa warga mengalami kerugian mateiil maupun luka-luka, di antaranya kerusakan kendaraan angkutan umum serta luka cedera pada beberapa korban.
Personrl Polsek Birubiru bergerak cepat melakukan mediasi antara pihak pelajar dan masyarakat yang terdampak. Pada malam harinya, seluruh permasalahan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kerugian yang dialami korban telah diselesaikan dan diganti oleh orangtua pelajar. Kami juga mengumpulkan seluruh siswa dan orangtua untuk diberikan pembinaan langsung bersama unsur Forkopimcam,” ujar Kapolsek.
Kegiatan pembinaan berlangsung di aula kantor kecamatan hingga selesai pada pukul 23.00 WIB dalam keadaan tertib dan kondusif. Para orangtua kemudian membawa kembali anak-anak mereka ke rumah masing-masing.
Kini situasi di wilayah hukum Polsek Birubiru dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Kendaraan yang diamankan dapat diambil oleh pemiliknya dengan menunjukkan dokumen resmi.
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi melalui Kapolsek Birubiru menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah preventif dan pembinaan guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak melakukan konvoi atau aksi yang membahayakan. Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam melakukan pengawasan,” pungkasnya.(btr/azw)

6 hours ago
2

















































