Insiden pemadaman listrik total (blackout) yang melumpuhkan Pulau Sumatra, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Palembang, hingga Lampung, sejak Jumat (22/5) malam, memicu dampak domino pada pemenuhan kebutuhan dasar publik. Jaringan distribusi air bersih di Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gangguan akibat dinamika kelistrikan tersebut.
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumut mengonfirmasi, pemadaman listrik yang sempat berlangsung selama 12 jam telah memicu fenomena turbulensi di dalam pipa distribusi. Kondisi inilah yang menyebabkan air berubah menjadi keruh saat aliran listrik kembali menyala.
“Turbulensi terjadi pada pipa dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, seperti IPA Sunggal, Deli Tua, Limau Manis, Hamparan Perak, Martubung, dan Mebidang. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, saat dikonfirmasi via telepon seluler, Minggu (24/5).
Selain kekeruhan air, Ardian memaparkan, stabilitas listrik yang fluktuatif (mati-hidup) sempat mengganggu sistem kelistrikan pada mesin pompa di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM). Akibatnya, mesin generator cadangan (genset) terpaksa harus bekerja dengan intensitas ekstra keras demi mempertahankan suplai air.
Sebagai langkah penanganan cepat, manajemen Tirtanadi telah menginstruksikan seluruh Kepala Cabang untuk melakukan prosedur teknis pembersihan pipa secara serentak. “Seluruh Kepala Cabang sudah diinstruksikan untuk membuka Wash Out (WO). Langkah ini krusial agar air yang kotor akibat efek turbulensi segera terbuang, sehingga air di dalam pipa kembali bersih sebelum sampai ke konsumen,” tegas Ardian.
Dukungan operasional mengalir dari internal korporasi. Dewan Pengawas Tirtanadi, Andi Atmoko Panggabean, menyatakan apresiasi tinggi terhadap petugas lapangan yang bersiaga siang-malam sejak krisis energi melanda. Ia mendesak seluruh elemen pegawai menjaga semangat kerja guna mempercepat pemulihan layanan. “Semoga kondisi ini cepat pulih dan masyarakat pelanggan dapat segera kembali menikmati air bersih dengan kualitas normal,” pungkas Andi. (adz/ila)
Insiden pemadaman listrik total (blackout) yang melumpuhkan Pulau Sumatra, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Palembang, hingga Lampung, sejak Jumat (22/5) malam, memicu dampak domino pada pemenuhan kebutuhan dasar publik. Jaringan distribusi air bersih di Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gangguan akibat dinamika kelistrikan tersebut.
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumut mengonfirmasi, pemadaman listrik yang sempat berlangsung selama 12 jam telah memicu fenomena turbulensi di dalam pipa distribusi. Kondisi inilah yang menyebabkan air berubah menjadi keruh saat aliran listrik kembali menyala.
“Turbulensi terjadi pada pipa dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, seperti IPA Sunggal, Deli Tua, Limau Manis, Hamparan Perak, Martubung, dan Mebidang. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, saat dikonfirmasi via telepon seluler, Minggu (24/5).
Selain kekeruhan air, Ardian memaparkan, stabilitas listrik yang fluktuatif (mati-hidup) sempat mengganggu sistem kelistrikan pada mesin pompa di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM). Akibatnya, mesin generator cadangan (genset) terpaksa harus bekerja dengan intensitas ekstra keras demi mempertahankan suplai air.
Sebagai langkah penanganan cepat, manajemen Tirtanadi telah menginstruksikan seluruh Kepala Cabang untuk melakukan prosedur teknis pembersihan pipa secara serentak. “Seluruh Kepala Cabang sudah diinstruksikan untuk membuka Wash Out (WO). Langkah ini krusial agar air yang kotor akibat efek turbulensi segera terbuang, sehingga air di dalam pipa kembali bersih sebelum sampai ke konsumen,” tegas Ardian.
Dukungan operasional mengalir dari internal korporasi. Dewan Pengawas Tirtanadi, Andi Atmoko Panggabean, menyatakan apresiasi tinggi terhadap petugas lapangan yang bersiaga siang-malam sejak krisis energi melanda. Ia mendesak seluruh elemen pegawai menjaga semangat kerja guna mempercepat pemulihan layanan. “Semoga kondisi ini cepat pulih dan masyarakat pelanggan dapat segera kembali menikmati air bersih dengan kualitas normal,” pungkas Andi. (adz/ila)

11 hours ago
5

















































