Universitas Prima Indonesia (Unpri) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk: Trade War, AI dan Signifikansinya untuk Indonesia, Senin (22/6). Narasumber utama kuliah umum adalah Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Dr. Jerry Sambuaga, B.A, M.I.A yang pernah menjadi wakil menteri Perdagangan RI tahun 2019-2024.
Kuliah umum dihadiri Wakil Rektor II Unpri Prof. Dr. Ermi Girsang MKes M.Biomed, Wakil Rektor III Unpri Refi Ikhtiari, S.Si, M.Sc, Ph.D, Wakil Rektor IV Unpri Dr. dr. Ali Napiah Nasution, M.K.T, M.K.M, Sp.KKLP(K), Ketua DPD AMPI Sumut Dr. dr. David Luther Lubis SpOG(K) dan 800 mahasiswa Unpri.
Kuliah umum ini dimoderatori Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpri Dr. Fajar Rezeki Ananda Lubis, M.S.M. Supaya bisa menjadi pemenang di era digitalisasi, kata Dr. Jerry Sambuaga, B.A, M.I.A, mahasiswa harus memiliki skill yang kompetitif.
“Supaya bisa kompetitif, maka mahasiswa FEB Unpri harus adaptif. Termasuk menguasai AI yang akan mampu mempermudah pelaksanaan semua aktivitas kita, termasuk di dunia kerja,” sebutnya.
Disebutkannya, mahasiswa FEB Unpri memiliki pengetahuan dari kampus ditambah penguasaan AI. Maka mahasiswa tersebut akan memenangkan persaingan. “Siapa yang kompetitif itulah yang menang. Kita akui AI memang membawa dampak negatif juga selain yang positif,” kata wakil menteri Perdagangan RI tersebut.
Ia juga mengingatkan mahasiswa jangan menyerahkan semua kepada AI. “Skill yang dibutuhkan di era digital ini, maka usul saya tawarkanlah apa kemampuanmu ke perusahaan. Apakah skill kamu sudah kompetitif atau belum? Kalau belum, bersiaplah dan lakukan aksi. Kalau sudah kompetitif, siaplah bersaing dengan lulusan global. Bukan hanya lulusan dari Indonesia sebab dunia saat ini sudah tanpa batas,” tegas Dr. Jerry Sambuaga, B.A, M.I.A.
Menjawab pertanyaan Dr. Fajar Rezeki Ananda Lubis trade war dimana Indonesia jauh dari konflik saat ini, Dr. Jerry Sambuaga, B.A, M.I.A mengatakan saat ini perdagangan dunia penuh dengan konflik, itulah yang kita sebut trade war. “Tarif import eksport, harga komoditas dunia ditentukan oleh aktor. Kalau tarif eksport naik, maka eksportir menjerit. Kalau tarif import naik, maka importie menjerit, belum lagi kurs dollar yang terus menguat,” tambahnya.
Dr. Jerry Sambuaga, B.A, M.I.A menambahkan bahwa Tiongkok yang saat ini menguasai perdagangan global mampu mengeksploitasi AI untuk meningkatkan efisiensi. Ditambah dengan upah buruh yang masih rendah.
“Apalagi pemerintahan mereka yang komunis tapi menjalankan sistem ekonomi kapitalis, maka kebijakan lewat top down pemerintah lebih mudah diimplementasikan. Kalau kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah pusat A, maka sampai ke pedesaan A. Kalau di Indonesia, kebijakan A dari pemerintah, sampai ke tingkat desa berubah menjadi tak jelas, karena banyak pihak yang menginterupsi kebijakan itu,” paparnya.
Dr. Jerry Sambuaga, B.A, M.I.A memberi apresiasi tinggi terhadap fasilitas modern Unpri yang dinilai sebagai modal penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif.
Dalam kapasitasnya sebagai wakil rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, ia membuka peluang penjajakan kerja sama antara Unpri dan UPH dalam berbagai aspek pengembangan pendidikan. Seperti pertukaran mahasiswa maupun kerja sama bidang lainnya. Inisiatif ini menjadi sinyal positif bagi perluasan jejaring akademik Unpri di tingkat nasional.
Dihadapan 800 mahasiswa peserta kuliah umum, Wakil Rektor II Unpri Prof. Dr. Ermi Girsang, M.Kes, M.Biomed mengapresiasi kehadiran Dr. Jerry Sambuaga, B.A, M.I.A. Sebab sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai isu-isu global yang relevan dengan perkembangan Indonesia saat ini.
Sebagai perguruan tinggi terakreditasi unggul, lanjut Prof. Dr. Ermi Girsang, M.Kes., M.Biomed, Unpri terus berkomitmen memfasilitasi talenta mahasiswa untuk memperkaya perspektif terhadap isu global. “Melalui kolaborasi strategis dengan tokoh nasional dan institusi pendidikan terkemuka, Unpri memastikan setiap lulusannya adaptif terhadap transformasi ekonomi dan teknologi dunia,” tegas wakil rektor. (dmp)

4 hours ago
3

















































