Jejak Telapak Misterius Gegerkan Warga Semanu, Gunungkidul

1 day ago 8
Ilustrasi jejak tapak kaki | freepik

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penemuan jejak telapak kaki berukuran tak lazim menghebohkan warga Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Jejak misterius tersebut ditemukan di area pembangunan sebuah pondok pesantren di wilayah Panggul Kulon dan memunculkan dugaan keberadaan satwa liar jenis macan tutul.

Jejak tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang pekerja bangunan pada penghujung tahun lalu. Bentuk dan ukurannya mencolok karena jauh lebih besar dari telapak kaki hewan biasa. Namun, jejak itu kini sudah tidak terlihat lagi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Lokasi penemuan berada sekitar 300 meter dari Jalan Raya Semanu–Jepitu. Untuk mencapai titik tersebut, warga harus melewati jalan tanah berbatu yang cukup sulit dilalui, terutama saat kondisi basah usai hujan.

Pekerja yang pertama kali melihat jejak itu adalah Heru Purwanto (56). Ia mengaku kaget saat mendapati bekas tapak kaki dengan ukuran tidak wajar di sekitar lokasi proyek.

“Jejaknya sudah hilang, diketahui 3 hari lalu. Jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali,” ujar Heru.

Heru mengatakan, dirinya sempat merekam jejak tersebut menggunakan ponsel. Rekaman itu kemudian dibagikan ke sejumlah rekan kerja hingga akhirnya menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan warganet.

Dalam rekaman yang beredar, tampak beberapa bekas tapak berukuran besar dengan arah langkah yang tidak beraturan. Jejak itu terlihat dari area penampungan air bersih dan mengarah ke sisi barat lokasi pembangunan.

Menariknya, sebelum jejak itu ditemukan, seorang operator alat berat yang bekerja di lokasi mengaku sempat melihat sosok hewan yang menyerupai macan pada pagi hari di sekitar area proyek.

Menurut Heru, keyakinan akan keberadaan macan di wilayah tersebut memang sudah lama hidup di tengah masyarakat. Kawasan perbukitan karst dan hutan di sekitar Panggul Kulon diyakini masih menjadi tempat tinggal satwa liar tersebut.

“Ada dua lengnya (rumah) di daerah sini, goa ada terowongannya,” ujarnya.

Cerita serupa juga disampaikan warga setempat lainnya, Jono (60), yang sejak kecil tinggal di Panggul Kulon. Ia mengaku keberadaan kucing besar bukanlah hal asing bagi warga di wilayah tersebut, meski kemunculannya jarang.

“Dulu sering melihat ukurannya besar, warnanya kuning hitam gitu. Pernah lewat tetapi saya diamkan saja, yang penting tidak mengganggu,” kata Jono.

“Kalau dilempar yang menggeram,” imbuhnya.

Menanggapi temuan tersebut, Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Namun, minimnya data membuat identifikasi jenis satwa belum bisa dipastikan.

“Setelah kami melakukan pengecekan, kami minim data, karena kebetulan jejaknya sudah hilang, kami tidak bisa mengukur besarnya. Belum bisa memastikan,” kata Tugimayanto.

Meski demikian, pihaknya memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kemunculan satwa liar di sekitar permukiman warga.

Tugimayanto mengakui bahwa Gunungkidul masih menjadi habitat macan tutul jawa, meski populasinya sangat terbatas. Salah satu wilayah yang diketahui masih menyimpan keberadaan satwa dilindungi itu adalah kawasan Girisubo.

“Untuk jenis macan tutul masih ada tapi jumlahnya sangat sedikit. Tapi kalau keberadaan harimau sudah tidak ada. Jadi kalaupun ada itu mungkin jenis macan tutul, tapi itupun kami belum bisa memastikan,” jelasnya.[*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|