Kasus Penyiraman Air Keras, Polisi Temukan Helem Diduga Milik Pelaku

2 hours ago 1
Andrie Yunus | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus mulai menunjukkan perkembangan. Aparat kepolisian mengklaim telah menemukan barang bukti penting yang diduga berkaitan langsung dengan pelaku, di tengah sorotan publik terhadap maraknya kekerasan terhadap pegiat sipil.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold Hutagalung mengungkapkan, barang bukti berupa helm ditemukan setelah petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Temuan itu berada di jalur Jalan Salemba I menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang sebelumnya terekam dalam kamera pengawas.

“Dari penelusuran di sepanjang Jalan Salemba I, didapat barang bukti yang diduga milik pelaku di Jalan Salemba I menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Ini sesuai dengan rekaman CCTV bahwa pelaku yang mengendarai menggunakan helm tersebut,” kata Reynold dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Senin (16/3/2026).

Helm tersebut kini menjadi fokus pemeriksaan lebih lanjut. Polisi telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk mengungkap identitas pelaku melalui analisis forensik. Barang bukti itu telah dikirim ke laboratorium guna mendeteksi sidik jari maupun DNA yang kemungkinan tertinggal.

“Pengiriman barang bukti helm yang diduga milik pelaku ke Pusat Identifikasi Bareskrim untuk mendapatkan sidik jari dan ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku,” lanjut Reynold.

Peristiwa penyiraman terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat. Andrie Yunus yang diketahui menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS diserang oleh dua orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motor. Diduga, pelaku menggunakan motor jenis Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021.

Menurut keterangan KontraS, kedua pelaku mendekat dari arah berlawanan sebelum salah satu di antaranya menyiramkan cairan keras ke tubuh korban. Serangan itu membuat Andrie terjatuh setelah berteriak kesakitan. Ia mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama wajah, mata, dada, serta kedua tangan.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut kondisi Andrie cukup memprihatinkan dengan luka bakar mencapai 24 persen. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif oleh tim dokter dari berbagai spesialisasi, mulai dari mata, THT, saraf, tulang, thorax, penyakit dalam hingga kulit.

Tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang dalam insiden tersebut, sehingga dugaan kuat mengarah pada aksi teror. Diketahui, sebelum kejadian, Andrie baru saja mengikuti rekaman siniar di kantor YLBHI dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|