Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Prof. Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I menggelar diskusi bersama sejumlah pimpinan PTS di Sumut, Kamis (20/8) malam. Berbagai informasi terkini dunia pendidikan di tanah air pun jadi perbincangan yang terkadang diselingi candaan segar.
Silaturahim dalam suasana kekeluargaan tersebut berlangsung di Srikandi Samanhudi Medan dihadiri Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang juga mantan Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, M.A.P, Rektor Institut Kesehatan Deli Husada Delitua Drs Johannes Sembiring, M.Pd, M.Kes, Rektor Universitas Putra Abadi Langkat H. Sempurna Tarigan, S.Pd, M.Kes dan Ketua Pengurus Yayasan Mitra Husada Medan Dr. Imran Saputra Surbakti, M.M.
Turut hadir Direktur Politeknik Cendana Medan yang juga Sekretaris Aptisi Sumut Dr. Supriyanto, M.Si, Ketua STIKes Mitra Husada Medan yang juga Bendahara Aptisi Sumut Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes, Ketua STIM Sukma Dr. Wardayani, M.Si dan dosen STIKes Mitra Husada Medan Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb, Bd., M.Kes.
Prof. Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I yang hadir ke Medan dalam rangkaian wisuda Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) dan pernikahan putri Rektor Unpab Assoc. Prof. Dr. Muhammad Isa Indrawan, M.M banyak mengungkapkan pengalaman dalam dunia pendidikan. Termasuk pengalaman menjadi seorang petinju.
Prof. Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I yang juga komisaris utama PT Pos Indonesia ini juga mengungkapkan pentingnya pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Aptisi di Lampung pada 22-23 Agustus 2026. Rakernas asosiasi pimpinan PTS se-Indonesia ini mengambil tema: Penguatan daya saing PTS melalui empat pilar utama yakni mandiri (ketahanan kelembagaan), inovatif (pembelajaran dan riset adaptif), kolaboratif (kemitraan multi-pihak) dan berdampak (solusi nyata untuk bangsa).
Ketua umum Aptisi juga berdiskusi terkait program mentor rektor yang digagas bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D yang telah mendapat respon positif dari Presiden Prabowo Subianto.
Program ini memilih para tokoh pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia yang akan menjadi mentor dengan berbagai pengalaman, pengetahuan, kepemimpinan dan tips sukses mengelola kampus kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi swasta di tanah air.
Sesuatu hal yang penting karena dua tokoh pendidikan tinggi di Sumut yakni Prof. Dr. Agussani, M.A.P dari UMSU dan Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, M.M dari Unpab terpilih sebagai mentor rektor mewakili wilayah Sumatera. Kedua tokoh ini setelah ‘diwisuda’ oleh menteri Diktisaintek akan segera bertugas sebagai mentor rektor tingkat nasional.
Prof. Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I yang 36 tahun berkecimpung dalam bidang pendidikan mengungkapkan bahwa program mentor ini penting.
Bila berbanding lurus dengan nilai akreditasi maka baru 15 persen saja dari jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki akreditasi institusi yang unggul. “Rektor yang belum standar sebagai pemimpin perguruan tinggi akan distandarisasi ‘upgrade’ dalam program mentor rektor tersebut,” katanya.
Ketua umum Aptisi mencontohkan bahwa Prof. Dr. Agussani, M.A.P dengan pengalaman 16 tahun menjadi rektor UMSU dan telah puluhan tahun di perguruan tinggi tentu mempunyai pengalaman yang banyak.
Mentor rektor bisa berbagi ilmu dan pengalaman tersebut kepada rektor PTS lainnya untuk mempersiapkan diri agar lebih maju. Bagi rektor mentor yang terpilih ini juga sebagai amal jariyah.
“Metode yang saya ajukan kepada Pak Presiden ini mengatakan sebagai program yang bagus. Bagus ini, kata presiden kepada menteri Diktisaintek. Untuk itu presiden minta menteri memberi dukungan,” katanya.
Terkait Rakernas, Prof. Dr. Ir. H. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I yang juga komisaris utama PT Pos Indonesia mengatakan sebagai upaya agar PTS bisa melakukan perubahan yang lebih baik.
Sementara itu Prof. Dr. Agussani, M.A.P sebagai salah seorang mentor rektor mengatakan bahwa luar biasa ide dan pemikiran ketua umum Aptisi. Sebab kemajuan pendidikan tidak cukup hanya dengan mengandalkan teknologi modern.
Mantan rektor UMSU selama 16 tahun ini berharap transfer pengetahuan dan pengalaman dapat meningkatkan daya saing PTS baik ditingkat nasional maupun internasional. Memimpin perguruan tinggi memerlukan seni dan harus dengan hati. Sebab sehebat apapun teori yang dimiliki, tidaklah cukup.
“Hal penting dalam memimpin perguruan tinggi adalah tata kelola, membangun maindset dan membangun integritas, membangun rasa memiliki dan kebersamaan. Pola kepemimpinan yang saya terapkan berjenjang dan terukur,” ungkap Prof. Dr. Agussani, M.A.P.
Sekretaris Aptisi Sumut Dr. Supriyanto, M.Si berharap pertemuan dengan ketua umum Aptisi dan para senior di perguruan tinggi ini dapat meningkatkan mutu dan mencapai akreditasi unggul. Keseriusan para pengelola perguruan tinggi juga sangat penting untuk peningkatan mutu pendidikan.
“Ketua umum menegaskan bahwa seluruh perguruan tinggi harus memiliki standar yang sama melalui pemimpin-pemimpin yang berstandar. Kedepan Sumut dapat menjadi pusat pendidikan di Sumatera. Kalau di Jawa seperti di Yogyakarta dan Bandung,” sebut sekretaris Aptisi Sumut. (dmp)

15 hours ago
9

















































