Aksi nyata yang dilakukan mahasiswa KKN MBKM Universitas Sebelas Maret dalam menyulap eceng gondok menjadi piring organik sebagai Upaya menyelesaikan permasalahan lingkungan di Waduk Cengklik, Kelurahan Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali (Tampak wujud piring dipegang pada bagian Tengah). IstimewaBOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Mahasiswa KKN MBKM Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan eceng gondok di Waduk Cengklik, Kelurahan Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Program ini dilakukan sebagai upaya mengubah gulma air yang selama ini kurang termanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan bernilai guna, berupa piring organik berbahan eceng gondok.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk KPW (Komunitas Pecinta Waduk) Cengklik, sebagai mitra dalam pengelolaan dan pemanfaatan eceng gondok. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa dan warga bersama-sama mengolah eceng gondok yang sebelumnya hanya dimanfaatkan secara terbatas, seperti untuk pakan bebek, menjadi produk yang memiliki potensi ekologis dan ekonomis.
Sebanyak kurang lebih 30 warga mengikuti pelatihan pembuatan piring organik dari eceng gondok yang dilaksanakan pada 8 Desember 2025 di Balai Gedung Serbaguna Kelurahan Ngargorejo. Pelatihan dimulai dari tahap pengambilan bahan baku, proses pengolahan, hingga tahap akhir (finishing).
Seluruh proses dipresentasikan oleh mahasiswa, kemudian dipraktikkan langsung oleh warga secara bergantian dengan menggunakan teknik hot press melalui mesin yang dirancang dan dibuat oleh mahasiswa KKN MBKM UNS Program Studi Biologi.
Piring organik eceng gondok yang berhasil mahasiswa kembangkan di tempat magang CV. Bina Usaha Mandiri. IstimewaInovasi ini juga merupakan hasil dari pengalaman mahasiswa yang sebelumnya mengikuti kegiatan magang dan pembelajaran teknis di CV. Bina Usaha Mandiri. Pengetahuan tersebut kemudian diaplikasikan dalam program KKN MBKM untuk mengembangkan teknologi hotpress sederhana pembuatan piring organik dari eceng gondok di Kelurahan Ngargorejo.
Eceng gondok selama ini dikenal sebagai gulma air yang mendominasi Waduk Cengklik akibat pertumbuhannya yang cepat dan belum dimanfaatkan secara optimal. Keberadaannya kerap dipandang sebagai permasalahan lingkungan karena mengganggu fungsi perairan.
Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi agar eceng gondok tidak hanya dikendalikan, tetapi juga memiliki nilai tambah. Melalui penerapan teknologi sederhana berupa teknik hot press, eceng gondok terbukti dapat diolah menjadi piring organik ramah lingkungan yang berpotensi menjadi solusi pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Ngargorejo (Suharto, SE.) menyerahkan mesin hotpress ke Ketua Komunitas Pecinta Waduk (Bapak Gianto alias Mas Gepeng) pada 8 Desember 2025 di Balai Kelurahan Ngargorejo. IstimewaKepala Desa Ngargorejo beserta jajaran perangkat desa turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungan penuh terhadap program inovasi pemanfaatan eceng gondok. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui penyampaian sambutan sekaligus peresmian penyerahan mesin hot press yang dirancang oleh mahasiswa kepada warga.
Penyerahan mesin ini juga melibatkan unsur KPW Cengklik sebagai bagian dari kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pemanfaatan eceng gondok secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan yang tinggi dari warga desa. Selain menjadi upaya nyata dalam mengatasi permasalahan lingkungan di Waduk Cengklik, program ini juga dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif dan berkelanjutan.
“Kami berharap piring organik berbahan eceng gondok ini ke depan dapat menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat. Selain membantu mengatasi permasalahan eceng gondok di Waduk Cengklik, inovasi ini juga berpotensi menjadi sumber ekonomi bagi warga,” ungkap salah seorang anggota KPW Cengklik.
Bagi masyarakat Kelurahan Ngargorejo, kehadiran mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret tidak hanya menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan Waduk Cengklik melalui pemanfaatan eceng gondok, tetapi juga mempererat hubungan sosial warga melalui semangat gotong royong.
Program pengolahan eceng gondok menjadi piring organik ini menjadi simbol harapan baru bagi pembangunan desa yang berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

3 hours ago
3

















































