Komisi IV Pertanyakan Sistem Pengendalian Banjir SDABMBK

4 hours ago 1

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan, Dr M Afri Rizki Lubis SM MIP menyoroti masalah banjir yang terus berulang terjadi di Kota Medan. Teranyar, banjir parah mengepung Kota Medan sejak Rabu (26/11) hingga Kamis (27/11/2025).

Politisi Partai NasDem itu menyinggung berbagai proyek pengendalian banjir yang dibangun Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Konstruksi
(SDABMBK) Kota Medan seperti pembangunan kolam retensi, u-Ditch, Subdrain dengan culvert box hingga drainase belum bekerja secara optimal meski menelan anggaran besar.

“Hari ini banjir besar melanda Kota Medan. Masyarakat bertanya, apa gunanya semua yang dikerjakan Dinas SDABMBK Medan selama ini,” ucap Rizki Lubis kepada Sumut Pos, Kamis (27/11).

Rizki Lubis yang tinggal di Jalan Karya Tani, Kecamatan Medan Johor itu pun mengaku menjadi salah satu korban banjir, Kamis (27/11/2025).

“Alhamdulillah, hari ini saya ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Kota Medan lainnya. Jalan Karya Tani dan daerah lainnya di Medan Johor ini juga mengalami banjir,” ujarnya.

Untuk itu, Rizki Lubis pun mendorong dilakukannya audit teknis terhadap seluruh proyek pengendalian banjir dan mempublikasikan hasilnya kepada masyarakat agar penggunaan anggaran lebih transparan.

“Saya pikir perlu diaudit pembangunan kolam retensi, u-Ditch, Subdrain dan semua proyek yang merupakan bagian dari penanganan banjir di Kota Medan,” katanya.

Diterangkan Rizki Lubis, Dinas SDABMBK Kota Medan tidak boleh hanya menghabiskan anggaran hingga triliunan rupiah namun tidak menghasilkan apapun dalam penanganan banjir.
“Seharusnya, anggaran besar yang sudah digelontorkan Pemko Medan dapat memberikan solusi untuk permasalahan banjir di Kota Medan,” tuturnya.

Belajar dari banjir besar yang melanda Kota Medan saat ini, Rizki Lubis meminta Dinas SDABMBK Kota Medan bergerak cepat dalam menormalisasi seluruh drainase di Kota Medan. Tak hanya itu, seluruh drainase yang dibangun harus saling terintegrasi hingga dapat mengalir dengan lancar ke sungai.

“Komunikasi dengan BWSS II juga harus ditingkatkan, pastikan seluruh sungai di Kota Medan terus dinormalisasi agar dapat menampung debit air dalam jumlah yang besar dari drainase. Hari ini, banyak masyarakat Kota Medan yang merasakan kesedihan akibat banjir yang menerpa keluarganya. Kita minta keseriusan Dinas SDABMBK dalam menuntaskan masalah banjir di Kota Medan,” tegasnya.(map/azw)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan, Dr M Afri Rizki Lubis SM MIP menyoroti masalah banjir yang terus berulang terjadi di Kota Medan. Teranyar, banjir parah mengepung Kota Medan sejak Rabu (26/11) hingga Kamis (27/11/2025).

Politisi Partai NasDem itu menyinggung berbagai proyek pengendalian banjir yang dibangun Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Konstruksi
(SDABMBK) Kota Medan seperti pembangunan kolam retensi, u-Ditch, Subdrain dengan culvert box hingga drainase belum bekerja secara optimal meski menelan anggaran besar.

“Hari ini banjir besar melanda Kota Medan. Masyarakat bertanya, apa gunanya semua yang dikerjakan Dinas SDABMBK Medan selama ini,” ucap Rizki Lubis kepada Sumut Pos, Kamis (27/11).

Rizki Lubis yang tinggal di Jalan Karya Tani, Kecamatan Medan Johor itu pun mengaku menjadi salah satu korban banjir, Kamis (27/11/2025).

“Alhamdulillah, hari ini saya ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Kota Medan lainnya. Jalan Karya Tani dan daerah lainnya di Medan Johor ini juga mengalami banjir,” ujarnya.

Untuk itu, Rizki Lubis pun mendorong dilakukannya audit teknis terhadap seluruh proyek pengendalian banjir dan mempublikasikan hasilnya kepada masyarakat agar penggunaan anggaran lebih transparan.

“Saya pikir perlu diaudit pembangunan kolam retensi, u-Ditch, Subdrain dan semua proyek yang merupakan bagian dari penanganan banjir di Kota Medan,” katanya.

Diterangkan Rizki Lubis, Dinas SDABMBK Kota Medan tidak boleh hanya menghabiskan anggaran hingga triliunan rupiah namun tidak menghasilkan apapun dalam penanganan banjir.
“Seharusnya, anggaran besar yang sudah digelontorkan Pemko Medan dapat memberikan solusi untuk permasalahan banjir di Kota Medan,” tuturnya.

Belajar dari banjir besar yang melanda Kota Medan saat ini, Rizki Lubis meminta Dinas SDABMBK Kota Medan bergerak cepat dalam menormalisasi seluruh drainase di Kota Medan. Tak hanya itu, seluruh drainase yang dibangun harus saling terintegrasi hingga dapat mengalir dengan lancar ke sungai.

“Komunikasi dengan BWSS II juga harus ditingkatkan, pastikan seluruh sungai di Kota Medan terus dinormalisasi agar dapat menampung debit air dalam jumlah yang besar dari drainase. Hari ini, banyak masyarakat Kota Medan yang merasakan kesedihan akibat banjir yang menerpa keluarganya. Kita minta keseriusan Dinas SDABMBK dalam menuntaskan masalah banjir di Kota Medan,” tegasnya.(map/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|