Menteri Agama Resmikan 3 Gedung Baru STABN Raden Wijaya Wonogiri, Dari Ekoteologi hingga Target Jadi Institut Negeri

17 hours ago 4
KampusMenag Nasaruddin Umar (empat dari kiri), Ketua STABN Raden Wijaya Dr. Sulaiman, PhD (lima dari kiri) bersama jajaran pemerintahan dan pemuka agama menancapkan pedang peresmian gedung baru STABN Raden Wijaya Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Langkah besar menuju transformasi kelembagaan kembali ditorehkan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri. Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr Nasaruddin Umar, secara resmi meresmikan tiga gedung baru di lingkungan kampus STABN Raden Wijaya, Sabtu (10/1/2026).

Peresmian ini tidak sekadar seremoni pembangunan fisik. Tiga gedung tersebut menjadi fondasi strategis penguatan layanan akademik, pengembangan fakultas, hingga laboratorium berbasis ekoteologi sebagai penopang utama transformasi STABN Raden Wijaya menuju Institut Agama Buddha Negeri di masa depan.

Adapun fasilitas yang diresmikan memiliki fungsi berbeda namun saling terintegrasi dalam satu visi pengembangan pendidikan Buddhis modern:

✓ Gedung Adinata — Difungsikan sebagai pusat layanan akademik dan administrasi pendidikan
Gedung Hayam Wuruk — Menjadi pusat kegiatan Fakultas Dharmaduta
Gedung Manjushri — Laboratorium keagamaan sekaligus sentra ekoteologi dan inovasi lingkungan

Ketua STABN Raden Wijaya, Dr Sulaiman, PhD, menjelaskan bahwa pembangunan ini berangkat dari prinsip ajaran Buddha Idappaccayatā Paṭicca Samuppāda, yakni hukum sebab-akibat yang saling bergantungan.

Menurutnya, kehadiran gedung-gedung tersebut merupakan buah dari kebijakan yang tepat, kerja keras kolektif sivitas akademika, serta dukungan nyata berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Kolaborasi Global dan Kesiapan Dunia Kerja

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, STABN Raden Wijaya juga mengembangkan program unggulan berbasis praktik dan kolaborasi global, antara lain:

✓ Internasionalisasi pendidikan melalui studi independen di Zhunglin University, Taiwan, dengan dukungan beasiswa Fo Guang Shan
✓ Magang industri di hotel bintang lima Taiwan serta program magang mengajar di wilayah 3T
✓ Ekoteologi dan energi terbarukan, melalui pemanfaatan Gedung Manjushri sebagai pusat inovasi daur ulang sampah menjadi energi berbasis teknologi pirolisis

Langkah ini diarahkan untuk memastikan lulusan STABN Raden Wijaya memiliki kompetensi nyata dan siap terserap di dunia kerja.

Pembangunan STABN Raden Wijaya tidak lepas dari peran strategis Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Wakil Bupati Wonogiri Imron Riskyarno, yang membacakan sambutan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyampaikan bahwa Wonogiri adalah miniatur Indonesia dengan keragaman budaya yang sangat kuat.

Keberagaman tersebut, kata dia, membentuk akulturasi budaya yang mengajarkan nilai saling menghormati dan menghargai perbedaan. Ruang kreativitas di Wonogiri terbuka bagi siapa pun untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Pemkab Wonogiri sendiri pada tahun 2023 telah menghibahkan tanah seluas sekitar 8,4 hektare untuk pengembangan kampus STABN Raden Wijaya, yang kini dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Gedung Adinata, Hayam Wuruk, dan Manjushri.

“Niat baik ini mendapat tanggapan terbaik dengan berdirinya berbagai gedung yang hari ini diresmikan,” tegasnya.

Target Besar: Dari Sekolah Tinggi Menuju Institut

Memasuki usia ke-19 tahun, STABN Raden Wijaya dinilai berkembang pesat dan terus didorong agar memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap ke depan akan lahir perguruan tinggi negeri dari Wonogiri yang bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut, bahkan universitas.

Harapan tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya perhatian pemerintah pusat, dukungan lintas sektor, serta kesiapan STABN Raden Wijaya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, agama, profesionalisme, dan karakter kebangsaan.

Pesan Menteri Agama: Rawat Lukisan Tuhan

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan kuat tentang keberagaman. Ia menegaskan bahwa perbedaan agama adalah lukisan Tuhan yang tidak boleh dirusak.

“Jangan ada yang mengacak-acak. Ini lukisan terindah di dunia. Kita di sini adalah perawat lukisan Tuhan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan insan cendekia melalui ajaran universal agama Buddha, seperti empat kebenaran mulia dan delapan jalan mulia, serta mendorong resakralisasi alam semesta melalui pendekatan ekoteologi dan green theology.

“Mari mencintai alam seperti mencintai diri sendiri,” pungkasnya.

Dengan peresmian tiga gedung baru ini, STABN Raden Wijaya Wonogiri menegaskan visinya mengusung nilai Wisdom and Compassion, membangun ekosistem pendidikan Buddhis yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|