MEDAN, SUMUTPOS– Semangat kebersamaan dan komitmen membangun daerah asal menjadi motor penggerak utama dalam peringatan Milad ke-36 Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB)
Raya. Acara puncak organisasi paguyuban ini digelar dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan di Aula Universitas Imelda, Kota Medan, Minggu (12/7/2026).
Perayaan monumental tersebut merupakan klimaks dari rangkaian kegiatan tiga hari berturut-turut yang telah diinisiasi sejak Jumat (10/7/2026). Melalui momentum hari jadi ini, IKLAB Raya menegaskan kembali posisinya bukan sekadar wadah berkumpul warga perantauan, melainkan motor penggerak kolaborasi sosial guna memajukan tiga kabupaten hasil pemekaran, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura), dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Rangkaian peringatan ke-36 tahun ini dirancang secara komprehensif dengan memadukan unsur historis, sosial, olahraga, dan spiritual. Agenda dimulai dengan ziarah ke makam para tokoh serta pendiri IKLAB Raya. Kegiatan ini bertujuan memberikan penghormatan atas jasa-jasa para perintis yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi organisasi kemasyarakatan tersebut.
Selain kegiatan reflektif, panitia juga menggelar berbagai kompetisi guna mencairkan suasana dan membangun keakraban antargenerasi. Di antaranya adalah turnamen catur, tenis meja, hingga lomba lagu religi yang diikuti secara antusias oleh ratusan anggota dari berbagai latar belakang usia.
Pada acara puncak, dimensi spiritual diperkuat melalui tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Dr. Daud Sagita Putra, M.Pd. Dalam ceramahnya, Dr. Daud menggarisbawahi bahwa kekuatan organisasi tidak dinilai dari kuantitas anggota, melainkan dari kedalaman rasa kepedulian sosial yang nyata. Merujuk pada Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 2, ia mengajak seluruh keluarga besar IKLAB Raya untuk senantiasa memelihara ukhuwah Islamiyah dan mengutamakan budaya saling menolong dalam kebaikan demi menjemput keberkahan hidup berkelompok.
Dalam pidatonya, Ketua Umum IKLAB Raya, Drs. H. Rivai Nasution, MM, menegaskan bahwa milad kali ini harus dijadikan titik balik peningkatan kontribusi nyata pasca-pemekaran wilayah. Pemekaran daerah tidak boleh memecah visi kebersamaan, melainkan harus dipandang sebagai peluang emas bagi putra-putri daerah untuk mengambil peran strategis.
“IKLAB Raya harus terus menjadi perekat persaudaraan sekaligus wadah yang mampu menghimpun potensi masyarakat perantauan untuk bersama-sama membangun kampung halaman,” ujar Rivai sembari menyebut, sektor pendidikan, ekonomi, pemerintahan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan adalah lini utama yang membutuhkan pemikiran serta intervensi dari para perantau cerdik cendekia di Kota Medan.
Senada dengan itu, atmosfer haru sempat menyelimuti ruangan saat Ketua Dewan Penasehat IKLAB Raya yang juga mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si, memberikan arahannya. Ia mengingatkan, sejauh apa pun langkah kaki perantau berjalan, ikatan batin dengan tanah kelahiran tidak akan pernah luntur.
Prof. Sabrina mengajak seluruh elemen organisasi untuk mentransformasikan rasa rindu kampung halaman menjadi gagasan konkrit dan aksi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat Labuhanbatu Raya.
Penghargaan untuk Tokoh Berdedikasi
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi terhadap pencapaian sumber daya manusia, panitia Milad ke-36 secara resmi menganugerahkan Anugerah Penghargaan IKLAB Raya kepada enam tokoh yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa di bidangnya masing-masing. Penyerahan penghargaan ini disambut gemuruh tepuk tangan sebagai representasi rasa hormat kolektif.
Adapun para penerima penghargaan tersebut yakni: dr. H. Imran Ritonga (Pemilik dan Ketua Yayasan Imelda) atas dedikasi tinggi pada pengembangan mutu pendidikan serta pemenuhan layanan kesehatan masyarakat. Kemudian Hj. Nuraini (Ketua Yayasan Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia / UPMI), atas kontribusi besarnya dalam memajukan akses pendidikan tinggi.
Kemudian Prof. Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si (Ketua Dewan Penasehat IKLAB Raya), atas pengabdian panjang di birokrasi dan konsistensinya dalam pengembangan kapasitas SDM daerah. Dr. Halomoan, SH, MH (Ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu), atas dedikasi berkelanjutan terhadap penyediaan pendidikan tinggi berkualitas di wilayah Labuhanbatu Raya.
Selanjutnya Prof. Dr. Zainuddin, M.Pd, atas pengabdian mendalam di dunia akademik dan inovasi pengembangan sistem pendidikan. Dan Drs. H. Rivai Nasution, MM (Ketua Umum IKLAB Raya) atas kepemimpinan visioner dan dedikasinya menjaga persatuan masyarakat perantauan di bawah panji organisasi.
Acara yang berlangsung penuh rasa syukur ini ditandai secara simbolis melalui pemotongan tumpeng, pembagian hadiah bagi para pemenang lomba, serta sesi ramah tamah. Peringatan Milad ke-36 ini ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi foto kolektif, membawa pesan kuat bahwa IKLAB Raya siap melangkah menjadi organisasi yang lebih inklusif, kokoh, dan berorientasi pada kemajuan berkelanjutan bagi tanah kelahiran. (adz)

11 hours ago
5

















































