Pastikan Program Makanan Bergizi Gratis Aman dan Tepat Sasaran, Ketua Satgas MBG Dairi Serahkan 10 SLHS untuk SPPG

5 hours ago 2

DAIRI – Wahyu Daniel Sagala menyerahkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah memenuhi syarat dalam mendukung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi. Penyerahan dilakukan dalam seremoni di Aula SMKN 1 Sidikalang, Jumat (22/5).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Surung Charles Lamhot Bantjin, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik, serta Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Dairi Pahlawan Nasution.

Adapun 10 SPPG penerima SLHS tersebut yakni SPPG Buluduri, SPPG Tanah Pinem Desa Harapan, SPPG Dairi Lau Sireme, SPPG Tigalingga, SPPG Dairi Batang Beruh 2, SPPG Dairi Huta Rakyat, SPPG Dairi Lae Nuaha, SPPG Dairi Sidikalang 3, SPPG Dairi Tanah Pinem Kutabuluh, dan SPPG Dairi Lau Bagot.

Dalam sambutannya, Wahyu Daniel Sagala menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, aspek keamanan pangan dan higienitas menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“SLHS bukan hanya sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi jaminan bahwa proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan,” ujar Wahyu.

Ia juga mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi yang aktif melakukan pembinaan, pendampingan, hingga inspeksi kesehatan lingkungan kepada penyelenggara MBG.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan tantangan ke depan tidak hanya terkait legalitas dan standar pelayanan, tetapi juga peningkatan cakupan penerima manfaat, khususnya kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, puskesmas, sekolah, pemerintah desa, dan pengelola SPPG. Selain itu, validitas data penerima manfaat juga harus terus diperbarui agar program benar-benar tepat sasaran.

“Kita juga perlu mendorong inovasi pelayanan serta optimalisasi potensi lokal dalam penyediaan bahan pangan agar program MBG turut meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Dairi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik mengungkapkan, hingga saat ini baru 10 dari 36 SPPG yang beroperasi di Dairi telah memperoleh SLHS, termasuk satu SPPG yang sedang disuspend.

Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Dairi mencapai 72.913 orang, terdiri dari 69.086 anak sekolah dan 3.827 penerima dari kelompok 3B.

Berdasarkan data puskesmas, sasaran kelompok 3B di Dairi meliputi 1.630 ibu hamil, 4.458 ibu menyusui, dan 16.948 balita non-PAUD. Namun, penerima manfaat yang telah terlayani saat ini baru mencakup 303 ibu hamil (18,59 persen), 707 ibu menyusui (15,86 persen), dan 2.817 balita non-PAUD (16,62 persen).

Pemerintah Kabupaten Dairi berharap percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh penyelenggara MBG dapat terus dilakukan guna memastikan layanan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat. (rud/ila)

DAIRI – Wahyu Daniel Sagala menyerahkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah memenuhi syarat dalam mendukung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi. Penyerahan dilakukan dalam seremoni di Aula SMKN 1 Sidikalang, Jumat (22/5).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Surung Charles Lamhot Bantjin, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik, serta Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Dairi Pahlawan Nasution.

Adapun 10 SPPG penerima SLHS tersebut yakni SPPG Buluduri, SPPG Tanah Pinem Desa Harapan, SPPG Dairi Lau Sireme, SPPG Tigalingga, SPPG Dairi Batang Beruh 2, SPPG Dairi Huta Rakyat, SPPG Dairi Lae Nuaha, SPPG Dairi Sidikalang 3, SPPG Dairi Tanah Pinem Kutabuluh, dan SPPG Dairi Lau Bagot.

Dalam sambutannya, Wahyu Daniel Sagala menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, aspek keamanan pangan dan higienitas menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“SLHS bukan hanya sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi jaminan bahwa proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan,” ujar Wahyu.

Ia juga mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi yang aktif melakukan pembinaan, pendampingan, hingga inspeksi kesehatan lingkungan kepada penyelenggara MBG.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan tantangan ke depan tidak hanya terkait legalitas dan standar pelayanan, tetapi juga peningkatan cakupan penerima manfaat, khususnya kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, puskesmas, sekolah, pemerintah desa, dan pengelola SPPG. Selain itu, validitas data penerima manfaat juga harus terus diperbarui agar program benar-benar tepat sasaran.

“Kita juga perlu mendorong inovasi pelayanan serta optimalisasi potensi lokal dalam penyediaan bahan pangan agar program MBG turut meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Dairi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Henry Manik mengungkapkan, hingga saat ini baru 10 dari 36 SPPG yang beroperasi di Dairi telah memperoleh SLHS, termasuk satu SPPG yang sedang disuspend.

Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Dairi mencapai 72.913 orang, terdiri dari 69.086 anak sekolah dan 3.827 penerima dari kelompok 3B.

Berdasarkan data puskesmas, sasaran kelompok 3B di Dairi meliputi 1.630 ibu hamil, 4.458 ibu menyusui, dan 16.948 balita non-PAUD. Namun, penerima manfaat yang telah terlayani saat ini baru mencakup 303 ibu hamil (18,59 persen), 707 ibu menyusui (15,86 persen), dan 2.817 balita non-PAUD (16,62 persen).

Pemerintah Kabupaten Dairi berharap percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh penyelenggara MBG dapat terus dilakukan guna memastikan layanan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat. (rud/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|