Pelanggan Keluhkan Air Keruh Perumda Tirtasari Binjai

4 hours ago 4

BINJAI – Perumda Tirtasari kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pelanggan di Kota Binjai mengeluhkan kualitas air yang dinilai tidak layak digunakan. Keluhan datang dari warga di kawasan Jalan Danau Tondano Pasar 2 KM 18, Binjai Timur, yang mengaku harus menghadapi air keruh berwarna kecokelatan hampir setiap hari selama berbulan-bulan.

Kondisi tersebut membuat pelanggan kecewa lantaran pelayanan air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat justru dinilai semakin memburuk, terutama menjelang hingga usai perayaan Hari Ulang Tahun ke-154 Kota Binjai.

Dalam video yang beredar, air yang mengalir dari pipa pelanggan tampak keruh pekat berwarna cokelat. Warga mengaku harus membuang air dalam jumlah besar terlebih dahulu sebelum mendapatkan air yang relatif jernih dan bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Sudah berbulan-bulan begini. Kalau mau pakai air harus dibuang dulu berember-ember sampai keluar yang bersih,” keluh salah seorang pelanggan.

Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga berdampak pada membengkaknya biaya tagihan air dan listrik rumah tangga. Menurut pelanggan, meteran air tetap berjalan meski sebagian besar air terbuang percuma karena tidak layak digunakan. “Meteran jalan terus, jadinya bayar makin bengkak. Air banyak terbuang,” ujarnya.

Pelanggan menyebut, kondisi air keruh tersebut sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir. Bahkan dalam beberapa kesempatan, aliran air disebut sempat mati total sehingga semakin menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak.

“Setiap hari air kotor terus. Setelah banyak dibuang baru bisa dipakai. Kami sudah melapor dua minggu lalu, tapi belum ada penanganan,” katanya.

Keluhan masyarakat ini muncul di tengah momentum perayaan HUT Kota Binjai, yang semestinya menjadi ajang peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. Namun warga justru mengaku kecewa karena persoalan air bersih tak kunjung terselesaikan.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumda Tirtasari, Azhari, menjelaskan bahwa air keruh terjadi akibat proses pengetesan jaringan air dari off-taker Mebidang dengan tekanan tinggi serta pencucian pipa yang dilakukan dalam proyek pekerjaan PU tahun 2025.

“Ada pengetesan air dari off-taker Mebidang dengan tekanan tinggi dan pencucian pipa dari pekerjaan PU tahun 2025 yang menyebabkan air keruh sampai ke pelanggan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Meski demikian, pihaknya memastikan hingga saat ini tidak ditemukan adanya kebocoran pada jaringan pipa distribusi. “Pengetesan dan pencucian pipa masih terus dilakukan sampai dipastikan tidak ada kebocoran pipa,” pungkasnya.

Sementara itu, warga berharap pihak Perumda Tirtasari segera mengambil langkah konkret agar kualitas air kembali normal dan pelanggan tidak terus dirugikan akibat kondisi tersebut. Mereka juga meminta adanya solusi terkait tagihan yang membengkak karena banyaknya air yang terbuang selama proses mendapatkan air bersih. (ted/ila)

BINJAI – Perumda Tirtasari kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pelanggan di Kota Binjai mengeluhkan kualitas air yang dinilai tidak layak digunakan. Keluhan datang dari warga di kawasan Jalan Danau Tondano Pasar 2 KM 18, Binjai Timur, yang mengaku harus menghadapi air keruh berwarna kecokelatan hampir setiap hari selama berbulan-bulan.

Kondisi tersebut membuat pelanggan kecewa lantaran pelayanan air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat justru dinilai semakin memburuk, terutama menjelang hingga usai perayaan Hari Ulang Tahun ke-154 Kota Binjai.

Dalam video yang beredar, air yang mengalir dari pipa pelanggan tampak keruh pekat berwarna cokelat. Warga mengaku harus membuang air dalam jumlah besar terlebih dahulu sebelum mendapatkan air yang relatif jernih dan bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Sudah berbulan-bulan begini. Kalau mau pakai air harus dibuang dulu berember-ember sampai keluar yang bersih,” keluh salah seorang pelanggan.

Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga berdampak pada membengkaknya biaya tagihan air dan listrik rumah tangga. Menurut pelanggan, meteran air tetap berjalan meski sebagian besar air terbuang percuma karena tidak layak digunakan. “Meteran jalan terus, jadinya bayar makin bengkak. Air banyak terbuang,” ujarnya.

Pelanggan menyebut, kondisi air keruh tersebut sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir. Bahkan dalam beberapa kesempatan, aliran air disebut sempat mati total sehingga semakin menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak.

“Setiap hari air kotor terus. Setelah banyak dibuang baru bisa dipakai. Kami sudah melapor dua minggu lalu, tapi belum ada penanganan,” katanya.

Keluhan masyarakat ini muncul di tengah momentum perayaan HUT Kota Binjai, yang semestinya menjadi ajang peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. Namun warga justru mengaku kecewa karena persoalan air bersih tak kunjung terselesaikan.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumda Tirtasari, Azhari, menjelaskan bahwa air keruh terjadi akibat proses pengetesan jaringan air dari off-taker Mebidang dengan tekanan tinggi serta pencucian pipa yang dilakukan dalam proyek pekerjaan PU tahun 2025.

“Ada pengetesan air dari off-taker Mebidang dengan tekanan tinggi dan pencucian pipa dari pekerjaan PU tahun 2025 yang menyebabkan air keruh sampai ke pelanggan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Meski demikian, pihaknya memastikan hingga saat ini tidak ditemukan adanya kebocoran pada jaringan pipa distribusi. “Pengetesan dan pencucian pipa masih terus dilakukan sampai dipastikan tidak ada kebocoran pipa,” pungkasnya.

Sementara itu, warga berharap pihak Perumda Tirtasari segera mengambil langkah konkret agar kualitas air kembali normal dan pelanggan tidak terus dirugikan akibat kondisi tersebut. Mereka juga meminta adanya solusi terkait tagihan yang membengkak karena banyaknya air yang terbuang selama proses mendapatkan air bersih. (ted/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|