LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kabar gembira bagi guru mengaji dan Sekolah Minggu, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang akan berikan insentif kepada tenaga pengajar nonformal di Tahun 2026 mendatang. “Tahun 2026, guru MDTA yang akan mendapat insentif 2.100 orang, dan guru Sekolah Minggu 500 orang,” kata Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Zainal Abidin Hutagalang, pada Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Deliserdang Tahun Anggaran 2026, Rabu (26/11).
Pemkab Deliserdang kini fokus pada upaya menyejahterakan guru di Deliserdang. Salah satunya dengan memberikan insentif kepada guru mengaji dan Sekolah Minggu.
Di Tahun 2025, Pemkab Deliserdang telah menganggarkan pemberian insentif untuk guru mengaji di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) sebanyak 2.100 orang, dengan masing-masing menerima sebesar Rp400 ribu per bulan. Sementara untuk guru Sekolah Minggu sebanyak 100 orang dengan besaran Rp200 ribu per bulan.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra itu, Asisten I menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang sepakat bila APBD merupakan wujud komitmen politik dan keberpihakan kepada rakyat.
“APBD bukan sekadar angka, tetapi wujud keberpihakan kepada masyarakat,” tambah Drs Zainal Abidin.
Di sisi lain Pemkab Deliserdang berkomitmen dan memastikan akan membayar tunggakan pekerjaan swakelola Tahun 2024.
“Pemerintah berkomitmen menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.
Untuk perbaikan Jalan Tanjung Anom–Glugur Rimbun, dan Limaumanis-Tadukanraga, Drs Zainal Abidin meyebutkan, akan dilakukan di Tahun 2026 mendatang.
“Pemerintah Kabupaten Deliserdang berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan APBD agar mampu mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.
Karena itu diperlukan kolaborasi dan komunikasi yang baik antarseluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Deliserdang.(btr/azw)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kabar gembira bagi guru mengaji dan Sekolah Minggu, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang akan berikan insentif kepada tenaga pengajar nonformal di Tahun 2026 mendatang. “Tahun 2026, guru MDTA yang akan mendapat insentif 2.100 orang, dan guru Sekolah Minggu 500 orang,” kata Bupati Deliserdang dr H Asri Ludin Tambunan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Zainal Abidin Hutagalang, pada Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Deliserdang Tahun Anggaran 2026, Rabu (26/11).
Pemkab Deliserdang kini fokus pada upaya menyejahterakan guru di Deliserdang. Salah satunya dengan memberikan insentif kepada guru mengaji dan Sekolah Minggu.
Di Tahun 2025, Pemkab Deliserdang telah menganggarkan pemberian insentif untuk guru mengaji di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) sebanyak 2.100 orang, dengan masing-masing menerima sebesar Rp400 ribu per bulan. Sementara untuk guru Sekolah Minggu sebanyak 100 orang dengan besaran Rp200 ribu per bulan.
Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra itu, Asisten I menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang sepakat bila APBD merupakan wujud komitmen politik dan keberpihakan kepada rakyat.
“APBD bukan sekadar angka, tetapi wujud keberpihakan kepada masyarakat,” tambah Drs Zainal Abidin.
Di sisi lain Pemkab Deliserdang berkomitmen dan memastikan akan membayar tunggakan pekerjaan swakelola Tahun 2024.
“Pemerintah berkomitmen menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.
Untuk perbaikan Jalan Tanjung Anom–Glugur Rimbun, dan Limaumanis-Tadukanraga, Drs Zainal Abidin meyebutkan, akan dilakukan di Tahun 2026 mendatang.
“Pemerintah Kabupaten Deliserdang berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan APBD agar mampu mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.
Karena itu diperlukan kolaborasi dan komunikasi yang baik antarseluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Deliserdang.(btr/azw)

2 days ago
9

















































