Ritual Keluar Geng Berujung Maut, Dua Pelajar Jogja Luka Parah Dibacok Rekannya Sendiri

3 hours ago 3
Ilustrasi kasus pembacokan

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Fenomena geng pelajar kembali menunjukkan wajah brutalnya. Bukan sekadar tawuran spontan, dua remaja di Kota Yogyakarta justru harus bertaruh nyawa setelah dipaksa menjalani “ritual” kekerasan demi keluar dari kelompoknya sendiri.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Kemantren Pakualaman. Ironisnya, aksi tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari kesepakatan internal kelompok.

PS Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda R Anton Budi Susilo, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat polisi menerima laporan dari RS Pratama terkait korban yang awalnya diduga mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Anggota Polsek Umbulharjo mendatangi RS Pratama untuk mengecek korban, dalam pengecekan tersebut di ruang IGD terdapat pasien dengan luka sayatan sajam diduga korban perkelahian,” katanya.

Dari hasil penelusuran, diketahui dua korban yakni AP (18), warga Mergangsan, mengalami luka bacok di pundak kiri, kedua lengan, serta jempol tangan kanan. Sementara korban lainnya, RA (17), pelajar asal Depok, Sleman, menderita luka serius di dada kiri hingga menembus paru-paru.

Keduanya diketahui merupakan bagian dari satu geng pelajar yang sama. Namun, keinginan mereka untuk keluar dari kelompok justru berujung petaka.

“Berdasarkan keterangan saksi bahwa dua pelajar itu diduga ikut geng vascal dan keduanya ingin keluar geng, namun oleh sesama vascal tidak boleh keluar geng kalau belum ada fix (gladiatoran),” katanya.

Kesepakatan pun dibuat. Mereka janjian bertemu di lokasi kejadian untuk menjalani apa yang disebut sebagai “fighter” atau gladiatoran.

Dalam peristiwa itu, kedua korban bahkan membawa senjata tajam. RA membawa dua celurit, sedangkan AP membawa satu celurit. Namun nahas, keduanya justru menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

“RA membawa dua celurit dan AP membawa satu celurit kemudian sewaktu terjadi bentrokan yang mengalami luka itu RA dan AP,” ujar Anton.

Akibat luka yang diderita, AP sempat dirawat di RS Wirosaban. Sedangkan RA yang mengalami luka tembus paru-paru harus mendapatkan perawatan intensif dan dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta.

Polisi menduga jumlah pelaku lebih banyak dibanding korban, sehingga keduanya tidak mampu mengimbangi serangan.

“Dimungkinkan antara korban dan pelaku sama-sama membawa Sajam namun korban kalah jumlah masa dengan pelaku, kejadian ini juga bukan karena papasan dan saling ejek namun antara kedua kelompok sudah saling janjian ketemuan untuk melaksanakan fagter atau gladiatoran,” jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polresta Yogyakarta. Polisi juga telah mengamankan dua senjata tajam sebagai barang bukti dan terus memburu pihak-pihak lain yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|