SDA Sumut Pulihkan Lahan Petani Batubara

3 hours ago 5

BATUBARA – Jebolnya tanggul Sungai Daludalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Airputih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), sejak 2024 lalu, berdampak serius terhadap sektor pertanian masyarakat. Banjir dan erosi yang terjadi akibat kerusakan tanggul tersebut telah merusak sedikitnya 1.500 hektare lahan produktif milik warga.

Dari total lahan terdampak, sekitar 500 hektare merupakan lahan hortikultura cabai. Sementara kurang lebih 10 hektare lainnya merupakan lahan perikanan masyarakat. Kondisi ini membuat para petani mengalami penurunan produksi secara signifikan, bahkan sebagian tidak dapat lagi menggarap lahannya.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi lima desa dan kelurahan, yakni Desa Sukaraja, Desa Tanahtinggi, Desa Tanahrendah, Desa Sukaramai, serta Kelurahan Indrapura.

Keresahan masyarakat tersebut kemudian disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batubara, Syafi’i, saat mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumut di Kota Medan, Selasa (19/5/2026). Dalam kunjungannya, ia didampingi rombongan untuk mendesak percepatan penanganan kerusakan tanggul.

Syafi’i menegaskan bahwa kondisi ini telah mengganggu kehidupan petani secara luas, terutama karena jaringan irigasi yang rusak turut memperparah situasi di lapangan.

“Masyarakat di sana sangat terganggu. Mereka jadi tidak bisa bertani, produksi mereka anjlok. Mewakili masyarakat terdampak, kiranya Dinas SDA Sumut segera memperbaiki,” ujar Syafi’i.

Selain perbaikan tanggul, ia juga meminta pemerintah segera melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta langkah mitigasi bencana untuk mencegah banjir susulan yang bersumber dari pintu air Sungai Daludalu.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyatakan pihaknya memahami kondisi yang dihadapi masyarakat dan menjadikan persoalan ini sebagai prioritas penanganan.

Ia menyebutkan bahwa kerusakan tanggul tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah provinsi, terlebih karena luas lahan terdampak mencapai ribuan hektar.

“Kami sangat memahami keresahan petani. Kerusakan tanggul ini menjadi atensi serius bagi kami, apalagi lahan terdampak mencapai sekitar 1.500 hektare yang harus segera diselamatkan,” ucap Gibson saat memberikan keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut, Gibson mengungkapkan bahwa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah memberikan instruksi tegas agar penanganan segera dilakukan.

“Gubernur Sumut, Pak Bobby Nasution, menginstruksikan kami untuk menangani kerusakan ini. Bahkan beliau menekankan harus segera dilakukan,” jelasnya.

Saat ini, Dinas SDA Sumut tengah menyelesaikan tahapan administrasi berupa proses tender. Pekerjaan fisik perbaikan tanggul ditargetkan dapat dimulai dalam waktu dekat.

“Seluruh tahapan saat ini masih dalam proses tender. Kiranya pada bulan Juni pekerjaan sudah dapat berjalan,” tambah Gibson.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan DPRD dalam menangani persoalan ini, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Perbaikan tanggul Sungai Dalu-Dalu ini dinilai menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus sejalan dengan program nasional menuju swasembada pangan.

Dengan percepatan penanganan yang dijanjikan, masyarakat berharap kondisi lahan pertanian dapat segera pulih sehingga aktivitas ekonomi petani kembali berjalan normal.(san/azw)

BATUBARA – Jebolnya tanggul Sungai Daludalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Airputih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), sejak 2024 lalu, berdampak serius terhadap sektor pertanian masyarakat. Banjir dan erosi yang terjadi akibat kerusakan tanggul tersebut telah merusak sedikitnya 1.500 hektare lahan produktif milik warga.

Dari total lahan terdampak, sekitar 500 hektare merupakan lahan hortikultura cabai. Sementara kurang lebih 10 hektare lainnya merupakan lahan perikanan masyarakat. Kondisi ini membuat para petani mengalami penurunan produksi secara signifikan, bahkan sebagian tidak dapat lagi menggarap lahannya.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi lima desa dan kelurahan, yakni Desa Sukaraja, Desa Tanahtinggi, Desa Tanahrendah, Desa Sukaramai, serta Kelurahan Indrapura.

Keresahan masyarakat tersebut kemudian disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batubara, Syafi’i, saat mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumut di Kota Medan, Selasa (19/5/2026). Dalam kunjungannya, ia didampingi rombongan untuk mendesak percepatan penanganan kerusakan tanggul.

Syafi’i menegaskan bahwa kondisi ini telah mengganggu kehidupan petani secara luas, terutama karena jaringan irigasi yang rusak turut memperparah situasi di lapangan.

“Masyarakat di sana sangat terganggu. Mereka jadi tidak bisa bertani, produksi mereka anjlok. Mewakili masyarakat terdampak, kiranya Dinas SDA Sumut segera memperbaiki,” ujar Syafi’i.

Selain perbaikan tanggul, ia juga meminta pemerintah segera melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta langkah mitigasi bencana untuk mencegah banjir susulan yang bersumber dari pintu air Sungai Daludalu.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyatakan pihaknya memahami kondisi yang dihadapi masyarakat dan menjadikan persoalan ini sebagai prioritas penanganan.

Ia menyebutkan bahwa kerusakan tanggul tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah provinsi, terlebih karena luas lahan terdampak mencapai ribuan hektar.

“Kami sangat memahami keresahan petani. Kerusakan tanggul ini menjadi atensi serius bagi kami, apalagi lahan terdampak mencapai sekitar 1.500 hektare yang harus segera diselamatkan,” ucap Gibson saat memberikan keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut, Gibson mengungkapkan bahwa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah memberikan instruksi tegas agar penanganan segera dilakukan.

“Gubernur Sumut, Pak Bobby Nasution, menginstruksikan kami untuk menangani kerusakan ini. Bahkan beliau menekankan harus segera dilakukan,” jelasnya.

Saat ini, Dinas SDA Sumut tengah menyelesaikan tahapan administrasi berupa proses tender. Pekerjaan fisik perbaikan tanggul ditargetkan dapat dimulai dalam waktu dekat.

“Seluruh tahapan saat ini masih dalam proses tender. Kiranya pada bulan Juni pekerjaan sudah dapat berjalan,” tambah Gibson.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan DPRD dalam menangani persoalan ini, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Perbaikan tanggul Sungai Dalu-Dalu ini dinilai menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus sejalan dengan program nasional menuju swasembada pangan.

Dengan percepatan penanganan yang dijanjikan, masyarakat berharap kondisi lahan pertanian dapat segera pulih sehingga aktivitas ekonomi petani kembali berjalan normal.(san/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|