PURWOKERTO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Di tengah sorotan tentang keselamatan berlalu lintas, sebuah tragedi memilukan justru terjadi di ruas jalan yang seharusnya menjadi pengingat jasa para pahlawan. Seorang ibu rumah tangga tewas setelah menjadi korban tabrak lari di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Nirwana, Purwokerto.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Pahlawan, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, pada Senin (16/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Korban diketahui berinisial LY (37), warga Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit bernomor polisi R-6430-JN terlibat kecelakaan dengan sepeda motor lain yang hingga kini belum teridentifikasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami, menjelaskan insiden tersebut bermula saat korban melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang. Di saat bersamaan, sepeda motor tanpa identitas datang dari arah barat dan berusaha menyeberang ke arah selatan.
Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak dapat dihindari.
“Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Supra Fit bernomor polisi R-6430-JN dengan sepeda motor tanpa identitas,” jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (19/3/2026).
Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat dilarikan ke RS Ananda Purwokerto. Namun, nyawanya tidak tertolong. Ia meninggalkan tiga orang anak, termasuk seorang bayi yang baru berusia tujuh hari.
Sementara itu, pengendara sepeda motor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan justru melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan.
Kasus ini memicu perhatian publik setelah ramai dibahas di media sosial. Sejumlah unggahan bahkan menandai akun-akun tertentu untuk membantu mengungkap pelaku.
“Kasus tabrak lari sepeda motor. Lokasi sekitar taman makam pahlawan sampai perempatan lampu merah Tanjung, Purwokerto, Banyumas Jawa Tengah,” tulis salah satu unggahan yang beredar.
Unggahan tersebut juga menyentil sisi kemanusiaan pelaku. “Apakah naluri sebagai manusia telah hilang pada diri pelaku? Keadilan perlu ditegakkan, tidak hanya untuk dipertontonkan,” demikian bunyi postingan itu.
Tak sedikit warganet yang turut mengajak masyarakat, khususnya yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi, untuk membantu menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Menanggapi hal itu, pihak kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penelusuran CCTV di sepanjang jalur. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami sudah olah TKP dan cek CCTV di sepanjang jalur namun belum mendapati karena ada CCTV yang rusak dan tidak mengarah ke jalan. Dari keterangan saksi ada yang menyebutkan ciri kendaraan dan nomor polisinya, namun setelah kami cek tidak sesuai, jadi kami masih melakukan pendalaman,” ungkap Iptu Metri Zul Utami.
Kerugian material dalam kejadian ini ditaksir mencapai Rp1 juta. Hingga kini, polisi masih terus memburu pelaku dan berharap ada titik terang untuk mengungkap kasus tabrak lari yang merenggut nyawa seorang ibu tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

7 hours ago
1
















































