WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa sangka, sebuah desa di lereng Wonogiri kini mulai mencuri perhatian berkat geliat peternakan sapi perah yang terus berkembang. Dari Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, muncul harapan baru bahwa Wonogiri suatu saat mampu memiliki sentra susu segar yang mampu bersaing dengan daerah-daerah penghasil susu terkenal di Indonesia.
Potensi besar itulah yang membuat Komisi II DPRD Wonogiri bersama Dinas Pertanian serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdag KUKM) turun langsung meninjau sentra peternakan sapi perah di Desa Krandegan pada Rabu (22/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha peternakan sapi perah sekaligus menggali peluang menjadikan Bulukerto sebagai salah satu pusat produksi susu segar yang mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan melahirkan produk susu lokal unggulan.
Perjalanan peternakan sapi perah di Bulukerto ternyata menyimpan kisah yang menginspirasi. Ketua Komunitas Mulia Sentosa Sapi Perah, Santoso, mengungkapkan dirinya mulai menekuni usaha ini sejak tahun 2018.
Keputusan itu bukan semata-mata mengejar keuntungan, melainkan berawal dari kepeduliannya sebagai petugas kesehatan hewan yang sering menyaksikan anak sapi atau pedet mati karena kekurangan asupan susu dari induknya.
Dari keprihatinan tersebut lahirlah usaha peternakan sapi perah yang kini berkembang pesat.
Saat ini komunitas yang dipimpinnya memiliki 55 ekor sapi, dengan 25 ekor di antaranya sedang dalam masa produksi.
Produktivitasnya pun cukup mengesankan. Setiap ekor sapi rata-rata mampu menghasilkan sekitar 15 liter susu segar setiap hari.
Dengan harga jual sekitar Rp11.000 per liter, produksi harian mencapai 450 hingga 500 liter susu.
“Kalau ditotal, omzet penjualan susu berkisar Rp95 juta sampai Rp100 juta per bulan,” ujar Santoso.
Pendapatan tersebut tentu tidak diperoleh tanpa biaya. Santoso menjelaskan biaya produksi untuk satu ekor sapi setiap hari berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000, sedangkan pendapatan kotor yang dihasilkan satu ekor sapi dapat mencapai sekitar Rp165.000 per hari.
Menurutnya, peluang pasar susu di Wonogiri masih sangat luas. Permintaan datang dari berbagai sektor, mulai dari konsumsi masyarakat, kebutuhan penyelamatan pedet, hingga industri pengolahan susu.
Menariknya, susu yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk susu segar.
Sebagian produksi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti:
🟢 Susu siap minum
🟢 Es krim susu segar
🟢 Produk olahan susu lainnya
Diversifikasi produk tersebut membuat nilai ekonomi hasil peternakan semakin meningkat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Santoso mengaku bangga karena keberadaan sentra sapi perah Bulukerto mulai mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, kunjungan DPRD bersama organisasi perangkat daerah menjadi suntikan semangat bagi para peternak agar terus meningkatkan produksi.
“Kami berharap kunjungan ini dapat mendukung program ketahanan pangan sehingga peternak semakin mandiri,” katanya.
Ia bahkan memiliki mimpi besar untuk kampung halamannya.
“Semoga Bulukerto bisa memiliki ikon sapi perah seperti Boyolali karena potensinya sangat besar. Berapa pun produksi susu yang dihasilkan saat ini selalu terserap pasar,” ungkap Santoso penuh optimisme.
Harapan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto.
Pemerintah daerah siap memberikan dukungan melalui berbagai program, salah satunya Inseminasi Buatan (IB) khusus sapi perah guna meningkatkan populasi dan kualitas ternak.
Selain itu, Dispertan juga memfasilitasi pembentukan kelompok tani resmi agar para peternak lebih mudah memperoleh akses bantuan pemerintah, pembinaan, hingga program pengembangan usaha.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Supriyanto menilai potensi peternakan sapi perah di Bulukerto sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Wonogiri.
Menurutnya, hasil kunjungan lapangan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan agar pengembangan peternakan sapi perah berjalan lebih optimal.
DPRD juga mendorong koordinasi yang lebih erat antara seluruh dinas terkait sehingga potensi besar yang dimiliki Bulukerto dapat berkembang lebih cepat.
“Kunjungan ini menjadi bahan pembelajaran sekaligus dasar dalam menentukan kebijakan ke depan agar potensi sapi perah di Wonogiri dapat berkembang dan memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dengan produksi yang terus meningkat, pasar yang masih terbuka lebar, serta dukungan pemerintah daerah, Bulukerto kini mulai menunjukkan diri sebagai salah satu calon sentra susu segar baru di Jawa Tengah. Jika pengembangannya berjalan konsisten, bukan tidak mungkin desa ini akan menjadi identitas baru Wonogiri di sektor peternakan, sekaligus menghadirkan peluang ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

18 hours ago
12


















































