TERJADI Lagi, Ribuan Ikan Waduk Kedung Ombo (WKO) Mati Mendadak, Petani Rugi Ratusan Juta

16 hours ago 9
Fenomena upwelling kembali melanda kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), khususnya di wilayah Boyolayar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Huri

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Fenomena upwelling kembali melanda kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), khususnya di wilayah Boyolayar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Peristiwa fenomena alam ini menyebabkan kematian massal pada ikan-ikan di karamba jaring apung milik warga setempat selama beberapa hari terakhir.

Dihubungi awak media ketua Paguyuban Berkah Mina Boyolayar, Harwito, mengungkapkan bahwa kondisi upwelling ini telah berlangsung setidaknya selama empat hari berturut-turut. Meskipun dampaknya bervariasi bagi tiap peternak, proses penyelamatan ikan membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.

​”Kalau di wilayah Boyolayar ada sekitar 23 petani karamba yang terdata. Untuk kerugian tiap orang berbeda-beda, tetapi jika diakumulasikan, biaya operasional untuk mengamankan ikan seperti menyewa kapal penarik (ngeret) bisa mencapai 5 juta perhari. Kalau sudah berlangsung 4 sampai 5 hari, totalnya bisa mencapai Rp 20 jutaan,” kata Harwito Kamis (23/7/2026).

​​Meski pasokan ikan sempat terganggu akibat fenomena ini, harga jual ikan karamba di pasaran saat ini dipastikan masih relatif stabil karena minimnya stok barang. ​Namun Harwito memprediksi pergeseran harga berpotensi terjadi dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan. Petani yang masih memiliki pasokan ikan diperkirakan akan menaikkan harga jual seiring melangkanya barang di pasaran.

​Pengolahan Limbah Ikan Mati ​Terkait bangkai atau limbah ikan yang mati akibat upwelling, para petani karamba memanfaatkan ekosistem alami di sekitar waduk. Bangkai ikan tersebut biasanya dibiarkan di area waduk untuk dikonsumsi oleh populasi ikan lele liar yang bertindak sebagai pengurai alami.

​Saat ini, para petani karamba terus bersiaga dan berupaya meminimalkan dampak kerugian dengan mengamankan karamba mereka ke area perairan waduk yang lebih aman dari dampak upwelling.

Terpisah, kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari membenarkan fenomena ikan mati di wilayah Kedung Ombo bahwa fenomena alam tersebut telah berlangsung dalam kurun waktu sekitar dua minggu terakhir. Sebagai langkah penanganan awal, para pemilik karamba siaga 24 jam di lokasi untuk mengantisipasi penurunan kualitas air secara drastis.

“Iya, itu sudah dua mingguan lalu. Pemilik karamba siaga terus di lokasi. Manakala nanti ada cuaca buruk, mereka langsung bersiap menggeser karamba ke titik yang lebih aman,” terang AKP Sudarmaji.

Untuk menekan angka kematian, Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji memaparkan bahwa para pembudidaya menerapkan serangkaian tindakan darurat saat ikan mulai menunjukkan gejala kehabisan oksigen (teler). Seperti menggeser karamba ke zona air yang lebih stabil menggunakan kapal. Kemudian Penggunaan Aerator untuk Menyuplai gelembung udara (oksigen tambahan) agar ikan tertolong. Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|