Tak Impor Beras di 2025, Prabowo Simpulkan Indonesia Sudah Swasembada Beras

1 day ago 9
Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian besar di sektor pangan nasional. Ia mengklaim Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras tepat setelah memasuki akhir tahun 2025, lebih cepat dari target yang sebelumnya dicanangkan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Di hadapan ribuan hadirin, Prabowo menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Di perayaan Natal ini saya dengan bangga, hari ini saya bisa menyampaikan, begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, sejak awal pemerintah menargetkan swasembada beras baru dapat dicapai dalam kurun waktu empat tahun setelah dirinya menjabat sebagai presiden. Namun, realisasi di lapangan disebutnya melampaui ekspektasi.

“Target empat tahun, kita bisa capai dalam waktu satu tahun,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Menurut Prabowo, percepatan pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras berbagai pihak serta koordinasi lintas sektor yang berjalan intensif sepanjang 2025. Ia juga menegaskan bahwa sepanjang tahun lalu Indonesia tidak melakukan impor beras untuk kebutuhan konsumsi.

Prabowo menilai keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika pasar pangan global.

Tak hanya berdampak di dalam negeri, Prabowo mengklaim kebijakan tidak mengimpor beras justru memberi efek positif bagi negara lain. Ia menyebut berkurangnya permintaan beras dari Indonesia ikut menekan harga beras di pasar dunia.

“Kami bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kami membantu dunia. Kenapa? Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut penurunan harga tersebut cukup signifikan.
“Turun ratusan dolar seluruhnya. Jadi, banyak negara berterima kasih sama kita,” kata mantan Menteri Pertahanan itu.

Klaim swasembada beras juga sejalan dengan pernyataan pemerintah sebelumnya. Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menyebut pemerintah memastikan tidak ada impor beras konsumsi maupun gula konsumsi pada 2026.

“(Gula) konsumsi kita tidak ada impor. Jadi, untuk (gula) konsumsi, kita tidak ada impor. Impor beras konsumsi (juga) tidak ada. Beras industri tidak jadi. Kalau konsumsi, kita hampir semuanya sudah swasembada,” kata Tatang, Kamis (1/1/2026), dikutip dari Antara.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka tersebut meningkat sekitar 13,54 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyebut kenaikan produksi beras diperkirakan mencapai 4,1 juta ton dan dicapai tanpa bergantung pada impor.

“Kami hitung selalu moderat. Tahun lalu, (arahan Presiden Prabowo Subianto) empat tahun swasembada, rencananya. Alhamdulillah, tinggal satu bulan lagi. Sesuai dengan data BPS, produksi beras aman,” ujar Amran dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (8/11/2025), dikutip dari Antara.

Meski demikian, klaim peningkatan produksi dan swasembada beras masih menuai sorotan dari sejumlah pengamat. Mereka mempertanyakan konsistensi data produksi dengan kondisi harga di pasar yang dinilai masih relatif tinggi.

Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional per 23 November 2025, rata-rata harga beras premium tercatat masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) di seluruh zona. Selain itu, kebijakan pemerintah yang menyerap seluruh gabah dengan harga seragam, meski kualitasnya bervariasi, juga menjadi catatan kritis di kalangan pengamat pangan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|