Tawangmangu Jadi Wisata Ramah Muslim, Wonogiri dan Soloraya Bagaimana?

1 day ago 8
PantaiPembangunan Pantai Klothok Paranggupito Wonogiri salah satunya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tancap gas menggarap sektor pariwisata dengan pendekatan yang makin spesifik dan terarah. Salah satu fokus yang kini didorong serius adalah pengembangan wisata ramah muslim, menyusul meningkatnya tuntutan wisatawan terhadap kenyamanan layanan berbasis nilai-nilai halal.

Melansir laman resmi Pemprov Jateng, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa tidak semua daerah dibangun dari nol. Beberapa kawasan sudah memiliki fondasi kuat dan siap dijadikan percontohan. Salah satunya adalah kawasan wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Hal itu disampaikan Gus Yasin usai menerima audiensi Gerakan Enterpreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI) di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026). Menurutnya, Tawangmangu telah menunjukkan kesiapan dari sisi infrastruktur hingga ekosistem pendukung pariwisata ramah muslim.

Ia menyebut, kawasan tersebut sudah tertata dengan baik, mulai dari pusat oleh-oleh, kafe, hingga kuliner yang jelas kehalalannya. Penataan kawasan juga dinilai rapi dan ramah bagi wisatawan keluarga maupun rombongan berbasis komunitas keagamaan.

Kabupaten Karanganyar pun dinilai menjadi salah satu daerah yang konsisten dan serius mengembangkan konsep wisata ramah muslim, bukan sekadar label, tetapi diterapkan dalam praktik di lapangan. Karena itu, kawasan ini diposisikan sebagai role model bagi daerah lain di Jawa Tengah.

Tak berhenti pada destinasi wisata, Gus Yasin menekankan bahwa sektor perhotelan harus ikut beradaptasi. Hotel dan penginapan diarahkan untuk mengusung konsep halal secara menyeluruh, mulai dari penyediaan makanan dan minuman halal, ketersediaan tempat ibadah, hingga penunjuk arah kiblat di setiap kamar.

Menurutnya, tren wisata global menunjukkan peningkatan signifikan wisatawan muslim, termasuk dari mancanegara. Wisatawan asal Timur Tengah disebut menjadi salah satu segmen yang sangat selektif dalam memilih destinasi, dengan faktor keramahan muslim sebagai pertimbangan utama.

Selain itu, wisatawan domestik dari kalangan pesantren dan lembaga pendidikan berbasis Islam juga cenderung memilih kawasan wisata yang memberikan rasa aman dan nyaman secara syariat.

Gus Yasin menegaskan bahwa komitmen Pemprov Jawa Tengah tidak berhenti pada pembangunan fisik destinasi wisata. Penguatan ekosistem menjadi fokus penting agar wisata ramah muslim benar-benar berjalan berkelanjutan.

Langkah konkret yang telah dan terus dilakukan antara lain pengawasan sertifikasi halal di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Rumah Potong Hewan (RPH), pengembangan profesi Tukang Jagal Halal atau Kang Jalal, hingga penguatan regulasi yang menopang ekosistem ekonomi syariah.

Seluruh langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan 11 program prioritas kepemimpinan Ahmad Luthfi–Taj Yasin, yang menempatkan pengembangan ekonomi syariah dan wisata ramah muslim sebagai salah satu pilar strategis pembangunan Jawa Tengah ke depan.

Dengan model yang sudah terbukti di Tawangmangu, Pemprov Jateng membuka peluang daerah lain untuk menyusul. Tinggal soal kesiapan dan keseriusan pemerintah daerah dalam menangkap peluang pasar wisata muslim yang kian besar dan kompetitif. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|