Universitas Dharmawangsa Medan Wisuda 633 Lulusan Magister, Sarjana dan Ahli Madya

7 hours ago 12

Rektor Universitas Dharmawangsa Medan Assoc. Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc, M.A mengukuhkan 633 lulusan dalam wisuda ke-XXXVII di Gedung Selecta Jalan Listrik Medan, Sabtu (30/5). Wisuda menjadi momentum penting untuk menegaskan berbagai capaian peningkatan mutu pendidikan yang berhasil diraih Universitas Dharmawangsa Medan dalam beberapa tahun terakhir.

Wisuda dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A, Ph.D, Konsul Jenderal India di Medan H.E. Ravi Shanker Goel dan koordinator Kopertais Wilayah IX Sumut. Turut hadir Ketua Senat Universitas Dharmawangsa Prof. Dr. Lahmuddin Lubis, M.Ed, Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Kusbianto, M.Hum, para wakil rektor, dekan dan ketua program studi serta pengurus Ikatan Alumni Dharmawangsa (Ikadha).

Assoc. Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc, M.A menegaskan bahwa Universitas Dharmawangsa meluluskan 62 magister, 557 sarjana, dan 14 ahli madya. Terdapat 19 wisudawan berprestasi yang memperoleh penghargaan atas capaian akademik maupun non-akademik.

Wisudawan/wisudawati meliputi 98 sarjana hukum, 83 sarjana administrasi publik, 22 sarjana administrasi bisnis, 51 sarjana ilmu komunikasi, 28 sarjana akuakultur, 62 sarjana pendidikan agama Islam, 118 sarjana manajemen, 56 sarjana akuntansi, 27 sarjana teknologi informasi, 27 sarjana rekayasa perangkat lunak, 14 ahli madya D-3 sistem informasi, 20 magister hukum dan 42 magister pendidikan agama Islam.

Rektor menegaskan, Universitas Dharmawangsa Medan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik. Tetapi juga membangun karakter, mental, akhlak serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Assoc. Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc, M.A juga memaparkan sejumlah capaian strategis yang berhasil diraih Universitas Dharmawangsa Medan. Salah satunya adalah keberhasilan memperoleh Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan predikat baik sekali yang menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan tata kelola dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Seluruh program studi Universitas Dharmawangsa Medan juga berhasil mempertahankan status akreditasinya. Bahkan, dua program studi telah meraih predikat akreditasi unggul. Yakni program studi sarjana pendidikan agama Islam dan program studi magister pendidikan agama Islam.

Universitas Dharmawangsa Medan juga menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai aspek lainnya. Berdasarkan pemeringkatan UniRank, lanjut rektor, Universitas Dharmawangsa Medan menempati posisi yang cukup baik diantara perguruan tinggi swasta di Kota Medan.

Dibidang sumber daya manusia, Universitas Dharmawangsa Medan terus mendorong peningkatan kualitas dosen melalui studi lanjut dan berbagai program pengembangan kompetensi. Kampus juga memperkuat pembelajaran berbasis teknologi digital, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan H. Muzakkir, S.E mengapresiasi LLDikti Wilayah I dan Kopertais Wilayah IX yang memberi perhatian, pembinaan dan dukungan terhadap perkembangan Universitas Dharmawangsa.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama belajar di Universitas Dharmawangsa Medan dapat didharmabaktikan untuk kemaslahatan masyarakat, agama, bangsa dan negara,” ucapnya.

Kepada para wisudawan, ketua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan berpesan agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar akademik. Ia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan yang lebih tinggi maupun pengalaman ditengah masyarakat.

H. Muzakkir, S.E menegaskan bahwa Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan bersama seluruh sivitas akademika akan terus melakukan pembenahan, inovasi dan peningkatan mutu pendidikan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan fasilitas kampus, pengembangan sistem teknologi informasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Termasuk dukungan bagi dosen untuk melanjutkan studi menuju jenjang doktor dan guru besar. (dmp)

Rektor Universitas Dharmawangsa Medan Assoc. Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc, M.A mengukuhkan 633 lulusan dalam wisuda ke-XXXVII di Gedung Selecta Jalan Listrik Medan, Sabtu (30/5). Wisuda menjadi momentum penting untuk menegaskan berbagai capaian peningkatan mutu pendidikan yang berhasil diraih Universitas Dharmawangsa Medan dalam beberapa tahun terakhir.

Wisuda dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A, Ph.D, Konsul Jenderal India di Medan H.E. Ravi Shanker Goel dan koordinator Kopertais Wilayah IX Sumut. Turut hadir Ketua Senat Universitas Dharmawangsa Prof. Dr. Lahmuddin Lubis, M.Ed, Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Kusbianto, M.Hum, para wakil rektor, dekan dan ketua program studi serta pengurus Ikatan Alumni Dharmawangsa (Ikadha).

Assoc. Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc, M.A menegaskan bahwa Universitas Dharmawangsa meluluskan 62 magister, 557 sarjana, dan 14 ahli madya. Terdapat 19 wisudawan berprestasi yang memperoleh penghargaan atas capaian akademik maupun non-akademik.

Wisudawan/wisudawati meliputi 98 sarjana hukum, 83 sarjana administrasi publik, 22 sarjana administrasi bisnis, 51 sarjana ilmu komunikasi, 28 sarjana akuakultur, 62 sarjana pendidikan agama Islam, 118 sarjana manajemen, 56 sarjana akuntansi, 27 sarjana teknologi informasi, 27 sarjana rekayasa perangkat lunak, 14 ahli madya D-3 sistem informasi, 20 magister hukum dan 42 magister pendidikan agama Islam.

Rektor menegaskan, Universitas Dharmawangsa Medan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik. Tetapi juga membangun karakter, mental, akhlak serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Assoc. Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc, M.A juga memaparkan sejumlah capaian strategis yang berhasil diraih Universitas Dharmawangsa Medan. Salah satunya adalah keberhasilan memperoleh Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan predikat baik sekali yang menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan tata kelola dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Seluruh program studi Universitas Dharmawangsa Medan juga berhasil mempertahankan status akreditasinya. Bahkan, dua program studi telah meraih predikat akreditasi unggul. Yakni program studi sarjana pendidikan agama Islam dan program studi magister pendidikan agama Islam.

Universitas Dharmawangsa Medan juga menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai aspek lainnya. Berdasarkan pemeringkatan UniRank, lanjut rektor, Universitas Dharmawangsa Medan menempati posisi yang cukup baik diantara perguruan tinggi swasta di Kota Medan.

Dibidang sumber daya manusia, Universitas Dharmawangsa Medan terus mendorong peningkatan kualitas dosen melalui studi lanjut dan berbagai program pengembangan kompetensi. Kampus juga memperkuat pembelajaran berbasis teknologi digital, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan H. Muzakkir, S.E mengapresiasi LLDikti Wilayah I dan Kopertais Wilayah IX yang memberi perhatian, pembinaan dan dukungan terhadap perkembangan Universitas Dharmawangsa.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama belajar di Universitas Dharmawangsa Medan dapat didharmabaktikan untuk kemaslahatan masyarakat, agama, bangsa dan negara,” ucapnya.

Kepada para wisudawan, ketua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan berpesan agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar akademik. Ia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan yang lebih tinggi maupun pengalaman ditengah masyarakat.

H. Muzakkir, S.E menegaskan bahwa Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan bersama seluruh sivitas akademika akan terus melakukan pembenahan, inovasi dan peningkatan mutu pendidikan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan fasilitas kampus, pengembangan sistem teknologi informasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Termasuk dukungan bagi dosen untuk melanjutkan studi menuju jenjang doktor dan guru besar. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|