Unpri Gelar Kuliah Umum Sinergi BPJS Kesehatan dan Insan Akademik dalam Optimalisasi Layanan Kesehatan Program JKN

4 hours ago 5

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JK, FIHA, MMRS, FIMMA menyampaikan kuliah umum bagi sivitas akademika Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG) Universitas Prima Indonesia (Unpri), Rabu (17/6).

Kuliah umum dengan moderator Wakil Dekan I FKKG Unpri Dr. dr. Irza Haicha Pratama, M.KM digelar di Hall Utama Kampus Unpri. Tema kuliah umum adalah Sinergi BPJS Kesehatan dan Insan Akademik dalam Optimalisasi Layanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Rektor Unpri Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes saat membuka kuliah umum menegaskan bahwa BPJS Kesehatan telah menjadi tonggak penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan dapat diakses seluruh masyarakat.

Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes menambahkan bahwa keberhasilan program JKN tidak hanya ditentukan oleh regulator dan penyelenggara tapi juga ditentukan oleh dukungan dan kolaborasi dari perguruan tinggi. Kolaborasi Unpri dengan BPJS Kesehatan telah terlaksana dengan baik sejak tahun 2018 hingga saat ini.
“Seluruh mahasiswa dan sivitas akademika Unpri telah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” katanya.

Rektor menegaskan bahwa Unpri tidak hanya berfokus dalam tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Unpri juga mengembang ekosistem kesehatan yang terintegrasi melalui rumah sakit pendidikan RS Royal Prima Medan.

Demikian juga RS Royal Prima Marelan, RS Unpri di Tebingtinggi, RS Mata Prima Vision dan RS Gigi dan Mulut Prima. Ada juga RS Royal Prima di Jambi yang memberi pelayanan kesehatan berkualitas. Rektor berharap sinergi dan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat terus terjalin dan ditingkatkan untuk terciptanya layanan kesehatan yang berkualitas.

“Terima kepada Bapak Direktur Utama BPJS Kesehatan beserta jajaran yang telah berbagi ilmu, pengalaman dan strategi pada sivitas akademika Unpri untuk mewujudkan Indonesia sehat, maju dan berprestasi,” ujar Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes.

Sementara itu direktur utama BPJS Kesehatan yang dilantik sejak Februari 2026 dan merupakan lulusan magister dari Universitas Airlangga dan STIE Gotong Royong serta lulusan program doktor dari Universitas Sebelas Maret dan Universitas Borobudur jugw mengapresiasi peran penting Unpri.

BPJS Kesehatan dan insan akademik, kata direktur utama, memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam memperkuat program JKN melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan promotif preventif serta mendorong pemerataan akses layanan.

“Bersama perguruan tinggi, BPJS berkembang mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh peserta JKN, termasuk insan akademik,” tegas dewan pakar Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, ketua umum Perkumpulan Kedokteran Militer Indonesia dan dewan pembina Komunitas Kesehatan Indonesia tersebut.

Dosen ilmu penyakit dalam Universitas Jenderal Ahmad Yani dan dosen ilmu penyakit jantung Universitas Pertahanan RI menegaskan bahwa mahasiswa lebih dari sekadar peserta.

“Anda adalah agen perubahan. Agen edukasi dan promotif preventif. Penggerak pengabdian dan pemerataan akses. Kontributor inovasi dan evidence-based policy,” terang dokter kepresidenan RI tersebut.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiolog) dengan latar belakang kuat dibidang klinis, militer, akademisi dan manajemen kesehatan ini juga mengatakan bahwa peran strategis akademis dalam program JKN.

“Peran kampus berdasarkan benchmark global. Hubungan strategis kampus sebagai pemangku kepentingan JKN. Menjembatani kaidah ilmiah dan kajian publik. Mendorong penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk pemerataan akses, kendali mutu dan kendali biaya,” ujar tokoh yang sarat pengalaman sebagai dekan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan RI, direktur penunjang medik RSPAD Gatot Subroto, kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Subroto. (dmp)

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JK, FIHA, MMRS, FIMMA menyampaikan kuliah umum bagi sivitas akademika Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG) Universitas Prima Indonesia (Unpri), Rabu (17/6).

Kuliah umum dengan moderator Wakil Dekan I FKKG Unpri Dr. dr. Irza Haicha Pratama, M.KM digelar di Hall Utama Kampus Unpri. Tema kuliah umum adalah Sinergi BPJS Kesehatan dan Insan Akademik dalam Optimalisasi Layanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Rektor Unpri Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes saat membuka kuliah umum menegaskan bahwa BPJS Kesehatan telah menjadi tonggak penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan dapat diakses seluruh masyarakat.

Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes menambahkan bahwa keberhasilan program JKN tidak hanya ditentukan oleh regulator dan penyelenggara tapi juga ditentukan oleh dukungan dan kolaborasi dari perguruan tinggi. Kolaborasi Unpri dengan BPJS Kesehatan telah terlaksana dengan baik sejak tahun 2018 hingga saat ini.
“Seluruh mahasiswa dan sivitas akademika Unpri telah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” katanya.

Rektor menegaskan bahwa Unpri tidak hanya berfokus dalam tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Unpri juga mengembang ekosistem kesehatan yang terintegrasi melalui rumah sakit pendidikan RS Royal Prima Medan.

Demikian juga RS Royal Prima Marelan, RS Unpri di Tebingtinggi, RS Mata Prima Vision dan RS Gigi dan Mulut Prima. Ada juga RS Royal Prima di Jambi yang memberi pelayanan kesehatan berkualitas. Rektor berharap sinergi dan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat terus terjalin dan ditingkatkan untuk terciptanya layanan kesehatan yang berkualitas.

“Terima kepada Bapak Direktur Utama BPJS Kesehatan beserta jajaran yang telah berbagi ilmu, pengalaman dan strategi pada sivitas akademika Unpri untuk mewujudkan Indonesia sehat, maju dan berprestasi,” ujar Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes.

Sementara itu direktur utama BPJS Kesehatan yang dilantik sejak Februari 2026 dan merupakan lulusan magister dari Universitas Airlangga dan STIE Gotong Royong serta lulusan program doktor dari Universitas Sebelas Maret dan Universitas Borobudur jugw mengapresiasi peran penting Unpri.

BPJS Kesehatan dan insan akademik, kata direktur utama, memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam memperkuat program JKN melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan promotif preventif serta mendorong pemerataan akses layanan.

“Bersama perguruan tinggi, BPJS berkembang mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh peserta JKN, termasuk insan akademik,” tegas dewan pakar Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, ketua umum Perkumpulan Kedokteran Militer Indonesia dan dewan pembina Komunitas Kesehatan Indonesia tersebut.

Dosen ilmu penyakit dalam Universitas Jenderal Ahmad Yani dan dosen ilmu penyakit jantung Universitas Pertahanan RI menegaskan bahwa mahasiswa lebih dari sekadar peserta.

“Anda adalah agen perubahan. Agen edukasi dan promotif preventif. Penggerak pengabdian dan pemerataan akses. Kontributor inovasi dan evidence-based policy,” terang dokter kepresidenan RI tersebut.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiolog) dengan latar belakang kuat dibidang klinis, militer, akademisi dan manajemen kesehatan ini juga mengatakan bahwa peran strategis akademis dalam program JKN.

“Peran kampus berdasarkan benchmark global. Hubungan strategis kampus sebagai pemangku kepentingan JKN. Menjembatani kaidah ilmiah dan kajian publik. Mendorong penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk pemerataan akses, kendali mutu dan kendali biaya,” ujar tokoh yang sarat pengalaman sebagai dekan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan RI, direktur penunjang medik RSPAD Gatot Subroto, kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Subroto. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|