7 Pekerjaan yang Bisa Dikerjakan dengan AI dan Dibayar Orang, Nomor 4 Jarang Dilirik

2 hours ago 3
Konten UMKMJasa konten UMKM. AI generated

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat cara orang bekerja berubah cepat. Dulu pekerjaan tertentu membutuhkan waktu berjam-jam, kini sebagian prosesnya bisa dipangkas dengan bantuan AI.

Tetapi ada satu hal yang sering keliru dipahami.

AI bukan mesin uang yang tinggal dinyalakan.

Peluang penghasilan muncul ketika seseorang menggunakan AI untuk menyelesaikan pekerjaan yang memang dibutuhkan orang lain.

Artinya, yang dibayar bukan karena memakai AI, tetapi karena mampu memberikan hasil yang berguna, lebih cepat, lebih rapi atau membantu orang lain menghemat waktu.

Bagi pemula, ada sejumlah pekerjaan yang relatif mudah dipelajari tanpa harus menguasai pemrograman.

Berikut tujuh di antaranya.

✓ 1. Jasa Membuat Naskah Video Pendek

Konten TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts hingga video promosi membutuhkan naskah. Masalahnya, banyak pemilik usaha dan kreator kehabisan ide.

AI bisa membantu membuat:

• ide konten
• hook pembuka
• alur video
• dialog
• call to action
• beberapa variasi judul

Contoh:

Pemilik kedai kopi meminta 10 ide video untuk promosi produknya.

Bahan yang diberikan cukup sederhana: nama produk, harga, keunggulan, target pelanggan dan beberapa foto.

AI kemudian digunakan untuk membantu membuat 10 konsep video. Setelah itu, hasilnya diedit agar bahasanya tidak kaku dan sesuai karakter kedai.

Pekerjaan yang ditawarkan kepada klien bukan “prompt AI”, tetapi 10 naskah video siap produksi.

Model tarifnya bisa dibuat per paket, misalnya 10, 20 atau 30 naskah. Besarannya disesuaikan dengan tingkat kesulitan, riset dan kualitas pekerjaan.

✓ 2. Jasa Mengubah Rekaman Menjadi Tulisan

Ini termasuk pekerjaan yang sering tidak terlihat, tetapi dibutuhkan.

Podcast, wawancara, rapat, seminar, webinar dan video YouTube menghasilkan banyak rekaman suara.

Rekaman tersebut dapat ditranskripsikan dengan bantuan AI, kemudian diolah menjadi tulisan.

Contoh mudahnya:

Satu rekaman wawancara berdurasi 30 menit diberikan kepada pekerja.

Tahap pekerjaannya:

✓ Rekaman ditranskripsikan.
✓ Teks diperiksa.
✓ Nama dan angka diverifikasi.
✓ Bagian penting dipilih.
✓ Kutipan narasumber dipisahkan.
✓ Hasil akhirnya disusun menjadi artikel atau naskah.

AI mempercepat pekerjaan, tetapi pemeriksaan manusia tetap penting. Kesalahan nama, angka, istilah dan konteks bisa fatal jika langsung dipublikasikan.

Peluang penghasilannya dapat berasal dari jasa transkripsi, editing transkrip atau pengolahan transkrip menjadi artikel.

✓ 3. Jasa Membuat Konten untuk UMKM

Banyak UMKM memiliki produk tetapi tidak mempunyai orang khusus untuk mengurus konten.

Di sinilah AI dapat menjadi alat bantu produksi.

Misalnya sebuah usaha laundry ingin aktif selama satu bulan.

Daripada hanya membuat satu postingan, pekerja bisa menyusun kalender konten:

• tips merawat pakaian
• kesalahan mencuci pakaian
• edukasi noda membandel
• konten sebelum dan sesudah
• testimoni pelanggan
• promo layanan
• konten tanya jawab

AI membantu menghasilkan ide dan draft. Manusia kemudian menyesuaikannya dengan bisnis tersebut.

Satu klien bisa membutuhkan puluhan materi dalam satu bulan.

Karena itu, model paket bulanan lebih masuk akal dibanding menjual satu caption secara terpisah.

✓ 4. Jasa Mengolah Dokumen dan Data Menjadi Ringkasan

Pekerjaan ini relatif jarang dibicarakan ketika orang membahas peluang uang dari AI.

Padahal banyak orang berhadapan dengan dokumen panjang.

Contohnya:

Seorang pengusaha mempunyai puluhan halaman laporan, hasil survei pelanggan atau kumpulan ulasan.

Ia tidak membutuhkan dokumen tersebut ditulis ulang. Ia membutuhkan jawaban sederhana:

Apa masalah utamanya?

AI dapat membantu mengelompokkan informasi berdasarkan topik.

Misalnya 500 ulasan pelanggan sebuah restoran dikelompokkan menjadi:

✓ rasa makanan
✓ harga
✓ pelayanan
✓ waktu tunggu
✓ kebersihan
✓ lokasi

Kemudian dibuat ringkasan mengenai keluhan dan pujian yang paling sering muncul.

Hasil akhirnya bisa menjadi laporan satu atau dua halaman yang mudah dibaca pemilik usaha.

Inilah contoh pekerjaan yang nilai jualnya bukan pada kemampuan membuat teks, tetapi pada kemampuan mengubah informasi berantakan menjadi sesuatu yang bisa dipakai untuk mengambil keputusan.

✓ 5. Jasa Membuat CV, Surat Lamaran dan Profil Profesional

Banyak orang sebenarnya memiliki pengalaman kerja yang cukup baik, tetapi kesulitan menuliskannya.

AI bisa membantu menyusun pengalaman tersebut menjadi bahasa yang lebih terstruktur.

Contohnya seseorang memberikan informasi:

“Kerja di toko tiga tahun, melayani pembeli, mengecek stok dan membuat laporan.”

Informasi tersebut dapat dikembangkan menjadi uraian pengalaman yang lebih profesional tanpa mengubah fakta.

AI juga dapat membantu menyesuaikan CV dengan posisi pekerjaan yang dituju.

Misalnya satu orang melamar sebagai:

• admin
• customer service
• sales
• staf gudang

Isi CV dapat disusun dengan menonjolkan pengalaman yang memang relevan dengan posisi tersebut.

Namun ada aturan penting: jangan memasukkan pengalaman, keahlian atau sertifikasi yang sebenarnya tidak dimiliki.

AI membantu mengemas informasi, bukan menciptakan riwayat hidup palsu.

✓ 6. Jasa Membuat Presentasi dari Bahan Mentah

Tidak semua orang pandai membuat presentasi.

Ada yang mempunyai dokumen 20 halaman tetapi bingung bagaimana mengubahnya menjadi 10 slide.

AI bisa membantu membuat struktur awal.

Contoh:

Seorang pemilik usaha mempunyai dokumen rencana bisnis.

Dari dokumen tersebut dapat disusun struktur:

✓ masalah
✓ solusi
✓ produk
✓ target pasar
✓ strategi pemasaran
✓ model bisnis
✓ proyeksi
✓ kesimpulan

Setelah struktur selesai, materi dapat dipindahkan ke aplikasi presentasi dan diperbaiki secara visual.

Jasa yang ditawarkan bukan “membuat slide dengan AI”, tetapi mengubah bahan mentah menjadi presentasi yang siap digunakan.

✓ 7. Jasa Membuat Sistem Kerja Sederhana dengan Bantuan AI

Ini sudah sedikit lebih tinggi levelnya, tetapi peluangnya menarik.

Banyak usaha kecil memiliki pekerjaan berulang.

Misalnya setiap hari harus:

• membalas pertanyaan pelanggan
• membuat deskripsi produk
• merangkum laporan
• mengelompokkan data
• membuat daftar pekerjaan
• menyusun ide konten

AI dapat digunakan untuk membantu membuat template dan alur kerja sehingga pekerjaan berulang menjadi lebih cepat.

Contohnya sebuah toko online mempunyai 100 pertanyaan pelanggan yang sebenarnya berputar pada masalah yang sama.

Pertanyaan tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori dan dibuatkan draft jawaban.

Pemilik usaha kemudian mempunyai bank jawaban standar yang dapat diedit sebelum dikirim kepada pelanggan.

Pekerjaan seperti ini mempunyai nilai lebih tinggi karena yang ditawarkan bukan sekadar tulisan, tetapi efisiensi kerja.

Lalu, dari mana harus memulainya?

Kesalahan terbesar pemula adalah mencoba mempelajari semua AI sekaligus.

Tidak perlu.

Pilih satu masalah dan satu jenis pekerjaan terlebih dahulu.

Misalnya ingin menjadi pembuat naskah video.

Langkahnya sederhana:

✓ Pelajari cara membuat prompt yang jelas.
✓ Pelajari struktur video pendek.
✓ Buat 10 contoh naskah.
✓ Pilih satu bidang, misalnya kuliner atau properti.
✓ Buat portofolio sederhana.
✓ Tawarkan jasa kepada calon klien.
✓ Ambil pekerjaan kecil untuk mendapatkan pengalaman.
✓ Perbaiki kualitas berdasarkan masukan klien.

Jangan menjual kemampuan dengan kalimat “Saya bisa menggunakan AI.”

Itu sudah terlalu umum.

Lebih kuat jika mengatakan:

“Saya membantu UMKM membuat 20 ide dan naskah video pendek setiap bulan agar pemilik usaha tidak perlu memikirkan konten setiap hari.”

Perbedaannya terletak pada hasil yang ditawarkan.

AI memang dapat membuat tulisan, gambar, ide dan berbagai bentuk konten dalam waktu singkat. Namun kemampuan menggunakan AI saja semakin mudah dimiliki banyak orang.

Nilai seseorang justru meningkat ketika ia mempunyai kemampuan memahami kebutuhan klien, memeriksa hasil AI, melakukan riset, mengedit, mengambil keputusan dan menghasilkan output yang benar-benar bisa digunakan.

Karena itu, peluang terbesar bukan berada pada orang yang sekadar paling pintar menggunakan AI.

Peluang justru terbuka bagi orang yang mampu menemukan pekerjaan yang membuat orang lain rela membayar agar tidak perlu mengerjakannya sendiri.

Jadi, jika baru mulai mencari peluang penghasilan dari AI, jangan bertanya:

“AI apa yang paling canggih?”

Pertanyaan yang lebih berguna adalah:

“Masalah apa di sekitar saya yang bisa diselesaikan lebih cepat dengan bantuan AI?”

Dari pertanyaan itulah pekerjaan pertama bisa ditemukan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|