Obat Nyamuk Bakar Jatuh ke Kasur, Rumah Warga Gayamsari Semarang Ludes Dilalap Api

8 hours ago 7
Ilustrasi kebakaran | freepik

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bara kecil yang diduga berasal dari obat nyamuk bakar berubah menjadi kobaran api dan menghanguskan sebuah rumah di Kota Semarang. Obat nyamuk tersebut sempat disiram air setelah jatuh ke kasur, tetapi diduga masih menyisakan bara hingga api kemudian membesar saat penghuni rumah tertidur.

Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah milik Dwi Wahyuningsih (48), di Jalan Plewan 1, RT 05/RW 03, Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Senin (14/9/2026) dini hari.

Dugaan awal, sumber api berasal dari kamar belakang rumah. Saat itu, anak Dwi yang berusia 17 tahun menyalakan obat nyamuk bakar.

Obat nyamuk tersebut kemudian terjatuh ke atas kasur. Remaja itu sempat berupaya memadamkannya dengan menyiramkan air.

Namun, api diduga belum benar-benar padam. Setelah merasa kondisi sudah aman, remaja tersebut meninggalkan kamar dan memilih tidur di ruangan lain.

Beberapa waktu kemudian, kondisi berubah. Sekitar pukul 03.00 WIB, Dwi mengetahui kobaran api sudah membesar dan tidak lagi mampu dikendalikan.

“Belum sampai pukul 04.00 itu apinya membesar. Pemilik berusaha memadamkan apinya. Lalu ada laporan masuk ke Damkar,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Sih Rianung melalui sambungan telepon.

Laporan kebakaran tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang pada pukul 03.57 WIB.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi. Armada pemadam tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima.

Enam unit kendaraan pemadam kemudian dikerahkan untuk menjinakkan api. Sebanyak 30 personel dilibatkan dalam penanganan kebakaran tersebut.

“Kami menerjunkan enam unit armada ke lokasi, dengan sebanyak 30 personil,” kata Sih Rianung.

Banyaknya armada yang diterjunkan juga untuk memastikan kebutuhan air selama proses pemadaman tetap tersedia sehingga petugas dapat bekerja tanpa terputus.

“Penerjunan enam unit ke lokasi sekalian suplay air, supaya airnya tidak terputus,” terang Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Tantri Pradono.

Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Setelah pemadaman, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Seluruh proses penanganan selesai sekitar pukul 05.50 WIB.

Meski api sempat membesar, kobaran tidak sampai menjalar ke bangunan milik warga di sebelah rumah korban.

“Tidak merember ke tetangga sebelah, hanya rumahnya (pemilik) yang terbakar,” imbuh Tantri.

Namun, rumah Dwi mengalami kerusakan cukup parah akibat kebakaran tersebut. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp 100 juta.

“Estimasi kerugian sekitar Rp 100 juta.”

Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa sumber api yang tampak kecil di dalam rumah tetap memiliki risiko besar apabila tidak dipastikan benar-benar padam. Dalam kasus tersebut, dugaan awal menunjukkan api berawal dari obat nyamuk bakar yang jatuh ke kasur sebelum akhirnya membesar ketika penghuni rumah sudah meninggalkan kamar.

Hingga penanganan selesai, api dipastikan tidak lagi menyala dan tidak merembet ke rumah warga di sekitar lokasi. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|