Teliti Meme Islam dan Humor di Media Sosial, Dosen ISI Surakarta Tempuh Sidang Doktor di Leiden

5 hours ago 4
Dosen DKV FSRD ISI Surakarta, Fitri Murfianti, berfoto di lingkungan Leiden University, Belanda. Fitri akan menjalani Sidang Disertasi dan Promosi Doktor dengan mengangkat penelitian tentang meme bernuansa Islam, humor, budaya digital, dan negosiasi perbedaan agama di Indonesia | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fenomena meme di media sosial ternyata tidak sekadar menjadi hiburan di tengah kehidupan digital masyarakat. Konten yang kerap dianggap remeh tersebut dapat menjadi ruang untuk mengekspresikan keberagamaan, merespons perbedaan, hingga membicarakan isu-isu sensitif melalui humor.

Fenomena itulah yang menjadi objek penelitian Fitri Murfianti, dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, dalam studi doktoralnya di Leiden University, Belanda.

Fitri yang menempuh pendidikan doktoral pada bidang Cultural Anthropology and Development Sociology, Faculty of Social and Behavioral Sciences, Leiden University, akan menjalani Sidang Disertasi dan Promosi Doktor pada Rabu (16/9/2026).

Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung di Academic Building, Rapenburg 73, Leiden University.

Dalam disertasinya, Fitri mengangkat judul “Laughing Through Difference: Islamic-Inspired Memes in Indonesia’s Digital Culture — Humour, Platform Affordances, and the Negotiation of Religious Difference.”

Penelitian tersebut mengkaji bagaimana meme bernuansa Islam dibuat dan disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial. Fitri juga menelusuri bagaimana makna meme terbentuk melalui interaksi pengguna, komunitas, serta karakteristik masing-masing platform.

Dengan pendekatan etnografi digital, penelitian itu mengikuti perjalanan meme di sejumlah platform, seperti Facebook, Twitter (X), dan TikTok.

Penelitian tersebut tidak hanya melihat meme sebagai produk budaya digital, tetapi juga menghubungkannya dengan tradisi humor, cerita rakyat, peribahasa, serta berbagai praktik budaya yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Fitri mulai menempuh studi di Leiden University pada pertengahan 2021 melalui dukungan beasiswa LPDP dengan skema BUDI LN (Beasiswa untuk Dosen Indonesia Luar Negeri).

Menurut Fitri, meme media sosial kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Keberadaannya tidak sebatas sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi medium bagi masyarakat untuk mengekspresikan identitas keberagamaan, merespons perbedaan, serta membicarakan berbagai persoalan sosial.

Meski demikian, meme masih kerap dipandang sebagai konten internet yang ringan dan tidak serius. Padahal, menurut penelitian tersebut, meme semakin memiliki peran dalam percakapan sehari-hari mengenai agama maupun kehidupan sosial.

Disertasi Fitri menunjukkan bahwa humor tidak secara otomatis menghasilkan kerukunan, tetapi juga tidak selalu berujung pada konflik.

Dampak sebuah humor sangat bergantung pada siapa yang terlibat, bagaimana humor tersebut dimaknai, konteks agama dan budaya yang melingkupinya, serta karakteristik platform digital tempat humor itu disebarkan dan dikonsumsi.

Melalui penelitian tersebut, meme ditempatkan sebagai bagian dari praktik budaya sehari-hari yang dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk menegosiasikan perbedaan agama.

Artinya, humor tidak selalu harus digunakan untuk menghilangkan atau menyelesaikan perbedaan. Sebaliknya, humor dapat menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk hidup dan berinteraksi di tengah perbedaan tersebut.

Namun, penelitian itu sekaligus menunjukkan adanya batas-batas dalam penggunaan humor. Sebuah candaan dalam konteks tertentu dapat diterima sebagai kelucuan, tetapi dalam situasi berbeda dapat berubah menjadi sumber ketegangan atau bahkan dianggap sebagai penghinaan.

Bagi Program Studi DKV FSRD ISI Surakarta, capaian Fitri Murfianti menjadi tambahan penting dalam penguatan sumber daya akademik.

Kepala Program Studi DKV FSRD ISI Surakarta M. Harun Rosyid Ridlo mengatakan, bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan program studi diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja akademik, baik di tingkat program studi, fakultas, maupun institut.

Sidang disertasi dan promosi doktor Fitri di Leiden University sekaligus menjadi bagian dari perjalanan akademiknya setelah lebih dari lima tahun menjalani studi doktoral di Belanda.

Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas akademik Prodi DKV FSRD ISI Surakarta, terutama dalam pengembangan kajian desain, budaya digital, serta fenomena komunikasi visual yang terus berkembang seiring perubahan teknologi dan perilaku masyarakat. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|