AIBI dan Bank Indonesia Gelar FGD Penyusunan Use Case Youth Shariapreneur Innovation Competition (YSIC) 2025

3 days ago 12
Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Use Case YSIC 2025” sebagai rangkaian penyusunan program Youth Shariapreneur Innovation Competition (YSIC) 2025, 19 November 2025. Istimewa

JOGLOSEMARNEWS.COM —  Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Use Case YSIC 2025” sebagai rangkaian penyusunan program Youth Shariapreneur Innovation Competition (YSIC) 2025, 19 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi syariah di Indonesia.

Deputi II Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), Ferie Budiansyah menjelaskan YSIC 2025 merupakan ajang yang dirancang untuk mendorong lahirnya inovator muda melalui rangkaian program seperti Sharia Hackathon dan Startup Halal 4.0.

“Sharia Hackathon berfokus pada pembentukan solusi kreatif untuk menjawab tantangan nyata industri syariah, sementara Startup Halal 4.0 mendukung pengembangan inovasi yang memperkuat ekosistem halal nasional agar lebih siap bersaing di tingkat global,” ungkapnya.

FGD ini membahas use case YSIC 2025 agar sesuai dengan kebutuhan industri syariah masa kini, meliputi digitalisasi ekonomi syariah, zakat, wakaf, pembiayaan UMKM syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Melalui diskusi mendalam, forum berhasil mengidentifikasi tantangan utama sekaligus potensi pengembangan solusi yang dapat diangkat dalam kompetisi YSIC 2025.

Sementara itu, Anna Setyawati S, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia  mengungkapkan aara ini juga menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antara inkubator bisnis, pemangku kepentingan industri syariah, dan Bank Indonesia.

“Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman, peserta memperoleh wawasan baru mengenai pengem* bangan inovasi syariah sekaligus memahami kebutuhan sektor yang semakin berkembang.

Antusiasme peserta dalam FGD kali ini menunjukkan tingginya perhatian terhadap penguatan inovasi syariah di Indonesia. AIBI dan Bank Indonesia berharap FGD dapat menjadi acuan strategis dalam penyelenggaraan YSIC 2025 yang lebih terarah, berdampak, dan mampu melahirkan solusi yang mendorong kemajuan ekosistem syariah secara berkelanjutan,” bebernya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah, akademisi, inkubator bisnis, hingga organisasi dan pelaku industri. Berbagai lembaga pemerintah yang hadir antara lain BAZNAS, BWI, KNEKS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kemenko PMK RI, dan Kemenko Perekonomian RI.

Forum ini juga melibatkan para pelaku industri, mulai dari perbankan syariah, fintech syariah, penyedia logistik, hingga pelaku industri produk halal.

Dari kalangan akademisi dan pengembang inovasi, inkubator bisnis serta pusat inovasi berbagai universitas dan institusi turut berpartisipasi, termasuk inkubator perguruan tinggi, inkubator swasta, dan pusat inovasi teknologi nasional. Selain itu, komunitas dan praktisi binsis seperti komunitas syariah, dan pelaku industri syariah juga ikut memberikan pandangan strategis yang memperkuat diskusi. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|