Anggota DPR RI ​Sriyanto Saputro Dorong Pemberdayaan Petani Lewat Sekolah Iklim dan Usulkan Pembangunan Embung di Sragen

16 hours ago 11
Suasana Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik yang dilaksanakan di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sragen yang dihadiri langsung Sriyanto Saputro anggota DPR RI dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah pada Senin (3/8/2026) || Huri Yanto

​SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Anggota DPR RI Komisi V dari Dapil Jawa Tengah IV, Sriyanto Saputro, menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Sragen, Jateng. Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika perubahan iklim.

​Komitmen tersebut ia sampaikan saat meninjau pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik yang dilaksanakan di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sragen dengan mengandeng pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.

Sriyanto menjelaskan bahwa program Sekolah Iklim bertujuan untuk membekali para petani dengan wawasan serta pengetahuan modern berbasis data cuaca, melengkapi pendekatan tradisional (ilmu titen) yang selama ini diterapkan.

​”Dengan adanya ilmu dan pemanfaatan aplikasi, usaha pertanian warga diharapkan dapat tertopang lebih baik. Petani jadi bisa mengantisipasi dampak iklim ekstrem, baik saat musim kemarau maupun musim hujan, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan sejak awal,” kata Sriyanto pada Senin (3/8/2026).

Sementara itu, ​dalam antisipasi kering di Sragen utara dorong pembangunan embung ​selain pemahaman iklim, penyediaan infrastruktur pengairan menjadi perhatian utama. Mengingat kondisi geografis Sragen wilayah utara yang memiliki potensi cekungan air tanah relatif tipis, pembuatan sumur dalam kerap kurang efektif.

​Sebagai solusinya, Sriyanto telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sragen untuk memperjuangkan pembangunan embung penampung air.
​Terkait potensi maraknya pembuatan sumur bor tanah pasca-kekeringan, ia mengingatkan pentingnya koordinasi lintas instansi agar daya dukung lingkungan tetap terjaga.

​”Prinsipnya kita bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Kementerian ESDM. Kewenangan daerah harus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Jangan sampai upaya pemenuhan air justru saling merugikan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Terpisah, kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah sekaligus Koordinator BMKG Jawa Tengah, Goeroeh Ciptanto, menjelaskan bahwa Sekolah Lapang Iklim yang diberikan kepada petani menitikberatkan pada pemahaman dasar mengenai dinamika iklim, baik dalam kondisi curah hujan tinggi maupun saat memasuki musim kemarau.

“Melalui SLI ini, kami memberikan pengenalan dan pemahaman dasar kepada petani mengenai kondisi iklim. Jika kondisi iklim seperti tahun 2024 yang tinggi curah hujan atau saat memasuki kemarau seperti sekarang, petani tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana mengantisipasinya,” ujar Guruh.

Selain itu, BMKG juga mendorong para petani untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi melalui aplikasi Info BMKG. Melalui aplikasi tersebut, petani dapat mengakses informasi cuaca hingga tingkat desa dan kelurahan secara mandiri.

Hal ini penting untuk memandu aktivitas harian di lapangan, seperti penentuan waktu pemupukan, pengeringan hasil panen, hingga pelaksanaan panen raya.
Lebih dari sekadar cuaca harian, Guruh menekankan pentingnya pemahaman iklim jangka panjang—mulai dari skala dasarian (10 hari), bulanan, hingga musiman—sebagai dasar perencanaan strategis pertanian.

“Dengan mengetahui kondisi iklim jangka panjang, perencanaan petani akan jauh lebih mendalam. Tidak hanya menentukan kapan waktu menanam, tetapi juga memperhitungkan ketersediaan air irigasi hingga pemilihan varietas bibit yang tepat, apakah yang tahan tergenang air atau tahan kekeringan,” jelasnya.

Melalui edukasi iklim yang berkelanjutan ini, diharapkan para petani di Sragen dan wilayah Jawa Tengah lainnya tidak lagi hanya berspekulasi atau menerka-nerka kondisi cuaca, melainkan dapat mengambil keputusan berbasis data demi meminimalkan risiko kerugian serta meningkatkan produktivitas panen. Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|