Asap Karhutla Hentikan Penerbangan di Nabire

4 hours ago 2

Waspada, Ada 512 Titik Panas di Papua Tengah

NABIRE – Aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, dihentikan sementara pada Jumat (21/8) setelah kepulan asap dari kebakaran lahan di sekitar bandara masuk ke kawasan bandara. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang turun drastis hingga sekitar 70 meter dan dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.

Kebakaran lahan mulai terpantau sejak Jumat pagi di sejumlah lahan perkebunan milik warga yang berada di sekitar kawasan Bandara Douw Aturure. Saat itu, aktivitas penerbangan masih berjalan normal karena asap belum mengganggu jarak pandang.

Plt. Kepala Kantor UPBU Douw Aturure Nabire, Allrido Simandjuntak, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya titik api sejak sekitar pukul 08.30 WIT. Petugas bandara kemudian turun ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. “Dari pagi sudah ada titik kecil. Mulai sekitar pukul 08.30 WIT, kami sudah ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Allrido kepada media ini, Jumat (21/8).

personel kepolisian masih berupaya memadamkan titik api, Jumat, (21/8).(BMKG Nabire For Cepos)

Menurut Allrido, kondisi mulai berubah pada siang hari ketika asap semakin tebal dan masuk ke kawasan bandara. Gangguan terhadap aktivitas penerbangan mulai terasa sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIT. “Awalnya masih titik kecil dan penerbangan masih normal. Tetapi mulai sekitar pukul 14.00 sampai 15.00 WIT, asap sudah sangat mengganggu,” katanya.

Kepulan asap tersebut kemudian menyebabkan jarak pandang di kawasan bandara turun hingga sekitar 70 meter. Kondisi ini membuat pihak bandara harus mengambil langkah untuk menghentikan sementara aktivitas penerbangan demi keselamatan. “Jarak pandang hanya sampai 70 meter,” jelas Allrido.

Sebelum keputusan tersebut diambil, pihak UPBU Douw Aturure Nabire berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, AIRNAV Indonesia di Nabire, pihak maskapai, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi dilakukan untuk menentukan langkah operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Waspada, Ada 512 Titik Panas di Papua Tengah

NABIRE – Aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, dihentikan sementara pada Jumat (21/8) setelah kepulan asap dari kebakaran lahan di sekitar bandara masuk ke kawasan bandara. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang turun drastis hingga sekitar 70 meter dan dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.

Kebakaran lahan mulai terpantau sejak Jumat pagi di sejumlah lahan perkebunan milik warga yang berada di sekitar kawasan Bandara Douw Aturure. Saat itu, aktivitas penerbangan masih berjalan normal karena asap belum mengganggu jarak pandang.

Plt. Kepala Kantor UPBU Douw Aturure Nabire, Allrido Simandjuntak, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya titik api sejak sekitar pukul 08.30 WIT. Petugas bandara kemudian turun ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. “Dari pagi sudah ada titik kecil. Mulai sekitar pukul 08.30 WIT, kami sudah ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Allrido kepada media ini, Jumat (21/8).

personel kepolisian masih berupaya memadamkan titik api, Jumat, (21/8).(BMKG Nabire For Cepos)

Menurut Allrido, kondisi mulai berubah pada siang hari ketika asap semakin tebal dan masuk ke kawasan bandara. Gangguan terhadap aktivitas penerbangan mulai terasa sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIT. “Awalnya masih titik kecil dan penerbangan masih normal. Tetapi mulai sekitar pukul 14.00 sampai 15.00 WIT, asap sudah sangat mengganggu,” katanya.

Kepulan asap tersebut kemudian menyebabkan jarak pandang di kawasan bandara turun hingga sekitar 70 meter. Kondisi ini membuat pihak bandara harus mengambil langkah untuk menghentikan sementara aktivitas penerbangan demi keselamatan. “Jarak pandang hanya sampai 70 meter,” jelas Allrido.

Sebelum keputusan tersebut diambil, pihak UPBU Douw Aturure Nabire berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari, AIRNAV Indonesia di Nabire, pihak maskapai, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi dilakukan untuk menentukan langkah operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|