Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, terus memperkuat pembinaan pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui program pengentasan buta huruf yang digelar di Aula Moralitas Lapas Medan.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, mengatakan kemampuan membaca dan menulis merupakan bagian penting yang perlu dimiliki setiap warga binaan.
“Kami berharap melalui program ini, setiap Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kemampuan dirinya,” ujarnya, Selasa (8/9).
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya diarahkan pada keterampilan kerja, tetapi juga peningkatan pendidikan dan kemampuan dasar yang menunjang kehidupan setelah bebas.
“Kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal dasar yang sangat penting untuk kehidupan, baik selama menjalani pembinaan maupun ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut akan dilakukan dengan pendampingan secara berkelanjutan sehingga seluruh warga binaan yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran.
Kegiatan itu diikuti sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), staf Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), serta mahasiswa magang dari universitas swasta Kota Medan.
Dalam kegiatan itu, warga binaan mendapatkan pembelajaran dasar membaca dan menulis. Materi diberikan secara bertahap, salah satunya latihan menyusun kata menjadi kalimat sederhana.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan antusias. Para warga binaan mengikuti setiap materi yang diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi dasar mereka.
Program tersebut ditujukan bagi WBP yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan menulis. Lapas berharap kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat. (man/ila)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, terus memperkuat pembinaan pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui program pengentasan buta huruf yang digelar di Aula Moralitas Lapas Medan.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, mengatakan kemampuan membaca dan menulis merupakan bagian penting yang perlu dimiliki setiap warga binaan.
“Kami berharap melalui program ini, setiap Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kemampuan dirinya,” ujarnya, Selasa (8/9).
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya diarahkan pada keterampilan kerja, tetapi juga peningkatan pendidikan dan kemampuan dasar yang menunjang kehidupan setelah bebas.
“Kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal dasar yang sangat penting untuk kehidupan, baik selama menjalani pembinaan maupun ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut akan dilakukan dengan pendampingan secara berkelanjutan sehingga seluruh warga binaan yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran.
Kegiatan itu diikuti sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), staf Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), serta mahasiswa magang dari universitas swasta Kota Medan.
Dalam kegiatan itu, warga binaan mendapatkan pembelajaran dasar membaca dan menulis. Materi diberikan secara bertahap, salah satunya latihan menyusun kata menjadi kalimat sederhana.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan antusias. Para warga binaan mengikuti setiap materi yang diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi dasar mereka.
Program tersebut ditujukan bagi WBP yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan menulis. Lapas berharap kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat. (man/ila)

5 hours ago
6

















































